Budayawan dan Kades Siempat Rube II Apresiasi Pemugaran Situs Sejarah Pertulanen Marga Padang 

Minggu, 17 September 2023 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakpak Bharat, MNP – Pembangunan pemugaran situs cagar budaya Pertulanen Mpung marga Padang Kabupaten Pakpak Bharat rampung dikerjakan.

Ini terlihat pada saat wartawan MNP mengunjungi cagar budaya dimaksud di desa Siempat Rube II kecamatan Sempet Rubei, Minggu (17/9/2023).

Terlihat di papan plang proyek pengerjaan pemugaran cagar budaya pertulanen Mpung marga Padang bersumber dana dari APBD provinsi Sumatera Utara pada Dinas Pariwisata Bidang Kebudayaan Provsu tahun anggaran 2023.

Saat dikonfirmasi wartawan Kabid kebudayaan Dinas Pariwisata R Sinamo mengatakan, pemugaran menghabiskan dana Rp.130.930.000. Namun, pihaknya dari Dinas Pariwisata kabupaten Pakpak Bharat hanya mengetahui dan pendampingan.

“Untuk informasi lebih baik, bapak lansung saja ke pihak pelaksana proyek,” ujar Sinamo pada wartawan MNP melalui pesa WhatsApp sembari mengirimkan foto pengerjaan yang sudah selesai.

Terpisah Kepala Desa Siempat Rube II Afaret Padang menerangkan, semua proses pemugaran cagar budaya Pertulanen Empung Marga Padang di Siempat Rube dimulai dari buah pemikiran dari semu pihak.

“Termasuk para tokoh marga Padang melalui utusan semua sulang, bahkan sampai ke pihak Kula Kula dan Berru yang pada masa itu kami melihat cagar budaya pertulanen Mpung marga Padang ini begitu tidak terurus,” terang Kades.

Sehingga lanjut dia, pihaknya meminta kepada stakeholder terkait dalam hal ini Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Utara Cq bidang kebudayaan merespon usulan dimaksud.

“Alhasil kita diberi perbaikan pemugaran situs cagar budaya Pertulanen Mpung marga Padang ini sehingga dapat kita lihat hari ini sudah dapat kita kunjungi bersama dengan nyaman dan tertata dengan baik,” ujar Kades.

Alfaret Padang yang juga salah satu dari penggagas terjadinya pemugaran situs cagar budaya Pertulanen Marga Padang menceritakan asal muasal timbul ide dan gagasan untuk melakukan pemugaran salah satu situs tersebut.

“Waktu itu kami coba minta hal pelestarian ini karena melihat keadaan patung/mejan (cagar budaya Pertulanen Mpung marga Padang) sangat berantakan penuh semak pepohonan,  bahkan kepalanya hilang, sehingga timbul di pikiran untuk memelihara dan mekestarikan pertulanen mpung nami marga padang,” ungkapnya.

“Juga marga lain istri marga Padang pun merasa bangga bisa mendapatkan bantuan dari Dinas Pariwisata Provsu melalui bidang kebudayaan untuk pemugaran situs cagar budaya nenek moyang kami ini,” ujar Alfaret.

Namun dirinya menyesalkan tentang adanya pemberitaan terkait proyek pemugaran situs caragar budaya ini yang mengatakan proyek siluman, hingga dengan warna pengecatan saja.

Akibatnya, beberapa pihak menyoroti, terkait dengan warna cat, padahal yang ada itu adalah hanya sebagai cat bangunan biasa saja dan itu tidak menjadi masalah.

“Tapi jadi miris setelah jadi kok banyak riak riak, sebenarnya masih ada rencana yang kami minta untuk tahapan lanjutan, kalau begini kadang membuat hati miris, namun kita doakan agar semua pikiran para orang tua lebih bijak dan memberi masukan yang baik demi kemajuan bersama,” harap Kades.

Padahal kata dia, mulai proses pengusulan hingga pekerjaan terlebih dahulu dilakukan  duduk bersama, walaupun melalui utusan tapi sudah bersama sepakat, karena tidak mungkin seluruh marga padang bisa ikut.

“Harusnya kita bangga dan bersyukur, kalau itu sudah jadi seperti saat ini terlihat bagus dan indah, dan seharusnya kita berterima kasih kepada pemerintah kabupaten dan provinsi atas adanya gagasan dan bantuan pelestarian situs bersejarah bagi marga Padang ini,” tegasnya.

Secara pribadi, Kades menyebut kepada para penggagas sangat bangga dan berterimakasih atas semua kerjasama, walaupun melalui perwakilan.

“Itu dimulai dari pelaksana pekerjaan awal kepada tukang melibatkan para sesepuh dan seperti mewakili marga Padang perisang isang ,pertulan tengah , dan per ekur ekur,” tutup Kades.

Disisi lain Augusman Padang seorang pemerhati budaya dan marga Padang angkat bicara. Dia menyebut beberapa hal yang perlu dipahami marga Padang.

Bahwasanya pemugaran mejan pertulanen marga Padang di Jambu Mbellang oleh Dinas pariwisat dan Ekonomi Kreatif Provsu ini harus kita Apresiasi

“Kami selaku marga Padang Sitellu Sulang yang terdiri dari (per isang isang , pertulan tengah, dan per ekur ekur) mengucapkan banyak terimakasih kepada Gubsu yang telah memberi perhatiannya,” ucap Augusman.

Dia berharap situs sejarah seperti ini di lokasi lain mendapat perhatian yang sama. Namun, terkait dengan adanya beberapa pendapat terhadap pembangunan dimaksud itu adalah suatu dinamika dalam hal proses pembangunan Siempat Rube II.

“Saya kira yang sudah bagus seperti saat ini mari kita jaga dan rawat,” ujar Augusman Padang berharap

Sebagi informasi bahwa pengerjaan proyek pemugaran situs budaya pertulanen Mpung marga Padang di siempat rube ini bersumber dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pemprovsu tahun anggaran 2023 dengan jenis pekerjaan pelestarian Situs kebudayaan kabupaten Pakpak Bharat di desa siempat rube II kecamatan Siempat Rube kabupaten Pakpak Bharat.

Adapun tanggal kontrak 15 Agustus 2023 dengan nilai pagu Rp 130.930.000 yang bersumber dari APBD Provsu tahun 2023 dan masa kerja pelaksanaan selama 45 hari kalender oleh pelaksana pekerjaan penyedia jasa oleh CV .Lammaris .

Loading

Penulis : Benny S

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Sederhana Sarat Makna, Isak Haru Warnai Pelepasan 32 Siswa SDN 2 Karang Sambung Tasikmalaya
Satresnarkoba Polres Bartim Ringkus Terduga Pengedar Sabu 1,78 Gram di Tamiang Layang
O2SN Kabupaten Tasikmalaya 2026 Sukses Digelar, Jaring Atlet Potensial Sejak Dini
Efek Donor Darah di Puskesmas Bungursari: Sehat untuk Diri Sendiri, Berkah untuk Sesama
Gandeng UPTD PPA, Media Nasional Potret Sukses Edukasi Ribuan Siswa SMAN 10 Tasikmalaya 
Seru dan Edukatif! Media Nasional Potret, Edukasi Bahaya Bullying dan Narkoba di SMAN 10 Tasikmalaya
Pembangunan SUTT 150 KV Malangbong–Karaha Bodas: Puluhan Warga Garut Mulai Terima Ganti Rugi
Salon Putri Hadir di Malangbong, Tawarkan Beragam Layanan Kecantikan Modern

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:01 WIB

Sederhana Sarat Makna, Isak Haru Warnai Pelepasan 32 Siswa SDN 2 Karang Sambung Tasikmalaya

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:44 WIB

Satresnarkoba Polres Bartim Ringkus Terduga Pengedar Sabu 1,78 Gram di Tamiang Layang

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:46 WIB

O2SN Kabupaten Tasikmalaya 2026 Sukses Digelar, Jaring Atlet Potensial Sejak Dini

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:08 WIB

Efek Donor Darah di Puskesmas Bungursari: Sehat untuk Diri Sendiri, Berkah untuk Sesama

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:07 WIB

Gandeng UPTD PPA, Media Nasional Potret Sukses Edukasi Ribuan Siswa SMAN 10 Tasikmalaya 

Berita Terbaru