BOGOR, MNP – Telah terjadinya dugaan transaksi titip paket narkoba berjenis ganja, di sebuah terminal Bus Tipe B milik Pemda Kota Bogor-Jawa Barat, dengan modus operandi menitipkan pada Armada Bus (transportasi umum massal), untuk distribusi barang paketan tersebut.
Paket barang haram tadi disebut-sebut dikemas hingga dikirimkan melalui sebuah Perusahaan Jasa antar kirim barang, nyaris berhasil mengecoh agent loket penjualan tiket Bus, jika tidak digagalkan oleh para petugas di terminal, Rabu malam (2/9/2026) yang lalu.
Menyikapi itu, Ketua Komunitas Urang Sunda Sa’uyunan (U$$), AD Sumantri, yang akrab disapa Kang Asep, dengan tajam angkat bicara, guna menyikapinya sekaligus mengkritisi kinerja kolektif dari para Pengurus Terminal, terkait dugaan kejadian tersebut pada Kamis (3/9/2026) lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Kang Asep kasus tersebut amat janggal, janggalnya kenapa bisa kejadian di terminal yang diurus bersama, oleh dua manajemen, yakni pihak Dishub Kota Bogor, bersama Pengurus dan seluruh Anggota Koperasi mitra utama dan melekat Dishub Kota Bogor, untuk mengurus ragam bidang usaha di wilayah terminal tipe B tersebut.
“Kok mereka semua itu bisa kecolongan begitu, dengan kasus sensitif beresiko seberat itu, di otoritas kerja mereka. Hal itu yang janggal,” kata Kang Asep.
Menurutnya, jika kejadian itu benar adanya, terlebih jika info tersebut disertai barang bukti hasil sitaan, yang diamankan petugas berwenangnya, maka itu menjadi preseden buruk kinerja para pengurus di terminal tersebut.
Mulai dari Pengurus di PO Bus, Pengurus Terminal atau petugas dari Dishub Kota Bogor, serta Pengurus di Koperasi tersebut, selaku mitera melekat Pengurus Terminal, yang nota bene Pengendali dinamika dari beragam pelaku usaha di areal terminal, jelas telah kecolongan.
“Ibarat dalam pepatah lamanya, karena tidak sedia payung sebelum hujan, basah kuyuplah sekujur tubuh, demikian,” ungkap Kang Asep.
Dirinya menyebut, jika informasi tersebut terbuktikan dan benar adanya, apalagi barang buktinya itu benar-benar hingga puluhan kilo gram, sudah mengendapnya lebih dari sehari semalam, di Loket Agen PO Bus tersebut, itu sangat mencurigakan banyak pihak, patut untuk segera didalami dan usut tuntas.
“Pengembangan dari kronologis awalnya saja, kasus itu ditemukan pihak aparat berwenang, bersama sejumlah unsur terkait lainnya dari intern pengurus terminal, serta penjaga Loket PO terkait, karena itu kasusnya jadi terasa janggal,” tegasnya.
Lanjut Kang Asep, mengenai dimana letak kejanggalannya tersebut, jangan-jangan selama ini pemilik dan pelaku sudah sering menitipkan barang haram serupa itu, melalui Agency Jasa Antar Kirim Barang, dititipkan lagi ke Armada PO Bus tertentu, yang dipilih pemilik atau pengirim barangnya.
Bahkan mungkin saja itu sudah berjalan sekian lama, tapi pihak agen PO Bus/penjual tiket, hingga pengurus terminal tidak mengetahui itu, dan baru kali ini pihak pemilik atau pengirim barang haram tersebut kena apesnya.
“Atau sebaliknya, baru kali ini mencoba menjajaki di terminal ini tapi langsung kena apes, saat memulai sekaligus jadi saat akhir aktifitas haram mereka, itu analisa Pribadi Saya,” tandas Kang Asep.
Tapi, kata Kang Asep, karena pihak dari yang ketitipan barangnya tadi diduga kecolongan, atau karena ketidaktahuannya sehingga menjadi suatu kelalaian, begitu pun dari pihak berwenang di atas tadi atau mungkin juga, akibat mengedepankan target omset/pemasukan (Uang : red).
Akhirnya jadi hilang kepedulian mereka terhadap kewaspadaan dan antisipasi dini secara preventif, atau rendahnya soliditas kinerja kolektif, dampak dari ego sektoral mereka masing-masing.
“Semua bisa saja terjadi, jika mereka dikalahkan oleh pengaruh Uang dan kuasa Jabatan, hingga berbagai alasan klasik manusiawi lainnya yang serba mungkin,” tegas Kang Asep.
Setelah menunggu lebih dari tiga hari, update info terkait kasusnya tersebut belum juga didapat. Dari 6 poin pertanyaan yang disampaikan media ini ke beberapa pihak terkait, di lingkup terminal tersebut yakni kepada, Pengurus/Penjaga Loket PO Bus, ke Kepala Terminal, serta ke KaPosPol setempat, juga para Petugas (Pengurus) terminal tersebut, seakan kompak untuk menjawab dengan jawaban serupa.
“Belum ada kabar atau tak tahu, karena hal itu masih di dalam tahap pengembangan APH dari SatRes Narkoba Polresta Bogor Kota,” itu kalimat yang sudah disampaikan di hari Kamis (3/9/2026) yang lalu yang diberikan oleh Kepala Terminal dan KaPosPol setempatnya, via pesan WhatsApp pribadinya.
Sedangkan Penjaga loket dari PO Bus terkaitnya, hingga saat ini masih memilih bungkam, tak diketahui alasan kenapa dirinya memilih bungkam. Hanya didapatkan jawaban secara langsung, dari salah seorang petugas Dishub Kota Bogor, selaku pengurus di terminal tersebut, disaksikan oleh Kepala UPTD Terminal, Kepala Terminal dan beberapa jajaran satu instansinya, di salah satu warung dalam lokasi terminal, pada Kamis (3/9/2026) menjelaskan kronologis dari kasus tersebut, kepada media ini.
Karena ternyata, dirinya beserta KaPosPol setempatlah, yang sudah berhasil mengungkap isi paket, yang tadinya akan dititipkan pengirimannya itu dengan menggunakan armada Bus dari terminal tersebut, ke tujuannya/penerima paket kiriman, yang disebut-sebut sudah menunggu di suatu tempat, di Kota tujuan, dari armada Bus yang dipilihkan oleh pengirim paketnya.
Menurut keterangannya, semua kejadian tersebut berawal dari kecurigaan Agen Tiket PO Bus terkaitnya, pada Rabu malam itu yang tak menyadari bahwa paket yang diterimanya berupa barang haram, tapi tidak lama berselang, si Agen menerima telepon dari seseorang, yang mengaku dari Mandailing dan sebagai pengirim barangnya.
Hingga 3 kali ditelepon dengan nomor penelepon berganti-ganti, menyebut isi paket titipannya pun 3 kali berubah-ubah (mulai dari Kopi, lalu Rokok dan terakhir Spare Part), serta tujuan pengiriman hingga penerimanya pun terus diubah ubah oleh si penelepon.
Dari situlah, si Agen Tiket Bus curiga, serta berinisiatif segera menghubungi pihak pengurus terminal dan KaPosPol, hingga akhirnya semua pihak sepakat membongkar kemasan paket, yang ternyata positif berisikan Narkoba jenis Ganja tadi. Demikian yang dijelaskan petugas Dishub berinisial (YB) tersebut, dengan ekspresi bangga.
Dengan kejadian tersebut, di wilayah tersebut, tentu kita semua berharap ada hikmat terbaiknya untuk ke depannya. Setidaknya bisa menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan pembelajaran, juga satu pengalaman berharga.
Bahwa benar, tidak semua perbuatan baik kita di Dunia ini, termasuk yang bisa menghasilkan uang atas upah kerja Kita/jasa Kita. Itu akan dilakukan serta dibalas orang lain, dengan cara yang sama baiknya.
Intinya, jangan karena itu dibayar, lantas tidak lagi peduli terhadap keamanan, keselamatan hingga kredibilitas Kita, termasuk terhadap nama baik Kita, yang mungkin saja dijadikan korban dari ambisi dan keserakahan seseorang, yang berpura-pura baik kepada Kita, dengan memberikan Kita sejumlah uang.
![]()
Penulis : Asep Didi
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan