ENREKANG, MNP – Lembaga Pemantau Keuangan Negara atau PKN Kabupaten Enrekang menyorot tajam pelayanan di Puskesmas Kecamatan Curio, Desa Sumbang.
Sorotan ini muncul setelah seorang aktivis PKN, Muhammad Moechtar, mengalami langsung dugaan pelayanan yang tidak memprioritaskan keselamatan pasien.
Muhammad Moechtar yang juga merupakan bagian dari LBH Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Enrekang, menceritakan dirinya mendampingi keluarganya yang berobat di Puskesmas Curio.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut pengamatannya, kondisi pasien saat itu masih sangat lemah, bahkan nyaris kehilangan kesadaran. Ironisnya, pihak Puskesmas sudah menyiapkan berkas dan berencana memulangkan pasien.
“Saya mempertanyakan kepada petugas mengenai alasan pasien hendak dipulangkan dalam kondisi masih sangat lemah. Padahal dokter berada di tempat saat itu. Namun, saya justru merasa seolah-olah mendapat tekanan ketika mempertanyakan kondisi pasien tersebut,” ujar Muhammad Moechtar, Jumat 15 Agustus 2026.
Pihak Puskesmas menyampaikan bahwa pemulangan dilakukan atas permintaan pasien sendiri. Namun sebagai keluarga, Moechtar mempertanyakan apakah kondisi medis pasien saat itu sudah benar-benar layak pulang atau masih butuh observasi lebih lanjut.
“Saya bukan mempersoalkan petugas secara pribadi. Yang saya persoalkan adalah keselamatan pasien dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia menilai, keluarga berhak mendapatkan penjelasan yang jelas dan profesional dari tenaga medis. Bukan perdebatan.
“Kalau pasien masih sangat lemah, bahkan nyaris tidak sadarkan diri, tentu keluarga berhak tahu alasan medis kenapa dinyatakan boleh pulang,” katanya.
Selain kejadian itu, Moechtar juga menerima laporan serupa dari masyarakat. Pada malam sebelumnya, ada orang tua pasien yang protes karena anaknya menunggu terlalu lama untuk ditangani petugas Puskesmas. Pelayanan baru diberikan setelah cukup lama menunggu dengan alasan yang tidak jelas.
“Ini yang perlu jadi perhatian serius Dinkes Enrekang. Jangan sampai masyarakat yang butuh pertolongan justru harus menunggu tanpa kepastian,” ujarnya.
Karena itu, PKN Enrekang mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang segera melakukan evaluasi dan monitoring menyeluruh terhadap Puskesmas, Pustu, dan fasilitas kesehatan lainnya.
Evaluasi diminta mencakup mekanisme penerimaan pasien, waktu tunggu, penanganan gawat darurat, komunikasi petugas dengan keluarga, hingga prosedur pemulangan pasien.
Moechtar mengapresiasi peningkatan pelayanan di RS Massenrempulu yang dinilai sudah lebih baik. Namun ia berharap perhatian yang sama juga diberikan ke Puskesmas dan Pustu sebagai ujung tombak layanan.
“Masyarakat datang ke Puskesmas bukan untuk dilayani seadanya. Kami minta pelayanan yang cepat, profesional, manusiawi, dan mengutamakan keselamatan pasien,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Rahmat Lamada
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan