Unik! RW 11 Panglayungan Hidupkan Tradisi Sunda Kuno ‘Nyawang Bulan’

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNPNyawang Bulan (melihat bulan), sebuah tradisi kuno suku Sunda yang sarat akan nilai kebersamaan, kini kembali dihidupkan di Kota Tasikmalaya.

RW 11 Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, mengadopsi tradisi luhur ini menjadi salah satu program kerja kepengurusan RW yang inovatif sekaligus kultural.

Ketua RW 11, Dodi, menjelaskan bahwa Nyawang Bulan dikemas sebagai momentum riung mungpulung atau wadah berkumpulnya warga dalam suasana kekeluargaan yang hangat. Di dalam kegiatan ini, warga bisa mengobrol santai sekaligus bermusyawarah.

“Kami membahas keluhan warga, program kerja ke depan, serta menyikapi berbagai permasalahan yang terjadi di lingkungan RW 11,” ujar Dodi saat diwawancarai pada Senin (29/06/2026).

Menurut Dodi, kegiatan Nyawang Bulan ini rencananya akan dijadikan agenda rutin setiap tiga bulan sekali, tepatnya saat bulan purnama tiba.

Beragam agenda menarik dan kental dengan nuansa lokal turut dihadirkan untuk menyemarakkan suasana, di antaranya Ngawangkong Keur Agustusan yaitu Berdiskusi dan merencanakan rangkaian acara agar peringatan HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus mendatang berjalan lebih meriah.

Selain itu, Botram Balakecrakan: Makan bersama di mana warga saling mencicipi lauk-pauk (silih asaan rencang sangu) yang dibawa masing-masing. Selanjutnya Karawitan Sekar Gending: Hiburan lagu-lagu tradisional Sunda untuk menjaga kelestarian budaya.

Dodi menambahkan bahwa selain mempererat tali silaturahmi, esensi dari kegiatan ini adalah ruang bagi warga untuk menyalurkan aspirasi secara langsung.

“Kami juga langsung ngaliwet di tempat bersama warga dengan suasana khas Sunda. Intinya, kegiatan ini mengusung prinsip Sauyunan, Sabilulungan, Ngajaga Tradisi, Ngawangun Harmoni (Kebersamaan, Gotong Royong, Menjaga Tradisi, Membangun Harmoni),” tambahnya.

Dodi berharap kegiatan Nyawang Bulan ini dapat terus menanamkan jiwa kepedulian, memupuk kembali asas gotong royong di tengah masyarakat modern, serta dapat diwariskan dan diteruskan oleh generasi muda berikutnya.

Acara yang berlangsung khidmat dan penuh keakraban ini sukses digelar di pelataran Kebun Kelompok Wanita Tani (KWT) Kampung Cikiara, RT 03/11, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Sekum PM GATRA: Jangan Biarkan Moratorium Mematikan Harapan DOB Garut Utara
Fakta Lapangan Sudah Terbongkar, Warga Pangkan Menanti Keberanian Penyidik
Pastikan Dana Desa Tepat Sasaran, Tim Monev Kecamatan Kuala Cenaku Turun ke Desa Teluk Sungkai
Bangunan Komersil Berkedok Rumah Kost, Disinyalir Berdiri Tanpa Izin di Jalan Cilubang Mekar Bogor
Perkuat Kemanunggalan TNI AU dan Rakyat, Kapusterau Resmikan Venue Paralayang di Desa Linggajati
Buka Orientasi PPPK 2026, Sekda Pakpak Bharat Ajak Pegawai Jaga Institusi dan Lestarikan Budaya Lokal
Sempat Kepergok Awak Media, Aktivitas Judi Togel 303 di Desa Penoban Diduga Langsung ‘Tiarap’
Merajut Asa di Balik Jeruji: Warga Binaan Perempuan Rutan Pemalang Sulap Benang Jadi Karya Seni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:03 WIB

Sekum PM GATRA: Jangan Biarkan Moratorium Mematikan Harapan DOB Garut Utara

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:28 WIB

Fakta Lapangan Sudah Terbongkar, Warga Pangkan Menanti Keberanian Penyidik

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:00 WIB

Pastikan Dana Desa Tepat Sasaran, Tim Monev Kecamatan Kuala Cenaku Turun ke Desa Teluk Sungkai

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:34 WIB

Bangunan Komersil Berkedok Rumah Kost, Disinyalir Berdiri Tanpa Izin di Jalan Cilubang Mekar Bogor

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:17 WIB

Perkuat Kemanunggalan TNI AU dan Rakyat, Kapusterau Resmikan Venue Paralayang di Desa Linggajati

Berita Terbaru