Diduga Pasok Rokok Ilegal ke Pengecer, Distributor Toko Lulu di Lampung Selatan Bungkam

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG SELATAN, MNP — Dugaan peredaran rokok ilegal kembali mencuat di Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan.

Sejumlah produk rokok yang diduga tidak memenuhi ketentuan cukai ditemukan beredar di Toko Sembako Turnip, Sabtu (29/08/2026).

Temuan tersebut tak hanya menyoroti keberadaan rokok yang diduga bermasalah di tingkat pengecer, tetapi juga membuka pertanyaan lebih jauh mengenai siapa pemasoknya dan bagaimana jalur distribusinya hingga sampai ke tangan konsumen.

Saat dikonfirmasi langsung oleh awak media, pemilik Toko Sembako Turnip menyampaikan bahwa rokok tersebut diperoleh dari pihak distributor yang disebut sebagai Toko Lulu.

Pemilik toko juga mengungkapkan bahwa pihak distributor sebelumnya menyampaikan kepada dirinya bahwa produk rokok tersebut “sudah setengah legal.”

Bahkan, menurut keterangan pemilik toko, distributor disebut menyanggupi untuk mengganti produk apabila nantinya dilakukan penyitaan oleh Bea Cukai. Jum’at (28/08/2026)

Pernyataan tersebut tentu menimbulkan tanda tanya besar. Apa yang dimaksud dengan istilah “setengah legal” dalam perdagangan rokok?

Apakah produk tersebut telah memenuhi seluruh ketentuan cukai atau justru masih terdapat persoalan pada pita cukai maupun legalitas peredarannya?.

Pernyataan pemilik Toko Sembako Turnip tersebut merupakan keterangan dari satu pihak dan belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai status hukum produk maupun pihak yang disebut sebagai distributor.

Karena itu, klarifikasi dari Toko Lulu menjadi penting untuk menjelaskan duduk persoalan secara terang.

Awak media kemudian berupaya meminta konfirmasi kepada pihak Toko Lulu melalui pesan WhatsApp.

Konfirmasi tersebut diarahkan pada sejumlah hal, di antaranya apakah Toko Lulu benar merupakan distributor atau pemasok rokok diduga ilegal yang ditemukan di Toko Sembako Turnip.

Selain itu, pertanyaan lain, bagaimana status legalitas produk tersebut, serta apakah pihaknya mengetahui kondisi pita cukai pada produk yang didistribusikan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Toko Lulu belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi atas konfirmasi yang disampaikan awak media.

Di sisi lain, keberadaan rokok yang diduga tidak memenuhi ketentuan cukai di tingkat pengecer patut menjadi perhatian.

Persoalan tersebut bukan hanya menyangkut aktivitas jual beli, tetapi juga berkaitan dengan pengawasan rantai distribusi dan potensi kerugian terhadap penerimaan negara apabila produk yang beredar memang terbukti melanggar ketentuan cukai.

Dari pengecer hingga distributor, rantai peredaran rokok tersebut kini menyisakan tanda tanya yang belum terjawab.

Apalagi muncul klaim mengenai produk yang disebut “setengah legal” serta adanya kesanggupan mengganti barang apabila disita.

Untuk memastikan kebenaran dan status hukum produk tersebut, aparat penegak hukum maupun instansi berwenang diharapkan dapat melakukan pengecekan terhadap produk, pita cukai, serta jalur distribusinya sesuai kewenangan.

Sebagai informasi, hukum bagi penjual dan distributor rokok ilegal adalah sanksi pidana penjara serta denda besar berdasarkan Undang-Undang Cukai.

Distributor dan Penjual (Pengedar)

Pelaku yang menyimpan, mendistribusikan, atau menjual rokok ilegal (tanpa pita cukai, pita palsu, atau salah peruntukan) melanggar hukum berat:

-Tanpa Pita Cukai (Polos) / Pasal 54 UU No. 39/2007), Pidana penjara: 1 sampai 5 tahun. Denda: 2x hingga 10x nilai cukai yang seharusnya dibayar.

-Pita Cukai Palsu atau Bekas / Pasal 55 UU No. 39/2007. Pidana penjara: 1 sampai 8 tahun. Denda: 10x hingga 20x nilai cukai.

Pembeli (Konsumen)

-Konsumsi Personal: Konsumen akhir yang membeli dalam jumlah kecil untuk dikonsumsi sendiri umumnya tidak menjadi fokus utama pidana penegakan hukum, meski secara aturan tetap berisiko terkena imbas razia atau penyitaan barang.

-Untuk Dijual Lagi: Jika  membeli dalam jumlah besar lalu menjualnya kembali (menjadi pengecer), maka ia beralih status menjadi pengedar dan dapat dijerat sanksi pidana yang sama dengan distributor.

Loading

Penulis : Jun

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Camat Paku Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Simpang Bingkuang
Penataan PKL Dadaha, Dodo Rosada: Jangan Selesaikan Masalah dengan Masalah Baru
Buat Konten Gaya-Gayaan Pakai Celurit, Pria di Garut Berujung Penangkapan Polisi
19 Kali Beraksi, Polres Garut Ringkus Tiga Pelaku Pembobol Minimarket 
Lima Fraksi DPRD Bartim Setujui Pembahasan Bersama Raperda APBD 2027
DPRD Bartim Gelar Rapat Paripurna, Pemkab Sampaikan Penjelasan Raperda Pendapatan Daerah 2027
AKBP Iqbal Sangaji Resmi Pimpin Polres Bartim, Bupati M. Yamin Harapkan Sinergi Makin Solid
Sekda Jeneponto Pantau Tiga SPBU, Warga Diimbau Tidak Panic Buying BBM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 22:09 WIB

Camat Paku Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Simpang Bingkuang

Jumat, 11 September 2026 - 17:32 WIB

Penataan PKL Dadaha, Dodo Rosada: Jangan Selesaikan Masalah dengan Masalah Baru

Jumat, 11 September 2026 - 15:27 WIB

Buat Konten Gaya-Gayaan Pakai Celurit, Pria di Garut Berujung Penangkapan Polisi

Jumat, 11 September 2026 - 15:10 WIB

19 Kali Beraksi, Polres Garut Ringkus Tiga Pelaku Pembobol Minimarket 

Jumat, 11 September 2026 - 14:56 WIB

Lima Fraksi DPRD Bartim Setujui Pembahasan Bersama Raperda APBD 2027

Berita Terbaru

Barito Timur

Camat Paku Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Simpang Bingkuang

Jumat, 11 Sep 2026 - 22:09 WIB