PJU Padam 10 Hari, Warga Jalan 45 Tamiang Layang Geram: Jalan Gelap, Instansi Terkait Saling Lempar Tanggung Jawab.

Senin, 13 April 2026 - 18:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARITO TIMUR, MNP – Kesabaran warga Jalan 45 RT 15, Kelurahan Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur, mulai habis.

Sudah hampir 10 hari lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan tersebut padam total tanpa kejelasan perbaikan.

Akibatnya, ruas jalan yang seharusnya menjadi akses vital warga berubah menjadi gelap gulita setiap malam.

“Sudah sepuluh hari ini mati total, jadi gelap sekali. Sangat mengganggu,” ujar salah seorang warga yang enggan namanya dipublikasi, Senin (13/4/2026).

Kondisi ini bukan sekadar soal kenyamanan. Warga menilai, padamnya PJU berpotensi memicu kerawanan, baik dari sisi keamanan maupun keselamatan pengguna jalan.

Minimnya penerangan membuat aktivitas malam hari menjadi rawan kecelakaan hingga tindak kriminal.

Ironisnya, di tengah keluhan warga yang kian memuncak, penanganan justru terkesan saling lempar tanggung jawab antar instansi.

Warga mengaku telah melaporkan kondisi tersebut ke pihak PLN, namun jawaban yang diterima justru mengarah ke instansi lain.

Pihak ULP PLN Tamiang Layang menyebut bahwa PJU bukan menjadi kewenangan mereka, melainkan tanggung jawab Dinas PUPR Perkim Kabupaten Barito Timur.

Namun saat dikonfirmasi sebelumnya, Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas PUPR Perkim, Yerikho Y. Hasayangan, justru mengaku tidak terlibat dalam pengelolaan PJU.

“Maaf saya tidak terlibat di kegiatan PJU,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp, Sabtu (5/4/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Perkim Kabupaten Barito Timur, Yumail J. Paldauk, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan resmi meski telah dikonfirmasi.

Situasi ini memicu kekecewaan warga. Mereka menilai tidak adanya kejelasan kewenangan justru memperlambat penanganan masalah yang menyangkut kepentingan publik.

“Kalau terus begini, masyarakat yang dirugikan. Kami hanya ingin lampu jalan diperbaiki, itu saja,” keluh warga lainnya.

Warga mendesak pemerintah daerah agar segera turun tangan dan tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut.

Mereka juga meminta adanya ketegasan dan koordinasi antar instansi, agar pelayanan dasar seperti penerangan jalan tidak terabaikan.

Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin kondisi gelap gulita ini akan menjadi “bom waktu” yang mengancam keselamatan dan keamanan masyarakat setiap malam.

Loading

Penulis : Yulius Yartono

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Warga Kritik Keras Mutasi Bidan Jadi Kasi Kelurahan: ‘Bupati Boroskan Tenaga Medis Saat Rasio Nakes Minim’
Klaim Asuransi Jiwa Debitur Macet, POSPERA Tasikmalaya Tuntut BRI Kembalikan Sertifikat Ahli Waris
Kadisdik Kota Tasikmalaya Apresiasi Nabila Azhara, Siswi SMPN 16 yang Aktif Berdakwah
Dilema Guru Zaman Now: Niat Disiplinkan Siswa, Takut Dipolisikan, Ini Solusi Hukum dari Asep Iwan
Diduga “Dititipkan” di Anggaran 2025, Proyek Jalan Rp400 Juta di Desa Pangkan Memicu Polemik
Bawa Celurit Saat Beraksi, Polsek Candipuro Ringkus Komplotan Curanmor
Wali Kota Tasikmalaya Diminta Turun Tangan, Penanganan Dugaan Raib Mesin Mobil Dinsos Lamban?
SPK Desak Kejagung Periksa Dugaan Penyimpangan Investasi Telkom ke GoTo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:39 WIB

Warga Kritik Keras Mutasi Bidan Jadi Kasi Kelurahan: ‘Bupati Boroskan Tenaga Medis Saat Rasio Nakes Minim’

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:32 WIB

Klaim Asuransi Jiwa Debitur Macet, POSPERA Tasikmalaya Tuntut BRI Kembalikan Sertifikat Ahli Waris

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:59 WIB

Kadisdik Kota Tasikmalaya Apresiasi Nabila Azhara, Siswi SMPN 16 yang Aktif Berdakwah

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:25 WIB

Dilema Guru Zaman Now: Niat Disiplinkan Siswa, Takut Dipolisikan, Ini Solusi Hukum dari Asep Iwan

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:32 WIB

Diduga “Dititipkan” di Anggaran 2025, Proyek Jalan Rp400 Juta di Desa Pangkan Memicu Polemik

Berita Terbaru