TASIKMALAYA, MNP – UPTD Puskesmas Cibeureum melaksanakan kegiatan Lokakarya Mini Tribulanan di Aula Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, pada Selasa (15/09/2026).
Forum ini menjadi ruang krusial untuk mengevaluasi capaian program, menyusun agenda kerja tiga bulan ke depan, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Cibeureum, Muhamad Anwar Syafaat, Kepala UPTD Puskesmas Cibeureum, drg. Titin Hajari, perwakilan TNI, Polri, BPBD Kota Tasikmalaya, tokoh masyarakat, serta seluruh tenaga kesehatan dan kader mitra binaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala UPTD Puskesmas Cibeureum, drg. Titin Hajari, menyampaikan bahwa lokakarya berjalan dengan lancar dan menghasilkan komitmen bersama demi meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi warga Kecamatan Cibeureum.
“Lokakarya ini merupakan wadah penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi lintas sektor. Diharapkan hasil dari pertemuan ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik lagi bagi masyarakat,” ujar drg. Titin kepada awak media.
Dalam gelaran tersebut, Puskesmas Cibeureum juga memaparkan dua agenda program prioritas kesehatan masyarakat:
Puskesmas Cibeureum menggelar edukasi mendalam mengenai pentingnya pemeriksaan HPV DNA untuk mencegah risiko kanker serviks.
Edukasi yang disampaikan oleh tenaga medis ini difokuskan pada pemahaman tata cara pemeriksaan dan keunggulan tes HPV DNA ketimbang metode lainnya.
Melalui kesadaran ini, masyarakat diharapkan lebih tanggap melakukan pemeriksaan dini guna menekan angka kesakitan akibat kanker serviks.
Sebagai upaya menekan penularan TB hingga tuntas, Puskesmas memberikan sosialisasi dan pembinaan konsep Kelurahan Siaga TB kepada para kader dan tokoh masyarakat.
Program ini bertujuan menciptakan wilayah yang mandiri dan tanggap dalam menemukan kasus, mencegah penularan lewat perubahan perilaku, serta mendampingi pasien hingga sembuh total.
“Kami berharap seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Cibeureum dapat berperan aktif mewujudkan wilayah bebas penularan TB, sehingga kasus tuberkulosis di daerah kita dapat terus menurun dan akhirnya tereliminasi,” pungkas drg. Titin.
![]()
Penulis : Ist
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan