BARITO TIMUR, MNP – Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Dinas Perhubungan berencana memanfaatkan lahan kosong seluas kurang lebih satu hektare di belakang Kantor Dinas Perhubungan sebagai rest area bagi kendaraan angkutan lintas provinsi.
Inovasi ini diharapkan menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan di kawasan Bundaran Gunung Perak, meningkatkan keselamatan berlalu lintas, serta membuka peluang penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir.
Dikutip dari media canter.baritotimurkab.go.id, dalam keterangannya, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Timur, Edius Uhing, melalui Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan (LLA), David Anggen, menjelaskan bahwa meningkatnya arus kendaraan dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur yang melintasi Barito Timur menjadi dasar perencanaan pembangunan rest area tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama ini kendaraan bertonase besar, seperti trailer, lobo, dan truk angkutan barang, masih banyak berhenti di bahu jalan nasional maupun jalan provinsi untuk beristirahat.
Kondisi tersebut menyebabkan penyempitan badan jalan, mengurangi jarak pandang pengendara lain, dan berpotensi memicu kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas.
“Kondisi ini semakin terasa saat pasar mingguan di Tamiang Layang setiap Senin dan di Ampah setiap Jumat. Karena itu diperlukan inovasi agar kendaraan besar memiliki tempat berhenti yang lebih aman dan tertata,” ujar David, Kamis (23/7/2026).
Lahan yang berada di belakang Kantor Dinas Perhubungan, tidak jauh dari Bundaran Gunung Perak, akan ditata dan dilakukan pengerasan sehingga dapat difungsikan sebagai lokasi istirahat kendaraan angkutan maupun pengguna jalan lainnya.
Kedepan, kawasan rest area juga direncanakan dilengkapi fasilitas dasar seperti toilet (WCK). Selain itu, masyarakat akan diberi kesempatan memanfaatkan area tersebut untuk membuka warung atau usaha kecil sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Pada tahap awal, lokasi tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai tempat antrean truk pengisian bahan bakar minyak (BBM).
Dengan demikian, antrean kendaraan yang selama ini berada di tepi jalan dapat dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan tertata, sehingga membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar Bundaran Gunung Perak.
Selain meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, pengelolaan rest area ini juga diproyeksikan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sistem parkir yang lebih tertib.
Penataan kendaraan berat di satu kawasan juga diharapkan memberikan nilai tambah dari sisi estetika lingkungan.
Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Timur berharap rencana pembangunan rest area ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
Hal itu agar dapat segera direalisasikan sebagai langkah strategis dalam menghadapi meningkatnya volume kendaraan di ruas jalan lintas provinsi yang melintasi Kabupaten Barito Timur.
![]()
Penulis : Yulius Yartono
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan