Pakpak Bharat MNP – Panitia pelaksana ritual Menanda Tahun Marga Sinamo tahun 2024 Usman Sinamo mengungkapkan dalam prosesi pelaksanaan adat budaya menanda tahun marga Sinamo, berru , bere dan Ibeberena menghadirkan sejumlah undangan.
Nampak hadir pihak pemerintah kecamatan Tinada, Dinas Pariwisata kabupaten Pakpak Bharat yang dihadiri oleh Rudi Sinamo Kabid Kebudayaan, kepala desa dari dua desa yang terdiri dari Tanah Ulayat Marga Sinamo diantaranya Desa Silima Kuta , dan Prongil.
Sementara itu, Kula Kula dari Marga Solin diwakili oleh Benny Solin dan Erdin Solin. Lalu Marga Cibro selaku Berru beserta para seluruh tokoh penetua Marga Sinamo seperti Mersa Sinamo, TogaTorop Sinamo (Anggota DPRD Pakpak Bharat komisi 1 Fraksi PDIP) serta ratusan masyarakat Desa 0rongil dan desa Silimakuta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Usman Sinamo saat memberi pandanganya mengungkapkan bahwa, secara keseluruhan Marga Sinamo terdiri dari 8 lebuh (kampung) yang didominasi oleh marga Sinamo selaku pemangku Tanah hak Ulayatnya, terutama di 2 desa tersebut antara desa silima Kuta dan desa prongil di kecamatan Tinada.
“Secara sejarah bahwa Tanah Ulayat Marga Sinamo ini berdiri atas dasar pembeima dari Kula Kula Marga Solin sebagai Rading Berru dari Kula Kula Marga Solin ratusan tahun yang lalu,” ujar Usman Senamo selaku panitia pelaksanaan ritual pesta menanda tahun Marga Sinamo tahun 2024, Sabtu (24/02/24).
Sebagai informasi hari ini Marga Sinamo melaksanakan ritual adat budaya Pakpak berupa pelaksanaan Menanda Tahun, sebagai ritual bahwa ini adalah awal musim tanam bagi seluruh warga untuk melakukan kegiatannya bercocok tanam di wilayah Ulayat Marga Sinamo.
Sebelumnya di awali ritual berdoa bersama yang dibawakan oleh Benny Solin dari utusan Kula Kula Marga Solin, diatas tanah/lokasi yang sudah ditata sebelumya untuk prosesi ritual menanda tahun.
Tanahnya dijadikan sebagai tempat lokasi menanda tahun pada tahun 2024 ini untuk di mulainya prosesi musim tanam di wilayah Tanah Ulayat Marga Sinamo antara dua Desa diantaranya Desa silima Kuta dan desa Prongil.
Selanjutnya sebelum prosesi penamaan padi dimulai juga dilakukan prosesi pemotongan sesekit ayam betina yang sebelumya ayam dimaksud diberi makan padi sebagai bahan benih yang akan di tanam. Dari prosesi tersebut para sesepuh Marga Sinamo menyebut bila ayam tersebut memakan benih yang diberi 2 jenis.
Dalam kepercayaannya, benih yang lebih dahulu dan lebih banyak dimakan ayam dimaksud adalah yang baik dan bagus untuk ditanami di tahun ini di tanah wilayah Marga Sinamo untuk tahun 2024 kedepan.
“Semoga akan memberi berkah dan mendapat hasil yang maksimal , atau bahkan memuaskan,” harap Usman Sinamo.
![]()
Penulis : Benny S
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan