TASIKMALAYA, MNP — Suasana penuh semangat pelestarian budaya menyelimuti Gedung Kreatif Center Dadaha, Kota Tasikmalaya, saat Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya secara resmi menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu Tahun 2026 untuk jenjang SD dan SMP tingkat Kota Tasikmalaya.
Kegiatan ini mengusung mata lomba Nembang (Pupuh) dengan tema “Ngajalestarikeun Budaya Sunda, Kuatkeun Jati Diri Bangsa”.
Acara berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Dr. H. Rojab Risman Taufik, S.Sos., M.Si., Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Sekretariat Daerah Kota Tasikmalaya, Hj. Hesti Widiawati, S.E., M.M.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Nampak hadir juga perwakilan Komite SMP dan Komite SD Kota Tasikmalaya, para kepala sekolah, juri, serta ratusan peserta lomba dan pendamping dari jenjang SD maupun SMP se-Kota Tasikmalaya.
Dalam sambutannya, Rojab Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan bahasa serta budaya daerah di kalangan generasi muda.
“Bahasa ibu adalah jati diri bangsa. Melalui festival ini, kita berharap anak-anak tidak hanya mahir berbahasa daerah, tetapi juga bangga akan warisan leluhur mereka,” ujarnya di hadapan para peserta dan undangan.
Para peserta tampil dengan penuh percaya diri dan penghayatan membawakan pupuh-pupuh tradisional. Antusiasme terlihat jelas dari penampilan peserta maupun kehadiran para pendamping yang memenuhi ruangan Gedung Kreatif Center Dadaha.
Festival Tunas Bahasa Ibu bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah strategis untuk menanamkan rasa cinta terhadap bahasa dan budaya daerah sejak dini.
Diharapkan melalui kegiatan ini, bahasa dan budaya Sunda semakin terjaga, terus dilestarikan, dan tumbuh subur di hati generasi muda Kota Tasikmalaya.
![]()
Penulis : Ist
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan