Ada Pungli di Puskesmas Kecamatan Cibitung? Ketua AWIIBB Sukabumi Raya Angkat Bicara

Sabtu, 24 Mei 2025 - 22:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukabumi, MNP – Dunia kesehatan di Kabupaten Sukabumi dicemari oleh ulah oknum Puskesmas Kecamatan Cibitung.

Puskesmas yang seharusnya berada di garda terdepan dalam penanganan kesehatan, diduga malah mempersulit warga masyarakatnya yang saat itu sangat membutuhkan penanganan kesehatan.

Salah seorang warga yang hendak meminta pertolongan untuk diantar ke rumah sakit rujukan karena anaknya sakit step malah dipinta uang biaya penggunaan ambulans.

Pengakuan dugaan pungutan liar (pungli) tersebut diketahui dari Panglima Jampang Tandang Makalangan, Ustadz Peci Merah yang dikenal eksis membela warga masyarakat.

Diceritakan, Ustadz Peci Merah mendapat laporan dari Jatnika bahwa anaknya sakit step dan dibawa ke puskesmas Kecamatan Cibitung Kabupaten Sukabumi.

Sesampainya di puskesmas dinyatakan harus dirujuk kerumah sakit di Jampang, tapi saat mau dirujuk (dibawa), Ibunya (istri Jatnika) meminta pihak puskesmas untuk mengantar menggunakan mobil ambulan puskesmas karena saat itu selain kondisi cuaca sedang hujan.

Selain itu, si anak pun dalam kondisi yang semakin memburuk, tapi pihak puskesmas malah meminta uang sebesar Rp.200 ribu yang katanya itu adalah biaya administrasi penggunaan ambulan yang harus dibayar oleh keluarga pasien.

Karena saat itu mereka sekeluarga tidak ada yang membawa uang, akhirnya di putuskan untuk segera membawa anak tersebut ke rumah sakit Jampang dengan menggunakan sepeda motor.

Ustadz Peci Merah menyebut, meski dengan perasaan panik dibawah cucuran air hujan, tapi pihaknya bersyukur bisa sampai juga ke rumah sakit Jampang.

“Jujur saya jengkel mendengar laporan mengenai prilaku oknum pihak puskesmas seperti itu, harusnya mereka tangani dulu anak itu,” tegasnya.

Menurut Ustadz Peci Merah, jika urusan bayar ambulan itu peraturan puskesmas, Nanti dirinya yang bayar.

“Semoga kejadian ini jadi bahan perhatian untuk dinas kesehatan di Kabupaten Sukabumi,Tutur Ustad Peci Merah,” harapnya.

Sementara itu, Ketua DPC.AWIBB Sukabumi Raya Erik Surya Sumantri merasa prihatin dengan kejadian yang di alami salah satu warga masyarakat di wilayah Jampang.

Padahal mereka harus membawa anaknya yang sakit dan membutuhkan pertolongan kesehatan dari pihak Puskesmas Kecamatan Cibitung, namun terkesan mempersulitnya.

Mirisnya lagi, saat beliau minta pada puskesmas untuk membawanya dengan ambulan, malah dalih harus membayar biaya ambulan sebesar Rp 200 ribu.

Menurut Erik Surya Sumantri, hal ini sangat tidak pantas diucapkan oleh pihak puskesmas saat kondisi keluarga pasien sedang genting atau darurat, Dimana nurani sebagai figur pekerja kesehatan?

Apa pantas memperlakukan masyarakat yang jelas-jelas anggota keluarganya dalam kondisi darurat dan harus segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit malah dipersulit. ”

“Sadar dirilah, bagaimana kalau kejadian serupa juga menimpa pada dirinya ?, Ujar Erik Geram,

Dalam waktu dekat ini rencananya DPC AWIIBB Sukabumi Raya akan segera beraudensi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi untuk membahas masalah tersebut.

“Bila perlu kami akan meminta untuk memberi sangki pada oknum puskesmas Kecamatan Cibitung agar jadi pembelajaran kedepannya jangan sampai ada lagi hal semacam itu di wilayah Kabupaten Sukabumi ini.

“Tolong hargailah dan layanilah warga masyarakat dengan sebaik-baiknya, Itu saja dulu yang bisa saya katakan saat ini, Untuk selanjutnya tunggu hasil audensi kami dari DPC.AWIBB Sukabumi Raya nanti dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi,” pungkas Erik.

Loading

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Waspada Dampak Debu Vulkanik, Polres Garut Bagikan 500 Masker Gratis Masker
Komunitas U$$ Sikapi Informasi Dugaan Transaksi Narkoba, Modus Operandi Titip Armada Bus
Banggakan Kota Tasikmalaya, SDN Panglayungan Borong Dua Tropi di LOBB Jawa Barat
Penerima Becak Listrik Tasikmalaya Ikut Pembekalan di Brigif
Beda Keterangan dan Data ‘Sentuh Tanahku’, Karang Taruna Pertanyakan Aset Desa Mekarwangi
Kolaborasi ORADO Gunungsitoli dan Kodim 0213/Nias, Siap Gelar Turnamen Domino Piala Panglima TNI
Penelusuran Proyek APBN Rp24 M Way Katibung: Pelanggaran Bisa Berujung Pidana
Jaga Kesehatan Pendamping Pasien, Primaya Hospital Bagikan 2.000 Paket Mini MCU di Hari Pelanggan Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 19:36 WIB

Waspada Dampak Debu Vulkanik, Polres Garut Bagikan 500 Masker Gratis Masker

Senin, 7 September 2026 - 18:17 WIB

Komunitas U$$ Sikapi Informasi Dugaan Transaksi Narkoba, Modus Operandi Titip Armada Bus

Senin, 7 September 2026 - 17:12 WIB

Banggakan Kota Tasikmalaya, SDN Panglayungan Borong Dua Tropi di LOBB Jawa Barat

Senin, 7 September 2026 - 15:25 WIB

Penerima Becak Listrik Tasikmalaya Ikut Pembekalan di Brigif

Senin, 7 September 2026 - 10:04 WIB

Beda Keterangan dan Data ‘Sentuh Tanahku’, Karang Taruna Pertanyakan Aset Desa Mekarwangi

Berita Terbaru

Berita terbaru

Penerima Becak Listrik Tasikmalaya Ikut Pembekalan di Brigif

Senin, 7 Sep 2026 - 15:25 WIB