Aksi Heroik Kades Budidaya Aan Kurniawan, Selamatkan Tiga Warga Terseret Banjir

Kamis, 27 Oktober 2022 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidomulyo, MNP – Hujan yang tiada henti yang terjadi pada rabu petang hingga kamis pagi (26/10/2022), sebabkan banjir dan kerusakan di beberapa wilayah di kecamatan Sidomulyo kabupaten Lampung Selatan.

Dalam peristiwa dini hari itu, ada kisah heroik seorang Kades yang berada di Bumi Khagom Mufakat itu, kepala desa Budidaya Aan Kurniawan patut di apresiasi atas keberaniannya.

Pasalnya, Kades ini menolong 3 warganya yang terseret banjir disaat air meluap hingga menghancurkan sebagian rumah dari pasangan Riki Sanjaya (32) dan Ratna Kurniawati (30) serta adiknya Fadil (26) yang berada di dusun I RT/RW 001/001 Desa Budidaya Kecamatan Sidomulyo, pada Kamis (26/10) sekitar pukul 04.00 WIB.

Dilokasi Riki memaparkan kepada media cerita, berawal dari curah hujan yang cukup tinggi yang mengakibatkan banjir, dikarenakan terjangan arus air yang cukup deras mengakibatkan tembok kamarnya jebol dan menyeret dirinya dan isterinya hingga adiknya yang berada dalam ruang tersebut.

“Pertama banjir, disaat sedang beres-beres dokumen penting, air tambah besar, tiba-tiba genteng di atas rumah berjatuhan menimpa saya, terus temboknya jebol selanjutnya kita bertiga terbawa arus,” ucapnya.

Riki mengatakan, bahwa isterinya Ratna Kurniawati tersangkut di pohon jambu dan dirinya bergantungan dengan spring bed yang ada di dekatnya, serta adik iparnya bersama dengan dirinya.

Namun, setelah beberapa menit terapung di pusaran air yang deras itu, kepala desa Aan tiba di lokasi, tanpa pikir panjang beliau itu mencari tali tambang untuk dikaitkan dengan dirinya dan langsung terjun untuk menolong ke tiga warganya itu.

“Pak Kades datang dan langsung terjun ke dalam air membantu kami, alhamdulillah kami bertiga selamat,” lanjutnya

Ditemui di kediamannya kepala desa Budidaya Aan kurniawan menyatakan, terkait dirinya menyelamatkan ketiga warganya itu dari peristiwa yang terjadi, bukan semata karena ingin mendapat pujian, melainkan dorongan hati nurani melihat ada yang butuh pertolongan.

“Dengan tinggi air sekitar 180 meter, secara manusiawi takut melihat air sebesar itu, tapi namanya spontanitas, hati nurani melihat orang yang membutuhkan pertolongan,” tutupnya.

Tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut, namun korban mengalami luka ringan dan kerugian sekitar Rp. 20.000.000. (Jaja)

Loading

Berita Terkait

Perkara Sidang Lingkar Dadaha: JPU Tuntut Bebas Tiga Terdakwa Penganiayaan, Dinilai Bela Orang Tua
PJU Padam 10 Hari, Warga Jalan 45 Tamiang Layang Geram: Jalan Gelap, Instansi Terkait Saling Lempar Tanggung Jawab.
Dugaan Korupsi Proyek Cetak Sawah di Enrekang: Oknum Main-main dengan Anggaran Rakyat
SD IT Pesantren Cipansor Jadi Tuan Rumah Seleksi Terpadu O2SN, Pentas PAI, dan FLS3N
Krisis Ruang Kelas dan Tenaga Pengajar, SDN Torowek Kadipaten Berharap Perhatian Pemerintah
171 Jemaah Haji Garut Siap Berangkat, Bupati Ingatkan Jaga Fisik dan Mental
Dapur MBG Sungkai Bersatu Kini Miliki IPAL, Wujud Kepedulian Terhadap Lingkungan
‎Festival Seni Budaya Sayang Heulang Angkat Pesona Garut Selatan ‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 19:01 WIB

Perkara Sidang Lingkar Dadaha: JPU Tuntut Bebas Tiga Terdakwa Penganiayaan, Dinilai Bela Orang Tua

Senin, 13 April 2026 - 18:06 WIB

PJU Padam 10 Hari, Warga Jalan 45 Tamiang Layang Geram: Jalan Gelap, Instansi Terkait Saling Lempar Tanggung Jawab.

Senin, 13 April 2026 - 15:20 WIB

Dugaan Korupsi Proyek Cetak Sawah di Enrekang: Oknum Main-main dengan Anggaran Rakyat

Senin, 13 April 2026 - 13:34 WIB

SD IT Pesantren Cipansor Jadi Tuan Rumah Seleksi Terpadu O2SN, Pentas PAI, dan FLS3N

Senin, 13 April 2026 - 11:37 WIB

Krisis Ruang Kelas dan Tenaga Pengajar, SDN Torowek Kadipaten Berharap Perhatian Pemerintah

Berita Terbaru