Boros Anggaran! Operasional Pospenwas Enrekang Rp250 Ribu/Hari, Pendapatan Cuma Rp500 Ribu

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

ENREKANG, MNP – Pemerintah Kabupaten Enrekang melalui Dinas Perhubungan resmi menghentikan sementara pengoperasian Pos Pemantauan dan Pengawasan, Pengendalian (Pospenwas) yang selama ini berada di depan Kantor Bupati Enrekang.

Keputusan ini diambil setelah 3 bulan berjalan dan dinilai tidak efektif serta tidak efisien dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Enrekang, Haming, membenarkan penghentian sementara tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa kebijakan ini masih dalam tahap evaluasi dan belum ditentukan kapan akan kembali dioperasikan.

“Sudah beberapa hari ini pengoperasian pospenwas kita hentikan sementara. Kita akan evaluasi sampai waktu yang belum ditentukan,” ujar Haming di ruang kerjanya di Kantor Perhubungan, Gedung GADIS 1 Pinang, Kelurahan Leoran, Kabupaten Enrekang.

Menurut Haming, persoalan utama terletak pada ketidakseimbangan antara biaya operasional dengan pendapatan yang masuk.

Dalam sistem pospenwas ini, Dishub menggandeng Satpol PP dan Badan Pendapatan Daerah. Akibatnya, dibutuhkan 10 orang personel setiap hari dalam 2 shift. Masing-masing personel diberikan uang makan Rp25.000.

“Jadi total biaya operasional yang harus kita keluarkan Rp250.000 per hari. Angka yang tidak kecil untuk kas daerah,” jelas Haming.

Ironisnya, hasil yang didapat jauh dari harapan. Berdasarkan data 3 bulan terakhir, rata-rata pendapatan dari pospenwas hanya mencapai Rp15 juta per bulan atau sekitar Rp500.000 per hari.

Artinya, setelah dipotong biaya makan personel Rp250.000 per hari, PAD bersih yang masuk ke kas daerah hanya tersisa Rp250.000 per hari.

“Dengan biaya sebesar itu dan hasil yang minim, tentu kita harus berpikir ulang. Ini menyangkut efisiensi anggaran dan akuntabilitas publik,” tegas Haming.

Sebagai langkah sementara, Dishub Enrekang memutuskan untuk kembali ke pola lama, yaitu pemungutan retribusi parkir di pasar pada hari pasar.

Pola ini dinilai lebih sederhana, tidak membutuhkan banyak personel, dan secara historis lebih stabil dalam menyumbang PAD.

Namun Haming menekankan bahwa ini bukan berarti menyerah, melainkan bentuk evaluasi menyeluruh agar kebijakan ke depan lebih tepat sasaran.

Lebih lanjut, Haming mengatakan bahwa hasil evaluasi ini akan dibahas bersama dengan para stakeholder terkait dan akan dilaporkan langsung kepada pimpinan daerah, Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga.

“Kita tidak ingin ada pemborosan. Setiap rupiah anggaran rakyat harus dipertanggungjawabkan dan memberi manfaat nyata. Makanya kita lakukan evaluasi bersama,” ujarnya.

Langkah Dishub Enrekang ini menjadi pelajaran penting bagi pengelolaan anggaran daerah. Di satu sisi, inovasi untuk menertibkan dan menambah PAD patut diapresiasi.

Namun di sisi lain, transparansi dan efektivitas harus menjadi tolok ukur utama. Publik berhak tahu kemana uang rakyat digunakan.

Diharapkan, hasil evaluasi ini melahirkan skema baru yang lebih efisien, tidak membebani APBD, namun tetap mampu meningkatkan PAD dan pelayanan kepada masyarakat Enrekang.

Loading

Penulis : Rahmat Lamada

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Ribuan Guru PGRI Kota Tasikmalaya Semarakkan Fun Run HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional 2026
ITF Ar-Raniry Resmi Menjadi Lembaga Amil Zakat Tingkat Provinsi
Diduga Selingkuh dan Coba Suap Wartawan, Kepala SPPG Dramaga Babakan Berdalih ‘Friendly’
Berkedok Kedai Jamu, Bisnis Miras Bebas Beroperasi Diduga Akibat Main Mata dengan Oknum Forkopimcam
Kisah Amin Tukang Gali Kubur: Dapat Bantuan Material Bedah Rumah dari Swadaya Desa Ciadeg
BPR Malangbong Garut Optimistis Capai Target Lewat Semangat Kebersamaan
Bupati Cecep Dorong Digitalisasi PAD, SKPD Diminta Bongkar Potensi Retribusi
Gelar Aksi TasikUsik, KH Aminudin Bustomi Suarakan 5 Tuntutan Terkait Insiden Ponpes Sukoharjo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 11:23 WIB

Ribuan Guru PGRI Kota Tasikmalaya Semarakkan Fun Run HUT ke-81 dan Hari Guru Nasional 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 09:56 WIB

ITF Ar-Raniry Resmi Menjadi Lembaga Amil Zakat Tingkat Provinsi

Jumat, 6 November 2026 - 21:43 WIB

Diduga Selingkuh dan Coba Suap Wartawan, Kepala SPPG Dramaga Babakan Berdalih ‘Friendly’

Jumat, 6 November 2026 - 17:48 WIB

Berkedok Kedai Jamu, Bisnis Miras Bebas Beroperasi Diduga Akibat Main Mata dengan Oknum Forkopimcam

Jumat, 6 November 2026 - 16:59 WIB

Kisah Amin Tukang Gali Kubur: Dapat Bantuan Material Bedah Rumah dari Swadaya Desa Ciadeg

Berita Terbaru

Berita terbaru

ITF Ar-Raniry Resmi Menjadi Lembaga Amil Zakat Tingkat Provinsi

Sabtu, 7 Nov 2026 - 09:56 WIB