BOGOR, MNP – Kedai Jamu di Jalan Sindang Barang Pengkolan, dekat Lampu Merah Simpang Bubulak, sekitar Komplek IPB 2 Ciherang, sudah berjalan sekitar satu tahunan, disinyalir selain menyediakan dan menjual beragam produk jamu kesehatan, kedai itu juga menyediakan dan menjual belikan beragam jenis serta merk minuman keras (ber-Alkohol), yang terbilang cukup diminati oleh banyak penikmatnya, yang didominasi kalangan anak usia muda.
Hal tersebut diketahui berdasarkan pantauan Tim dari Media ini, pada hari Kamis Sore hingga Malam (5/11/2026). Beragam jenis dan merk yang diduga minuman ber-Alkoholnya tersebut, antara lain, ada Arak Bali beragam ukuran botol kemasan, Bazoka (jenis minuman mirip Arak Bali yang disebut Bazoka oleh para pembeli/konsumennya), ada juga yang mereka sebut Inex, ada Anggur Kolesom dan Anggur Merah, ada Arak Hitam merk AO, dll.
Kesemuanya itu diduga disesuaikan dulu dengan minat konsumen yang jadi para pelanggannya. Dengan dugaan, jika dari jenis A itu banyak disukai atau diminati konsumen, maka jenis A itulah yang diperbanyak stoknya oleh si penjual/pedagangnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dikonfirmasikan tentang dinamika usaha di Kedai Jamu tersebut, seorang yang mengaku bernama Rudhy, yang sebelumnya pernah juga menjaga dan mengelola di Kedai Jamu tersebut, serta sekarang tengah mengelola Kedai Jamu lain dengan produk serupa, yang menurutnya dibuka di seputar wilayah Kecamatan Ciampea.
Dia mengakuinya, baik Kedai yang kini tengah dikelola oleh penerusnya, yang di Lampu Merah Simpang Bubulak, maupun Kedai Jamu yang kini tengah dikelolanya di wilayah Ciampea, itu masih satu pemilik alias masih satu Bos utama.
Lalu, terkait kenapa Kedai Jamunya tadi terkesan bisa bebas menjual belikan Miras itu, menurut Rudhy, di dalam perbincangan via telepon What’s App-nya, dengan KaTim media ini kemarin, itu karena fihaknya telah beres dan rapi kordinasi, dengan aparat setempat (terkait otoritas wilayah, ini dengan bahasa insan PERS : red).
Keterangan Rudhy dalam percakapan di telepon itu jelas memicu pertanyaan kritis, tentu dari Jurnalis. Dan didalam tanya jawab di telepon itu, Rudhy juga menyatakan apa maksud dari pernyataannya, yang menurutnya sudah beres dan sudah rapi kordinasi dengan fihak aparat dari wilayah setempat.
Ketika ditanya apakah aparat itu dari fihak di “Kecamatan, Polsek dan Koramil” yang disebut “Forkopimcam ?” Ataukah dari pemerintah desa ? Rudhy menjawab : (pokoknya menurut Bos Kita, semuanya itu sudah beres dan rapi), dan yang mengurus itu semua Bos nya juga. Tapi untuk nilai berapa-berapanya, Rudhy mengaku tidak tahu.
Ketika urusan tersebut dikonfirmasikan kepada Camat sesuai wilayah, yakni Camat Dramaga, Atep Soleh Sumaryo, dia merespons cepat dengan balasan pesan teks juga. Namun, pada pesan teks What’s App nya tersebut terkesan bernada marah, entah apa penyebabnya.
Padahal Tim media ini hanya menanyakan tidak lebih dari dua kata, yakni “Benarkah demikian ?” itu di penghujung artikel mukadimah pesan, serta pemaparan kronologinya, yang memicu pertanyaan tersebut. Dan pertanyaan serupa, dilayangkan juga pada Kapolsek Dramaga, serta Bhabinsa Ciherang. Berikut ini respon Camat Dramaga dimaksudkan.
“Forkopimcam yang mana?????” “Kan saya forkopimcamnya,” “Tanya sama dia siapa fprkopincamteh, sembarangan aja kenal juga kaga”
Berbeda dengan respons dari Kapolsek Dramaga, Iptu. M. Zalukhu, dirinya masih mampu memberi kan jawaban beradab ke Jurnalis yang konfirmasi perihal yang sama tadi, meskipun begitu datar karena tanpa tanda baca, di dalam pesan teks WA pribadinya tersebut. Begini jawaban Kapolsek.
“Baik pak terima kasih infonya akan kami follow up dan di pastikan bahwa hal tersebut tidak benar dan saya akan boorkoordinasi dengan sat pol PP yg punya kewenangan perda untuk bersama2 kita lakukan penertiban” demikian dari pesan teks Kapolsek itu.
Berbeda lagi respons dari Bhabinsa Desa Ciherang, masih melalui jawaban dari pesan teks di What’s App pribadinya juga, dia mengaku tengah di luar kota, yakni di Jakarta, di kegiatan pengamanan dan tugas pengawalan kondusifitas Bangsa dan Negara. Begini jawaban yang disampaikannya.
“Selamat siang. Saya belum monitor info ini sebelumnya Bang. Sorry slow respon Bang. Posisi Sy masih di Jakarta.
Siap Bang. Terima kasih juga Do’a dan harapan ABG buat saya salam melaksanakan amanat negara dalam pengawalan kondusifitas Bangsa dan Negara tercinta ini Bang. Tetap semangat🙏💪🇮🇩.”
Demikian jawaban yang diberikan Bhabinsa TNI, untuk Desa Ciherang itu pada KaTim media ini, juga melalui aplikasi What’s Appnya, Jum’at siang ini (6/11/2026).
Sekedar pesan moral penulis dan sosok yang tidak perlu dihargai oleh siapa pun, karena tak punya pangkat dan jabatan, tak berpengaruh dan tak memiliki harta benda duniawi yang menjadikan Saya layak dipandang dan dihargai.
Terlebih oleh orang-orang hebat pemilik jabatan dan berpangkat, termasuk oleh bagian dari para Umaro negeri ini, bahkan meski baru oleh sekelas Camat atau yang berada di bawahnya. Apa pun kebaikan yang disodorkan, terlebih jika untuk kebaikan dan dilakukannya dengan cara yang baik, mestinya jangan lihat dari siapa kebaikan itu datang, tapi lihatlah nilai substansi kebaikan itu sendiri.
![]()
Penulis : Asep Didi
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan