Anak Jabar Dikepung 8 Bahaya Laten, KPAID Gandeng Pangdam III/Siliwangi untuk Turun Tangan

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, MNPFenomena gunung es tengah membayangi masa depan generasi muda di Jawa Barat. Di balik permukaannya yang tampak tenang, tersimpan potensi ledakan masalah sosial yang luar biasa jika terus diabaikan.

Menyikapi urgensi ini, Forum Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Jawa Barat menggelar pertemuan strategis dengan Panglima Kodam (Pangdam) III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, di Markas Kodam III/Siliwangi, Bandung, pada Rabu (24/6/2026).

Dipimpin langsung oleh Ketua Forum KPAID Jabar, Ato Rinanto, pertemuan ini bukan sekadar diskusi formal. Ini adalah ruang refleksi mendalam sekaligus persiapan menyambut Hari Anak Nasional (HAN) pada 23 Juli 2026 mendatang.

Berdasarkan data yang dipaparkan KPAID Jawa Barat, dari total 52 juta populasi penduduk di Tatar Pasundan, 31 persen atau setara dengan 15,6 juta di antaranya adalah anak-anak.

Angka yang besar ini sayangnya harus berhadapan dengan distorsi moral yang kian mengkhawatirkan.

Ato Rinanto mengungkapkan ada 8 ancaman nyata yang siap merusak mental dan psikologis anak kapan saja.

Bahaya tersebut antara lain kecanduan Gadget dan Digitalisasi Negatif, Seks Bebas, Tindakan Kriminalitas Anak, Eksploitasi Anak, Bullying (Perundungan), Paparan Radikalisme, Stunting (Mengintai sejak dalam kandungan) dan Jeratan Narkoba serta Alkohol.

​”Anak dari keluarga menengah ke bawah kini sangat dekat dengan alkohol, sementara anak dari keluarga menengah ke atas didekatkan dengan narkoba. Ini butuh penanganan yang sangat serius,” ujar Ato Rinanto prihatin.

Di tengah kepungan delapan ancaman tersebut, KPAID Jabar menegaskan bahwa benteng pertahanan terbaik bukan berada di ruang kelas atau lembaga hukum, melainkan di dalam rumah.

Keluarga adalah madrasah pertama dan utama. Sosok orang tua harus hadir sebagai perisai yang melindungi dan mengarahkan masa depan anak-anak mereka.

​Kisah Inspiratif Mayjen TNI Kosasih, Dari Marbot Masjid Menjadi Jenderal
​Bukti nyata keajaiban pola asuh keluarga tercermin langsung pada sosok Mayjen TNI Kosasih.

Sang Panglima yang akrab dijuluki “Jenderal Santri” ini adalah bukti sahih bagaimana keterbatasan ekonomi keluarga sederhana mampu melahirkan pemimpin besar lewat kekuatan doa.

​Mayjen TNI Kosasih mengenang masa kecilnya yang penuh perjuangan. Saat SMA, ia sudah menjadi marbot masjid dan kerap tidur di sana karena keterbatasan ruang di rumahnya.

Namun, kekuatan kata-kata positif dari orang tua menjadi bahan bakar kesuksesannya.

​”Dulu, orang tua saya selalu bercerita tentang Pangdam III/Siliwangi terdahulu yang juga bernama Pak Kosasih. Mereka terus mendoakan saya agar bisa seperti beliau. Alhamdulillah, hari ini doa itu dikabulkan Allah SWT. Saya berdiri di sini sebagai Pangdam III/Siliwangi,” kenang sang Jenderal bintang dua dengan penuh rasa syukur.

Film ‘Jenderal Urang’: Dedikasi dan Panduan Pola Asuh untuk Orang Tua
​Pertemuan emosional ini juga mematangkan rencana produksi film biografi inspiratif berjudul “Jenderal Urang”.

Judul ini diangkat sebagai bentuk penghormatan atas aksi heroik Mayjen TNI Kosasih dalam menyelamatkan anak-anak saat ia masih menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 062/Tarumanagara Garut.

Bagi KPAID, kepedulian sang Jenderal melampaui tugas kedinasannya sebagai militer.

Mayjen TNI Kosasih menyambut hangat proyek sinematik ini dan berharap film tersebut tidak sekadar menjadi tontonan hiburan.

​”Saya berharap film Jenderal Urang ini nantinya bisa menjadi inspirasi mendalam bagi para orang tua di luar sana tentang bagaimana cara mendidik, mengarahkan, dan mendoakan anak-anak mereka hingga berhasil,” pungkasnya.

​Sinergi antara komitmen militer dan lembaga perlindungan anak menjadi secercah harapan. Anak-anak Jawa Barat tidak boleh berjalan sendirian menghadapi kerasnya zaman, karena di tangan merekalah masa depan bangsa ini dipertaruhkan.

Loading

Penulis : Mon

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

KAPOLRES KETUT YOGA PIMPIN SERTIJAB! 5 Pejabat Utama Polres Enrekang Resmi Berganti
Selamatkan 107 Ribu Jiwa, Polres Garut Sita Ratusan Gram Sabu hingga Ribuan Obat Terlarang
Antisipasi Titik Risiko Kebakaran, BPBD Kota Tasikmalaya Bakal Tambah Mako Damkar
73 TITIK RAWAN! Polres Enrekang Gelar Apel Pasukan Siaga Karhutla, 2 Kecamatan Data Menyusul
SIAGA DARURAT! Bupati Enrekang Instruksikan Antisipasi Karhutla & Krisis Air di Puncak Kemarau
PT Indopenta Sejahtera Abadi Diduga Manfaatkan Program PTSL: 117 SHM, 75 Persen Dimiliki Karyawan?
Usut Jaringan Benih Lobster, Polres Garut Dalami Dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang
Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Rutan Pemalang Gelar Donor Darah Bersama PMI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:06 WIB

KAPOLRES KETUT YOGA PIMPIN SERTIJAB! 5 Pejabat Utama Polres Enrekang Resmi Berganti

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Selamatkan 107 Ribu Jiwa, Polres Garut Sita Ratusan Gram Sabu hingga Ribuan Obat Terlarang

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Antisipasi Titik Risiko Kebakaran, BPBD Kota Tasikmalaya Bakal Tambah Mako Damkar

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:47 WIB

73 TITIK RAWAN! Polres Enrekang Gelar Apel Pasukan Siaga Karhutla, 2 Kecamatan Data Menyusul

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:44 WIB

SIAGA DARURAT! Bupati Enrekang Instruksikan Antisipasi Karhutla & Krisis Air di Puncak Kemarau

Berita Terbaru