Acara Adat Mendomi Sopo Jojong Sipitu Marga Solin, Sejarah Pusat Kebudayaan Tanah Simsim

Senin, 24 Juni 2024 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakpak Bharat, MNP – Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, menghadiri acara adat “Mendomi Sopo Jojong Sipitu Marga Solin” yang diselenggarakan oleh Sulang Silima Marga Solin di Lebbuh Lae Meang, Desa Mahala, Kecamatan Tinada, Sabtu (22/06/202).

Wakil Bupati Pakpak Bharat, H Mutsyuhito Solin, Dr, M.Pd selaku Ketua Umum Sulang Silima Marga Solin menjelaskan, pelaksanaan pembangunan kembali Sapo Jojong Sipitu ini bermula dari pelaksanan pesta Mndegger Uruk Marga Solin di Tinada tahun 2019.

Selanjutnya ditandatangani kerjasama dan MoU dengan Ikatan Artsitektur Indonesia dan Asosiasi Vernakular Indonesia, lalu mengajukan proposal kepada Yayasan Tirto Utomo sehingga bisa memulai pembangunan tahun 2023 bulan April dan selesai Juni 2024.

“Maka terimakasih kami kepada semua pihak yang turut membantu pembanunan ini, para pendonor dari Yayasan Tirto Utomo ada hadir ibu Meutia, dan Yori Antar dari rumah Nusantara, serta bupati Pakpak Bharat sendiri yang telah hadir bersama kita,” ucap Mutsyuhito Solin.

Menurutnya, pembangunan kembali Sapo Jojong Sipitu Marga Solin ini sangat bagus, dari sisi budaya dan religi kita dapat. Dari sisi budaya menggali kembali nilai budaya yang sempat hilang di tempat ini.

“Demikian juga halnya dari sisi religiusnya, dimana sejarah dan peradaban Islam di tanah Simsim banyak tersimpan di sini,” kata Mutsyuhito Solin.

Sementara itu, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menyebut, kedepannya akan dikembangkan tempat ini menjadi pusat kebudayaan di tanah Simsim, mungkin UMKM berbasis Budaya, penenun dan sebagainya.

Namun terang Bupati, nanti akan dilihat dan disesuaikan, mungkin pihaknya akan supporting infrastruktur pendukungnya, sehingga masyarakat bisa nyaman datang kemari.

“Yang penting ini dirawat, dijaga dan dilestarikan. Satu lagi kita semua bersatu, jangan ada pengkotak-kotakan sehingga kita kuat,” ucap Franc Bernhard Tumanggor.

Diketahui, ditempat yang luas, indah dan asri ini, kompleks Sapo Jojong Sipitu dibangun kembali. Di tempat ini juga sebuah kisah perpaduan budaya dan religi tersimpan rapi. Bupati Pakpak Bharat sendiri.

“Dalam kesempatan kami mengajak segenap hadirin menanam pohon diantaranya pohon kelapa, guna membantu menjaga kelestarian alam yang indah ini,” tandas Franc Bernhard Tumanggor.

Loading

Penulis : Benny S

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Meriahkan HUT RI ke-81, Polres Pakpak Bharat Kawal Ketat Turnamen Sepak Bola Tinada Cup XIII 2026
Dua Dekade BBC: Syukuran hingga Komitmen Lahirkan Kader Mandiri di Tasikmalaya
Haol Ke-36 Pendiri Gadjah Putih, Bupati Garut Ajak Generasi Muda Lestarikan Pencak Silat
Dukung Akses Pendidikan, Mohamad Sohibul Iman Serahkan Bantuan PIP di SDN Panglayungan
PEMDA DIKEPUNG KRITIK! “Jangan Hanya Ramah ke Masyarakat, Ramah Lingkungan Juga Dong”
Doa Warga Parungponteng Kuatkan Langkah Pengabdian TMDD Kodim 0612/Tasikmalaya
Camat Batang Asam Bungkam, Polemik BUMDes Desa Lubuk Bernai Kembali Disorot
Stadion Wiradadaha Tak Layak, Tasikmalaya Batal Jadi Tuan Rumah Liga Suratin Jawa Barat 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Meriahkan HUT RI ke-81, Polres Pakpak Bharat Kawal Ketat Turnamen Sepak Bola Tinada Cup XIII 2026

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:38 WIB

Dua Dekade BBC: Syukuran hingga Komitmen Lahirkan Kader Mandiri di Tasikmalaya

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Haol Ke-36 Pendiri Gadjah Putih, Bupati Garut Ajak Generasi Muda Lestarikan Pencak Silat

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Dukung Akses Pendidikan, Mohamad Sohibul Iman Serahkan Bantuan PIP di SDN Panglayungan

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:35 WIB

PEMDA DIKEPUNG KRITIK! “Jangan Hanya Ramah ke Masyarakat, Ramah Lingkungan Juga Dong”

Berita Terbaru