PJ Bupati Enrekang Dituding Tidak Paham, TPP Syarat Mutlak Diterimanya APBD dan Wajib Dianggarkan Setiap Tahun

Minggu, 8 September 2024 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Enrekang, MNP – Carut marut keuangan daerah Kabupaten Enrekang memprihatinkan, utang daerah menjadi sulit dikendalikan akibatnya Pemkab Enrekang kesulitan dalam pembayaran.

Salah satu tokoh masyarakat yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Enrekang menjelaskan, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) wajib ada dalam daftar APBD setiap tahunnya.

Dia mengatakan Draf APBD Enrekang tidak akan diterima jika tidak ada TPP yang masuk dalam daftar APBD karena itu adalah kewajiban Pemerintah dan harus dianggarkan satu tahun bukan enam bulan.

“Jadi TPP itu kewajiban meski selalu ada kalimat terakhir sesuai dengan kemampuan daerah tapi bukan berarti tidak dibayar. Jadi itu ada standarnya, ada Undang-undangnya. Kalau sudah ada dalam APBD dan sudah disetujui maka diterbitkan yang namanya RKA (Rencana Kerja dan Anggaran),” ujarnya sambil enggan disebutkan namanya.

RKA merupakan dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan, rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD.

“Kalau akhirnya kemampuan daerah terbatas maka nominalnya yang di kurangi perbulan, bukan tidak dibayar. APBD itu berlaku satu tahun, bukan 6 bulan, kalau dalam perjalanan terjadi kekurangan kan ada perubahan,” tambahnya, Minggu (08/09/2024).

Dia menyayangkan seharusnya PJ Bupati tak menjanjikan TPP dan menentukan nominalnya karena dia adalah seorang ASN, mantan Sekda yang tahu kondisi keuangan daerah.

Hanya saja posisinya atau pangkatnya tertinggi di Kabupaten Enrekang, tak sama jika yang masuk jadi PJ adalah orang luar yang tidak paham kondisi keuangan daerah mungkin bisa saja menjanjikan.

Menurutnya selain tata kelola Pemerintahan Kabupaten Enrekang yang sudah  amburadul, kondisi fiskal juga ikut amburadul.

“Fiskal rusak. Karena jika kondisi fiskal sehat tak ada utang di Enrekang atau cash flownya bagus, bukan gali lubang tutup lubang dan pada akhirnya kita tidak mampu menangani,” ujarnya.

Kalau fiskal sehat semua hak-hak ASN termasuk kenaikan gaji 8 persen dan Sertifikasi itu terbayar tepat waktu karena itu ada anggarannya langsung dari pusat.

Tapi karena fiskal kita sakit, seperti inilah kondisi keuangan kita di Enrekang saat ini” tutup mantan anggota DPRD kabupaten Enrekang beberapa periode ini.

Loading

Penulis : Mat

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Dari Hobi Sederhana Kini Mendunia, MQ Art Bamboo Karya Lokal Bogor Tembus Pasar Internasional
Bupati Pakpak Bharat Serahkan Sapi Qurban Presiden di Masjid Al Falah Sukaramai 
Bom Kompetensi di Makassar: 3 Wartawan Enrekang Tembus UKW, 1 Naik ke Jenjang Utama!
Outing Class ke Kodim 0612/Tasikmalaya, Anak-Anak PAUD Roushotul HarissyahBelajar Cinta Tanah Air
Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta di Desa Pangkan Kian Memanas, Warga Tantang Kadis PUPR Tunjukkan Lokasi Proyek 2025
Tak Tinggal Diam, Ini 3 Langkah Strategis Kuasa Hukum Usai Praperadilan di PN Tasikmalaya Ditolak
Bhabinkamtibmas Turun ke Kebun Cabe, Warga Desa Teluk Sungkai Diajak Perkuat Ketahanan Pangan
Warga Kritik Keras Mutasi Bidan Jadi Kasi Kelurahan: ‘Bupati Boroskan Tenaga Medis Saat Rasio Nakes Minim’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 00:58 WIB

Dari Hobi Sederhana Kini Mendunia, MQ Art Bamboo Karya Lokal Bogor Tembus Pasar Internasional

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:41 WIB

Bupati Pakpak Bharat Serahkan Sapi Qurban Presiden di Masjid Al Falah Sukaramai 

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:50 WIB

Bom Kompetensi di Makassar: 3 Wartawan Enrekang Tembus UKW, 1 Naik ke Jenjang Utama!

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:43 WIB

Outing Class ke Kodim 0612/Tasikmalaya, Anak-Anak PAUD Roushotul HarissyahBelajar Cinta Tanah Air

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:32 WIB

Dugaan Proyek Fiktif Rp400 Juta di Desa Pangkan Kian Memanas, Warga Tantang Kadis PUPR Tunjukkan Lokasi Proyek 2025

Berita Terbaru