BARITO TIMUR, MNP — Polemik dugaan proyek fiktif pembangunan jalan inspeksi pertanian di Desa Pangkan, Kecamatan Paku, Kabupaten Barito Timur, terus bergulir dan semakin menyita perhatian publik.
Perdebatan antara pihak Dinas PUPR Perkim Barito Timur dengan masyarakat kini memasuki babak yang lebih panas setelah muncul bantahan keras dari Ketua BPD Desa Pangkan, Erianus.
Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Perkim Barito Timur, Yumail J Paladuk, menegaskan bahwa proyek pembangunan jalan inspeksi pertanian Badampu dan jalan Bantayum yang disebut dikerjakan oleh CV Bumi Karsa benar-benar ada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, polemik yang berkembang selama ini hanya dipicu kesalahpahaman atau miskomunikasi di tengah masyarakat.
Bahkan, Yumail menyebut persoalan tersebut telah diperiksa oleh sejumlah lembaga, mulai dari Inspektorat, BPK RI, Kepolisian hingga Kejaksaan
Namun, pernyataan itu langsung dibantah keras oleh Ketua BPD Desa Pangkan, Erianus. Ia menegaskan proyek jalan Badampu dan Bantayum tetap patut diduga sebagai proyek fiktif karena hingga kini masyarakat mengaku tidak pernah melihat adanya aktivitas pekerjaan fisik di lapangan.
“Kalau memang proyek itu ada, tunjukkan secara nyata di lapangan. Karena kami tidak melihat adanya base course yang dipasang di jalan Badampu-Bantayum. Jangan hanya di atas kertas,” tegas Erianus kepada media ini, Minggu (7/6/2026).
Menurutnya, hal yang paling mengejutkan justru perubahan sikap mendadak Kepala Desa Pangkan, Kristian, dan Ketua RT 01, Septemberman Su’ung.
Sebab sebelumnya, keduanya disebut pernah mengaku tidak mengetahui adanya pekerjaan proyek tahun 2025 yang dikerjakan CV Bumi Karsa tersebut.
Namun setelah adanya pertemuan di balai desa yang dihadiri Kepala Dinas PUPR Perkim dan diperlihatkan fotokopi hasil pemeriksaan Inspektorat, keduanya mendadak berubah sikap dan mengakui proyek tersebut ada.
“Saya dan warga bingung atas pengakuan Pak Kades dan Ketua RT 01. Hanya karena melihat fotokopi kertas hasil pemeriksaan, mereka langsung percaya proyek itu ada,” ujar Erianus.
Ia mempertanyakan mengapa saat dilakukan pengecekan lapangan sebelumnya, Kepala Desa dan Ketua RT justru tidak ikut turun langsung melihat objek pekerjaan yang dipersoalkan masyarakat.
“Kalau memang yakin proyek itu ada, kenapa waktu pengecekan lapangan mereka tidak ikut melihat langsung kondisi jalan Badampu dan Bantayum?” katanya lagi.
Polemik ini semakin mempertegas adanya dua narasi yang bertolak belakang. Di satu sisi, Dinas PUPR Perkim memastikan proyek tersebut nyata dan telah melalui pemeriksaan sejumlah lembaga pengawas.
Namun di sisi lain, masyarakat bersama BPD tetap bersikeras bahwa pekerjaan tersebut tidak pernah terlihat secara fisik di lapangan.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan proyek pemerintah daerah, terlebih proyek yang disebut bernilai ratusan juta rupiah itu kini menjadi sorotan luas masyarakat.
Di tengah polemik yang belum menemukan titik terang itu, Erianus akhirnya melontarkan tantangan terbuka kepada seluruh pihak yang selama ini disebut telah melakukan pemeriksaan.
Ia meminta Kepala Dinas PUPR Perkim, Direktur CV Citra Nusantara, Direktur CV Bumi Karsa, BPK RI, Inspektorat, Kejaksaan hingga Kepolisian untuk bersama-sama turun langsung ke lokasi jalan Badampu dan Bantayum.
“Oleh karena itu saya selaku Ketua BPD bersama warga menantang semua pihak ayo kita turun langsung ke lapangan, khususnya ke jalan Badampu dan Bantayum, supaya persoalan ini terang benderang,” ujarnya.
Kasus ini kini menjadi perhatian serius masyarakat karena tidak hanya menyangkut dugaan proyek fiktif bernilai ratusan juta rupiah, tetapi juga menyentuh persoalan transparansi penggunaan anggaran daerah, integritas pengawasan, hingga kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.
Warga Desa Pangkan kini menunggu keberanian seluruh pihak untuk membuktikan klaim masing-masing secara terbuka di lapangan.
Sebab bagi masyarakat, jawaban sebenarnya bukan berada di atas dokumen atau fotokopi hasil pemeriksaan, melainkan pada ada atau tidaknya fisik jalan yang disebut telah dikerjakan menggunakan uang negara.
Hingga berita ini diterbitkan, polemik dugaan proyek jalan inspeksi pertanian tersebut masih terus bergulir dan memantik perhatian publik di Kabupaten Barito Timur.
![]()
Penulis : Tim Investigasi (Yulius Yartono/Adi Suseno)
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan