Pasien Nyaris Tak Sadar Mau Dipulangkan! PKN Enrekang Sorot Pelayanan Puskesmas Curio

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENREKANG, MNP – Lembaga Pemantau Keuangan Negara atau PKN Kabupaten Enrekang menyorot tajam pelayanan di Puskesmas Kecamatan Curio, Desa Sumbang.

Sorotan ini muncul setelah seorang aktivis PKN, Muhammad Moechtar, mengalami langsung dugaan pelayanan yang tidak memprioritaskan keselamatan pasien.

Muhammad Moechtar yang juga merupakan bagian dari LBH Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Enrekang, menceritakan dirinya mendampingi keluarganya yang berobat di Puskesmas Curio.

Menurut pengamatannya, kondisi pasien saat itu masih sangat lemah, bahkan nyaris kehilangan kesadaran. Ironisnya, pihak Puskesmas sudah menyiapkan berkas dan berencana memulangkan pasien.

“Saya mempertanyakan kepada petugas mengenai alasan pasien hendak dipulangkan dalam kondisi masih sangat lemah. Padahal dokter berada di tempat saat itu. Namun, saya justru merasa seolah-olah mendapat tekanan ketika mempertanyakan kondisi pasien tersebut,” ujar Muhammad Moechtar, Jumat 15 Agustus 2026.

Pihak Puskesmas menyampaikan bahwa pemulangan dilakukan atas permintaan pasien sendiri. Namun sebagai keluarga, Moechtar mempertanyakan apakah kondisi medis pasien saat itu sudah benar-benar layak pulang atau masih butuh observasi lebih lanjut.

“Saya bukan mempersoalkan petugas secara pribadi. Yang saya persoalkan adalah keselamatan pasien dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menilai, keluarga berhak mendapatkan penjelasan yang jelas dan profesional dari tenaga medis. Bukan perdebatan.

“Kalau pasien masih sangat lemah, bahkan nyaris tidak sadarkan diri, tentu keluarga berhak tahu alasan medis kenapa dinyatakan boleh pulang,” katanya.

Selain kejadian itu, Moechtar juga menerima laporan serupa dari masyarakat. Pada malam sebelumnya, ada orang tua pasien yang protes karena anaknya menunggu terlalu lama untuk ditangani petugas Puskesmas. Pelayanan baru diberikan setelah cukup lama menunggu dengan alasan yang tidak jelas.

“Ini yang perlu jadi perhatian serius Dinkes Enrekang. Jangan sampai masyarakat yang butuh pertolongan justru harus menunggu tanpa kepastian,” ujarnya.

Karena itu, PKN Enrekang mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang segera melakukan evaluasi dan monitoring menyeluruh terhadap Puskesmas, Pustu, dan fasilitas kesehatan lainnya.

Evaluasi diminta mencakup mekanisme penerimaan pasien, waktu tunggu, penanganan gawat darurat, komunikasi petugas dengan keluarga, hingga prosedur pemulangan pasien.

Moechtar mengapresiasi peningkatan pelayanan di RS Massenrempulu yang dinilai sudah lebih baik. Namun ia berharap perhatian yang sama juga diberikan ke Puskesmas dan Pustu sebagai ujung tombak layanan.

“Masyarakat datang ke Puskesmas bukan untuk dilayani seadanya. Kami minta pelayanan yang cepat, profesional, manusiawi, dan mengutamakan keselamatan pasien,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Rahmat Lamada

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

DPRD Cium Dugaan Kebocoran PAD Pajak Maxim, Komisi II Siap Panggil Dispenda
600 Branding Maxim Beroperasi, Hanya 49 Terdata Pajak: Ke Mana Potensi PAD Kota Tasikmalaya?
Jabat PAW Kades Buniasih, Ohid Bertekad Kembalikan Kepercayaan Masyarakat
Tanggap Kebutuhan Warga Dusun Kayu Tabu, Satpolairud Polres Lamsel Salurkan Air Bersih
Atasi Kelangkaan BBM, Pemkab Jeneponto Terapkan Sistem Ganjil-Genap di Seluruh SPBU
Paguyuban Online Bersatu Geruduk DPRD: Desak Evaluasi Aturan Transportasi Maxim
Wujudkan Wilayah Bebas TB dan Kanker Serviks, Puskesmas Cibeureum Perkuat Kolaborasi
Parah! Koperasi di Bartim Diduga Catut Nama Dinas, Gelapkan Rp13 Juta hingga Menunggak Pajak Rp3,3 M

2 tanggapan untuk “Pasien Nyaris Tak Sadar Mau Dipulangkan! PKN Enrekang Sorot Pelayanan Puskesmas Curio”

  1. Mempermalukan kampung sendiri demi informasi tidak berbobot…
    Padahal akurat informasi ..pasien ngotot dipulangkan dan perawat ingin nginap sampe 24 jam ..giliran keluarga ngotot ingin pulang dan ngamuk di pkm..akhir kondisi pasien yg ingin pulang kambuh lagi hahaha..

  2. Mempermalukan kampung sendiri demi informasi tidak berbobot…
    Padahal akurat informasi ..pasien ngotot dipulangkan dan perawat ingin nginap sampe 24 jam ..giliran keluarga ngotot ingin pulang dan ngamuk di pkm..akhir kondisi pasien yg ingin pulang kambuh lagi ..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:20 WIB

DPRD Cium Dugaan Kebocoran PAD Pajak Maxim, Komisi II Siap Panggil Dispenda

Selasa, 15 September 2026 - 16:11 WIB

600 Branding Maxim Beroperasi, Hanya 49 Terdata Pajak: Ke Mana Potensi PAD Kota Tasikmalaya?

Selasa, 15 September 2026 - 16:01 WIB

Jabat PAW Kades Buniasih, Ohid Bertekad Kembalikan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 15 September 2026 - 13:49 WIB

Tanggap Kebutuhan Warga Dusun Kayu Tabu, Satpolairud Polres Lamsel Salurkan Air Bersih

Selasa, 15 September 2026 - 13:34 WIB

Atasi Kelangkaan BBM, Pemkab Jeneponto Terapkan Sistem Ganjil-Genap di Seluruh SPBU

Berita Terbaru