BBM Naik, Ibu-ibu Menjerit

Kamis, 29 September 2022 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Ir. Irma S. Handayani

Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPD PKS Kota Tasikmalaya.

Sabtu 3 september lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memutuskan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Harga Pertalite diputuskan naik dari Rp7.650 jadi 10.000 per liter.

Perlu diketahui konsumsi Pertalite di Indonesia mencapai 80% dari total kebutuhan BBM masyarakat, sehingga kenaikan harga Pertalite tentu akan mendorong kenaikan inflasi.

Jika harga Pertalite naik, bagaimana dampak langsung yang dirasakan masyarakat kelas menengah ke bawah?

Kenaikan harga tersebut sangat berpengaruh pada kenaikan biaya transportasi, hal ini sangat dirasakan oleh kaum ibu terutama para pemakai jasa angkutan umum dan ojeg online. Mereka mengeluh atas kenaikan ini, sehingga harus berpikir ulang untuk bepergian.

Para istri sopir angkot dan istri sopir ojek online pun merasakan dampak dari kenaikan harga BBM ini, karena harga yang meningkat memaksa suami mereka untuk menaikan tarif, hal ini tentu saja berpengaruh pada sepinya peminat angkutan umum dan ojek online sehingga pendapatan suami mereka pun berkurang.

Dampak yang mencolok juga terjadi di SPBU, karena setelah harga BBM naik, masyarakat lebih memilih SPBU resmi dari pada pedagang eceran atau Pom Mini, sehingga antrian ditiap SPBU terlihat jadi lebih panjang.

Untuk harga bahan beberapa bahan pokok pun mulai naik, walau masih perlahan dan ini mengakibatkan beberapa ibu rumah tangga harus menambahkan budget belanja hariannya.

Kenaikan juga dirasakan pada jajanan makanan anak anak dan ini juga akan berpengaruh pada pengaturan keuangan keluarga. Kenaikan lain juga dirasakan dengan tarif jasa kesehatan yang mulai naik.

Dampak lain juga dirasakan oleh ibu rumah tangga yang memiliki usaha rumahan yang dituntut oleh karyawannya untuk menaikkan gaji mereka. Sedangkan bahan baku dan operasional perusahaan pun mulai merangkak naik.

Dengan kenaikan kenaikan ini para ibu akan dituntut lebih keras lagi untuk mengatur budget keuangan keluarga. Lebih lagi untuk yang berpendapatan tak menentu buruh harian yang sebelum kenaikan BBM terakhir kemarin pun sudah banyak menjerit karena penghasilan dan pengeluaran mereka lebih banyak pengeluaran.

Sehingga judi online, rentenir, dan pinjaman online marak yang merusak sendi sendi ekonomi keluarga yang melahirkan ketidak harmonisan keluarga.

Loading

Berita Terkait

Bupati Inhu Pimpin Penanaman Padi Bersama di Kuala Cenaku, Dukung Ketahanan Pangan
PT BCL Diduga Abaikan Kewajiban Plasma 20 Persen, DPRD: Jelas Melanggar Aturan
Tebing Longsor Cinekol Desa Petir Kab Bogor Makan Korban
GEGER BAZNAS ENREKANG: Dalih ‘Bukan Uang Negara’ Dibongkar LBH Ansor! Logika Sesat, Amanah Zakat Lebih Suci dari APBN
Ratusan Personel Gabungan Amankan Kirab Budaya dan Karnaval Berkuda di Garut
Ribuan Warga Bogor Barat Menagih Utang Gubernur Jabar, di Hadapan PemKab Bogor
Kunjungi Koramil Manonjaya, Dandim 0612/Tasikmalaya: Hidup Tenang Itu Tanpa Hutang
Dr. Aspa Muji Resmi Menjabat Pj Sekda, Pemkab Jeneponto Perkuat Kinerja Birokrasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:21 WIB

Bupati Inhu Pimpin Penanaman Padi Bersama di Kuala Cenaku, Dukung Ketahanan Pangan

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:01 WIB

PT BCL Diduga Abaikan Kewajiban Plasma 20 Persen, DPRD: Jelas Melanggar Aturan

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:47 WIB

Tebing Longsor Cinekol Desa Petir Kab Bogor Makan Korban

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:44 WIB

GEGER BAZNAS ENREKANG: Dalih ‘Bukan Uang Negara’ Dibongkar LBH Ansor! Logika Sesat, Amanah Zakat Lebih Suci dari APBN

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:31 WIB

Ratusan Personel Gabungan Amankan Kirab Budaya dan Karnaval Berkuda di Garut

Berita Terbaru

Berita terbaru

Tebing Longsor Cinekol Desa Petir Kab Bogor Makan Korban

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:47 WIB