TASIKMALAYA, MNP – Pondok Pesantren Daarussa’adah menggelar peringatan Nuzulul Qur’an dengan tema inspiratif: “Menghidupkan Al-Qur’an Dalam Jiwa Untuk Membentuk Generasi Yang Berakhlak Mulia”.
Acara yang berlangsung di Aula Aroza, Kp. Curughawu, Desa Puspajaya, Kecamatan Puspahiang ini dihadiri oleh berbagai elemen penting mulai dari Kemenag, Baznas, hingga jajaran Muspika, Sabtu (07/03/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali nilai-nilai luhur Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam membentuk karakter akhlakul karimah di tengah tantangan zaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perwakilan Kemenag Kabupaten Tasikmalaya sekaligus pengurus IPARI, Dr. H. Jajang Sukandar, S.Ag., M.Pd., menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap peringatan ini tidak sekadar seremoni, melainkan motivasi bagi santri dan masyarakat.
“Intinya, Nuzulul Qur’an ini harus menjadi motivasi untuk membudayakan membaca, mengkaji, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari agar terbentuk karakter yang baik dan mulia,” ujar Dr. Jajang.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Baznas Kabupaten Tasikmalaya, M. Ihsan Nurul Maki, S.Hi., memberikan apresiasi tinggi. Ia menegaskan bahwa Baznas mendukung penuh kegiatan pesantren karena sejalan dengan program pembangunan karakter bangsa.
“Nuzulul Qur’an adalah wajah pesantren. Kami di Baznas memiliki program bidang pendidikan yang fokus pada pembangunan karakter pendidikan warga bangsa dan keumatan. Semoga kegiatan ini meningkatkan ilmu serta menyejahterakan umat di lingkungan pesantren,” jelas Ihsan.

Camat Puspahiang, H. Usep Gunawan, S.Ag., mengungkapkan dukungannya terhadap peran pesantren dalam membina jemaah. Menariknya, ia juga memaparkan bahwa pihak kecamatan telah menerapkan kebijakan religius bagi aparatur pemerintahan.
“Kami telah mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh aparatur Desa maupun OPD di Kecamatan Puspahiang untuk membaca Al-Qur’an minimal 2 lembar sebelum melaksanakan tugas. Alhamdulillah, ini sudah berjalan dua bulan dan semoga terus istiqomah,” ungkap Camat Usep.
Pimpinan Pondok Pesantren Daarussa’adah, KH. Yusup Permana, menjelaskan alasan mendalam di balik pemilihan tema tahun ini. Menurutnya, pemahaman terhadap Al-Qur’an akan menciptakan keharmonisan dalam keluarga dan sosial.
“Jika kita membaca dan mendalami Al-Qur’an, anak akan sopan ke orang tua, istri sopan ke suami, dan suami akan baik kepada istrinya. Insya Allah, generasi muda kita akan berakhlak mulia,” tuturnya.
Acara ini juga diwarnai dengan aksi sosial berupa santunan bagi anak yatim dan kaum jompo, serta buka puasa bersama. KH. Yusup menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Baznas Kabupaten Tasikmalaya serta Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya yang turut menyukseskan acara tersebut.
Peringatan berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa bersama, berharap keberkahan Al-Qur’an senantiasa menaungi masyarakat Puspahiang dan Kabupaten Tasikmalaya secara umum.
![]()
Penulis : Momon
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan