MAROS, MNP – Kantor Cabang PT Sang Hyang Seri Sulawesi Selatan yang berlokasi di Jalan Kariango, Kabupaten Maros, diduga tidak berjalan optimal.
Pasalnya, Kepala Cabang PT SHS, Zulfikar, disebut-sebut sangat jarang berada di tempat dan hanya sesekali masuk kantor.
Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu pelayanan perusahaan negara yang kini berada di bawah naungan Danantara kepada petani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Informasi tersebut dihimpun awak media pada Jumat, 14 Agustus 2026, dari sejumlah sumber internal.
Menurut salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, dalam satu bulan Kepala Cabang Zulfikar bahkan bisa hanya satu kali masuk kantor.
“Kalau ada tamu atau ada urusan penting di kantor, kami hubungi Pak Kacab. Tapi jawabannya selalu ada alasan. Katanya sedang rapat di Kejati, di Polda Sulsel, atau standby di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Provinsi,” ujar sumber tersebut.
Keluhan serupa juga datang dari internal. Sumber itu menyebut rutinitas pimpinan yang tidak berada di kantor membuat koordinasi internal menjadi terhambat. “Pokoknya Pak Kepala malas masuk kantor,” keluhnya.
Padahal PT Sang Hyang Seri adalah perusahaan milik negara yang bergerak sebagai supplier utama bibit padi bersertifikat untuk kebutuhan petani di Sulawesi Selatan.
Terkait hal ini, wartawan mencoba mengonfirmasi langsung ke kantor cabang. Kepala Produksi Gudang PT Sang Hyang Seri, Junaidi, yang ditemui di kantornya mengatakan tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh.
“Saya tidak mempunyai kapasitas untuk menjelaskan tentang apa yang ingin dikonfirmasi oleh wartawan karena kepala cabang tidak ada di tempat,” ujarnya.
Ia juga mengaku sudah mencoba menghubungi Kepala Cabang melalui telepon, namun belum ada instruksi apa pun.
PT Sang Hyang Seri merupakan perusahaan BUMN pangan yang sejak 2022 telah dilebur ke dalam holding dan kini berada di bawah Danantara.
Sebagai BUMN, perusahaan ini memiliki tugas negara dalam penyediaan benih padi dan sarana pertanian lainnya.
Jika pimpinan cabang jarang berada di kantor, publik mempertanyakan bagaimana fungsi pengawasan, distribusi, dan pelayanan kepada petani bisa berjalan maksimal.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Kepala Cabang PT SHS Sulsel, Zulfikar, melalui nomor telepon belum mendapat jawaban.
Pihak Danantara dan Kantor Pusat PT Sang Hyang Seri juga diharapkan dapat memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.
Kontrol sosial terhadap BUMN sangat penting agar perusahaan negara benar-benar hadir melayani publik, khususnya petani.
Publik berharap manajemen PT Sang Hyang Seri segera mengevaluasi kinerja pimpinan cabang di daerah, agar pelayanan tidak terganggu dan amanah negara dalam menyediakan benih bagi petani dapat dijalankan dengan baik dan profesional.
![]()
Penulis : Rahmat Lamada
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan