TASIKMALAYA, MNP – Ketidakpastian akses jalan menuju lokasi SMAN 11 Tasikmalaya memicu reaksi keras dari masyarakat.
Sejumlah elemen yang tergabung dalam Aliansi Bungursari kembali melakukan aksi unjuk rasa (unras) di depan Kantor Walikota Tasikmalaya untuk menuntut kejelasan akses jalan ke sekolah tersebut, Jumat (24/04/2026).
Koordinator Lapangan Aliansi Bungursari, Asep Devo, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk penagihan janji atas lahan hibah jalan yang hingga kini belum bisa dilalui.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal, menurutnya, komitmen terkait akses jalan tersebut sudah disampaikan dalam berbagai audiensi sebelumnya.
“Kami menagih janji. Dulu saat audiensi di kecamatan maupun KCD, pihak penghibah menyatakan jalan sudah aman. Jejak digitalnya pun ada. Namun ironisnya, sekarang jalan malah ditutup dengan barangkal (puing bangunan). Padahal dua bulan lagi sudah mulai penerimaan siswa baru (PPDB),” ujar Asep dengan nada kecewa.
Dirinya menilai Pemerintah Kota Tasikmalaya lamban dalam merespons persoalan ini.
Hingga saat ini, pihak pemerintah dianggap gagal memediasi antara masyarakat dengan pihak penghibah lahan, meskipun saksi-saksi kunci termasuk Camat Bungursari mengetahui duduk perkaranya.
Kekecewaan massa semakin memuncak lantaran dalam aksi tersebut tidak ada perwakilan dari OPD maupun dinas terkait yang menemui mereka, padahal undangan sudah disampaikan sebelumnya.
“Anggaran pembangunan SMAN 11 ini tidak kecil, hampir Rp 7 miliar. Sangat disayangkan jika bangunannya ada tapi anak-anak tidak bisa lewat untuk sekolah. Kami tidak minta hal lain, kami hanya minta akses jalan yang layak,” tambahnya.
Aliansi Bungursari memberikan peringatan keras kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya. Jika pemerintah tetap tidak mampu memfasilitasi pertemuan dengan pihak penghibah untuk membuka akses jalan tersebut, massa mengancam akan melakukan tindakan langsung.
“Jika hari ini pemerintah tidak bisa mempertemukan kami dengan penghibah, maka kami sendiri yang akan mendatangi langsung ke lokasi lahan tersebut,” tegas Asep Devo.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kota Tasikmalaya terkait tuntutan aksi unjuk rasa masyarakat Bungursari tersebut.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan