Cegah Modus ‘Orang Terlantar Palsu’, Dinsos Kota Tasikmalaya Perketat Prosedur Pelayanan

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Kebijakan penyesuaian pelayanan yang diumumkan oleh Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Tasikmalaya kembali mendapat penjelasan dari pihak terkait.

Pengumuman yang menyebutkan penghentian pelayanan sementara pada 16 hingga 30 Maret 2026 ditegaskan bukan berarti layanan benar-benar dihentikan, melainkan bagian dari langkah penertiban agar penanganan sosial berjalan lebih tepat sasaran.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Endang Sunardi S. IP, mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk sikap tegas dalam menyikapi berbagai potensi penyalahgunaan layanan.

Ia menyebut, selama ini pihaknya menemukan adanya indikasi modus dari sejumlah pihak yang mengaku sebagai orang terlantar untuk mendapatkan bantuan.

“Pengumuman ini supaya tidak banyak modus. Kami ingin pelayanan ini benar-benar diterima oleh mereka yang berhak,” ujar Endang saat dikonfirmasi di ruang kerjanya , Selasa (31/03/2026).

Menurutnya, Dinas Sosial tetap menjalankan tugasnya dalam melayani masyarakat, khususnya bagi warga terlantar.

Namun, dalam pelaksanaannya kini lebih menekankan pada penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat.

Hal ini dilakukan agar proses penanganan lebih terarah dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Endang juga mencontohkan salah satu kasus yang pernah ditangani pihaknya, di mana seorang terlantar asal Bekasi sempat ditampung oleh Dinas Sosial Kota Tasikmalaya.

Setelah dilakukan penelusuran dan koordinasi dengan pihak keluarga, yang bersangkutan akhirnya dipulangkan ke daerah asalnya.

“Bahkan ada orang terlantar dari Bekasi yang kami tampung. Setelah kami koordinasikan dengan keluarganya, kami pulangkan ke rumahnya. Jadi penanganannya jelas dan sesuai prosedur,” katanya.

Ia menegaskan bahwa langkah seperti itu menjadi bukti bahwa Dinas Sosial tidak lepas tangan, melainkan tetap aktif menangani berbagai persoalan sosial.

Proses asesmen hingga pemulangan dilakukan secara hati-hati untuk memastikan kondisi dan latar belakang yang bersangkutan.

Lebih lanjut, Endang menyebut bahwa penanganan orang terlantar selama ini bukan hanya dilakukan pada satu atau dua kasus, melainkan dalam jumlah yang cukup banyak.

Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Namun demikian, ia mengakui bahwa komunikasi publik terkait kebijakan ini perlu diperjelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Istilah penghentian pelayanan yang sempat beredar dinilai kurang tepat jika tidak disertai penjelasan yang utuh.

Dengan adanya penegasan ini, Dinas Sosial Kota Tasikmalaya berharap masyarakat dapat memahami bahwa pelayanan tetap berjalan, hanya saja dilakukan dengan mekanisme yang lebih tertib dan selektif.

Tujuannya tidak lain untuk memastikan bantuan tepat sasaran serta mencegah penyalahgunaan yang dapat merugikan pihak lain yang benar-benar membutuhkan.

Kedepan, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sosial, sekaligus memperkuat pengawasan agar setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Loading

Penulis : Soni

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Wabup Pakpak Bharat Resmikan Dapur Ke-4 SPPG di Kecupak I Kecamatan PGGS
Dukung Pemulihan Pasien, Poltekkes Tasikmalaya Berdayakan Keluarga dan Kader di Kawalu
Bebas Antrean dan Pungli, Bupati Tasikmalaya Luncurkan MPPDN Versi 2
Bimtek Literasi Informasi Bireuen: Memperkuat Peran Pustakawan, Guru dan Pegiat Literasi di Tengah Arus Informasi
Program Magang/KKN Internasional Batch VI Resmi Dilepas, Siap Harumkan Nama Enrekang di Thailand
Kodim 0612/Tasikmalaya Gelar Doa Bersama dalam Rangka HUT ke-80 Kodam III/Siliwangi
Uniga Cetak 41 Apoteker Baru, Angin Segar bagi Sektor Pelayanan Kesehatan
Diduga Bunuh Diri, Pria Tanpa Identitas Meninggal Dunia Terlindas Kereta Api di Garut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:13 WIB

Wabup Pakpak Bharat Resmikan Dapur Ke-4 SPPG di Kecupak I Kecamatan PGGS

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:08 WIB

Dukung Pemulihan Pasien, Poltekkes Tasikmalaya Berdayakan Keluarga dan Kader di Kawalu

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:42 WIB

Bebas Antrean dan Pungli, Bupati Tasikmalaya Luncurkan MPPDN Versi 2

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:18 WIB

Bimtek Literasi Informasi Bireuen: Memperkuat Peran Pustakawan, Guru dan Pegiat Literasi di Tengah Arus Informasi

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:04 WIB

Program Magang/KKN Internasional Batch VI Resmi Dilepas, Siap Harumkan Nama Enrekang di Thailand

Berita Terbaru

Berita terbaru

Wabup Pakpak Bharat Resmikan Dapur Ke-4 SPPG di Kecupak I Kecamatan PGGS

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:13 WIB

Berita terbaru

Bebas Antrean dan Pungli, Bupati Tasikmalaya Luncurkan MPPDN Versi 2

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:42 WIB