Sidomulyo, MNP – SMP 3 Sidomulyo yang berlokasi di desa Siring Jaha kecamatan Sidomulyo, kabupaten Lampung Selatan diduga menahan ijazah murid kelulusan ajaran tahun 2020.
Bukan tanpa sebab, hanya dikarenakan belum membayar sumbangan pembangunan paving block sebesar Rp 125 ribu persiswa, terpaksa para alumni harus gigit jari tak mendapat ijazah.
Salah seorang alumni SMPN 3 Sidomulyo inisial AS menmbenarkan, ijazahnya ini ditahan pihak sekolah hanya dikarenakan belum membayar sumbangan pembangunan paving block lapangan sekolah sebesar Rp 125 ribu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Senada, almuni lain inisial NP alumni SMPN 3 Sidomulyo menyebutkan, jika ijazahnya pun masih di tahan pihak sekolah.
“Iya pak ijazah saya juga ditahan sama pihak sekolahan, karena belum bayar iuran pembangunan paving block sebesar Rp.125.000,” sebut NP, Selasa (31/01/2023).
“Dulu pernah saya pinjam ijazah untuk di foto copy tapi harus ninggalin handphone gitu, kalau tidak mau, tidak akan dipinjamkan ijazahnya, itu kata salah satu guru kepada saya pak,” imbuhnya.
Saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Kepala SMPN 3 Sidomulyo Yuni Fitri tidak menampik isu beredar tentang penahanan ijazah.
“Oo terkait ijazah siswa yang infonya ditahan? Mohon maaf kami tidak pernah ada penahanan ijazah, masalah ini sudah clear,” kata Yuni.
Dirinya meminta yang bersangkutan (alumni) untuk datang langsung ke sekolah mengambil ijazahnya, dan terkait ini sih ada empat media semua clear.
Yuni menjelaskan, untuk program paving blok itu tahun 2020 dan sekarang sudah lama selesai. Adapun, Info yang disampaikan itu tentang ijazah yang ditahan, ditegaskan tidak pernah ada penahanan.
“Sepertinya kurang info yang diterima, kalau hanya masalah paving block yang dibahas sekarang, jadi info itu saya sampaikan karena terkait isu beredar ada penahan ijazah karena belum bayar,” bebernya.
Terkait ijazah yang disampaikan tidak secara langsung oleh kepala SMPN 3 Sidomulyo, awak media meminta izin untuk kroscek lapangan terkait ijazah siswa yang masih ditahan.
“Monggo (silahkan) mas,” tandas Kepala SMPN 3 Sidomulyo.
Dari sini, awak media masih menemukan beberapa siswa alumni SMPN 3 Sidomulyo, yang ijazahnya masih ditahan oleh pihak sekolah. (Red)
![]()









Tinggalkan Balasan