TASIKMALAYA, MNP — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tasikmalaya tidak sekadar dimaknai sebagai kegiatan keagamaan.
Momentum tersebut juga dijadikan ruang untuk memperkuat silaturahmi internal sekaligus membangun kembali kedekatan struktur partai dengan masyarakat di tingkat akar rumput (grassroot).
Hal itu disampaikan Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya, H. Enjang Bilawini, S.H., S.HI., saat ditemui di Sekretariat DPC PPP seusai kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digagas Wanita Persatuan Pembangunan (WPP), salah satu sayap partai PPP, di Jalan Cilembang Nomor 30, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Sabtu (29/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Enjang, sebagai partai yang memiliki basis dan identitas keislaman, peringatan Maulid Nabi memiliki dua dimensi penting, yakni dimensi religius dan dimensi kepartaian.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tentunya harus diapresiasi. Karena kita ini partai Islam, ada dua sasaran. Pertama sasaran religius, bagaimana akhlak Baginda Rasul bisa tercermin dalam perilaku kita sehari-hari,” ujar Enjang.
Sementara dimensi kedua, lanjutnya, berkaitan dengan penguatan internal organisasi. Menurut Enjang, kegiatan keagamaan seperti Maulid dapat menjadi ruang silaturahmi bagi para pengurus agar semakin memahami tugas dan tanggung jawab mereka dalam menjalankan roda organisasi partai.
“Bagaimana pun juga pengurus harus ada ajang silaturahmi supaya mereka lebih memahami tentang tugas kepartaian,” katanya.
Enjang menegaskan, arah perjuangan politik PPP pada akhirnya tidak terlepas dari upaya membangun kembali kepercayaan masyarakat. Karena itu, penguatan struktur hingga tingkat paling bawah dinilai menjadi bagian penting dalam strategi partai.
“Ujungnya elektoral, bagaimana suara dan kepercayaan di grassroot masyarakat bisa digarap oleh pengurus di tingkat RT,” tegasnya.
Ia menyebut kegiatan Maulid Nabi tahun ini memiliki nuansa berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski kondisi Sekretariat DPC PPP memiliki keterbatasan lahan, hal tersebut tidak menyurutkan antusiasme WPP dalam menyelenggarakan kegiatan.
“Ini merupakan momentum tahunan. Nuansanya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Meski lahan Sekretariat DPC terbatas, tetapi tidak menyurutkan semangat mereka, WPP,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Enjang menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda yang dilaksanakan oleh WPP sebagai sayap partai. DPC PPP Kota Tasikmalaya dalam kegiatan tersebut lebih berperan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.
“Peserta Maulid Nabi ini adalah WPP dan pengurus internal. Yang jelas, yang melaksanakan kegiatan ini adalah underbow atau sayap partai, sementara DPC saat ini hanya mendukung kegiatan tersebut,” jelasnya.
Enjang juga menyinggung pentingnya optimalisasi seluruh institusi dan sayap partai sebagai bagian dari strategi PPP dalam menjangkau berbagai kelompok masyarakat.
Menurutnya, PPP memiliki sejumlah organisasi sayap yang dapat menjadi instrumen untuk memperkuat komunikasi dan konsolidasi partai, di antaranya Angkatan Muda Kabah (AMK), Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK), Wanita Persatuan Pembangunan (WPP), serta Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI).
“Ujung target partai PPP adalah elektoral. Akan tetapi, elektoral itu bisa dicapai melalui institusi yang menjadi tiang partai. Partai punya sayap seperti Angkatan Muda Kabah, Gerakan Pemuda Ka’bah, Wanita Persatuan Pembangunan, juga Generasi Muda Pembangunan Indonesia,” paparnya.
Ia mengatakan, keberadaan sayap-sayap partai tersebut perlu dioptimalkan untuk menjangkau segmen pemilih yang berbeda. PPP, menurutnya, tidak hanya perlu mempertahankan komunikasi dengan pemilih usia lanjut, tetapi juga harus mampu menarik perhatian kalangan milenial dan Generasi Z.
“Jadi ada dua segmen, pemilih usia lanjut dan milenial serta Gen Z. Ke depan kita akan membuat kegiatan yang sesuai dengan usia mereka supaya mereka lebih tertarik lagi,” ujarnya.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan