TASIKMALAYA, MNP – Indoboxing Laga Inau membuktikan bahwa kekuatan fisik harus berjalan selaras dengan kelembutan hati.
Bertempat di Cafe Legend, Jl. Ir. H. Juanda, Kota Tasikmalaya, organisasi bela diri ini menggelar aksi sosial santunan anak yatim di tengah suasana khidmat bulan suci Ramadan, Jumat (06/03/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Indoboxing untuk mempertegas jati diri mereka sebagai komunitas yang peduli terhadap sesama, khususnya kelompok masyarakat yang kurang mampu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Umum Indoboxing Laga Inau, H. Rana Nur Alamsyah, menjelaskan bahwa santunan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Namun, kali ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan momentum Ramadan.
“Alhamdulillah, kami membagikan kurang lebih 240 paket berupa sembako, santunan uang, dan pakaian bagi anak yatim. Anggarannya murni swadaya, diambil dari penyisihan biaya latihan para anggota Indoboxing yang kami kumpulkan khusus untuk kegiatan sosial,” ujar H. Rana pasca kegiatan.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kota Tasikmalaya, di antaranya Kapolres, Dandim, perwakilan Danlanud, Subdenpom, hingga Garnisun, yang menunjukkan besarnya dukungan instansi terhadap gerakan positif ini.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diki Candra, memberikan pandangan mendalam mengenai kaitan antara bela diri dan spiritualitas. Menurutnya, Indoboxing berhasil menyeimbangkan antara ketangkasan fisik dan ketenangan jiwa.
“Saya sering sampaikan bahwa basic dari silat itu adalah salat. Bagaimana kita bisa menguasai silat jika tidak ada ketenangan? Ketenangan itu datangnya dari salat. Indoboxing, meski berkaitan dengan fisik, kegiatan agamanya luar biasa. Mereka sadar bahwa ketenangan adalah bagian dari keharusan seorang fighter dalam menghadapi lawan,” tutur Diki Candra.
Diki Candra juga memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Indoboxing dalam berbagi. Ia berharap langkah ini dapat menginspirasi komunitas atau organisasi lain di Kota Tasikmalaya.
“Setiap kebaikan yang kita lakukan untuk orang lain sebenarnya adalah cara kita membantu diri sendiri. Ini luar biasa dan mudah-mudahan menjadi contoh bagi yang lainnya. Semoga kegiatan ini terus dijalankan karena dampaknya sangat positif bagi masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, mempererat tali silaturahmi antara para atlet bela diri, pejabat daerah, dan anak-anak yatim penerima manfaat.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan