Warga Simpang Didi Keluhkan Sungai Sirau Keruh Pekat, Diduga Dampak Aktivitas Tambang di Hulu

Jumat, 6 Maret 2026 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARITO TIMUR, MNP – Warga Desa Simpang Didi, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur mengeluhkan kondisi air Sungai Sirau yang berubah keruh pekat dan tidak lagi layak untuk dikonsumsi.

Kondisi tersebut diduga akibat aktivitas pertambangan yang berada di bagian hulu sungai.

Keluhan ini disampaikan oleh salah seorang warga, Pidhy Harpano, yang mengaku masyarakat kini kesulitan mendapatkan air bersih dari sungai yang selama ini menjadi sumber kebutuhan sehari-hari.

Menurut Pidhy, air Sungai Sirau yang biasanya digunakan warga untuk mandi, mencuci bahkan kebutuhan rumah tangga lainnya, kini berubah warna menjadi keruh pekat.

“Airnya sekarang sangat keruh dan tidak bisa lagi digunakan seperti biasanya. Kami menduga ini karena aktivitas tambang di bagian hulu sungai,” ujarnya, Jumat (6/2/32026) kepada wartawan MNP.

Ia mengatakan, kondisi tersebut sudah dirasakan warga dalam beberapa waktu terakhir. Warga berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan pengecekan dan mengambil langkah penanganan.

Selain itu, masyarakat juga meminta agar aktivitas perusahaan tambang yang diduga menjadi penyebab keruhnya air sungai dapat diawasi secara ketat, sehingga tidak menimbulkan dampak lingkungan yang merugikan masyarakat.

“Sungai Sirau ini sangat penting bagi warga. Kalau terus keruh seperti ini, tentu sangat menyulitkan masyarakat yang selama ini bergantung pada air sungai,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, warga terus berharap ada perhatian serius dari pihak terkait untuk menelusuri penyebab keruhnya Sungai Sirau serta mencari solusi agar kondisi air sungai kembali normal.

Loading

Penulis : Yulius Yartono

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Warga Keluhkan Proyek Drainase di Kelurahan Sukamenak, Pejabat Pemkot dan Pelaksana Bungkam
Kemendikdasmen Dorong Terwujudnya Sekolah Aman dan Berintegritas di Tasikmalaya
Dugaan Pungli di Jembatan Ciloa Jadi Sorotan, Pemkab Tasikmalaya Siapkan CCTV dan Penerangan
Berlaku Hingga 17 November, Ini Syarat Manfaatkan Program Keringanan PBB-P2 Kota Tasikmalaya
Kopi Cakbrun, Hadirkan Aroma Khas Lereng Gunung Cakarabuana, Siap Tembus Pasar Internasional
Semarak HUT ke-25 Kota Tasikmalaya: Kecamatan Kawalu Kobarkan Semangat Warga dan Gotong Royong
Kurang dari 24 Jam, Polres Bogor Berhasil Bekuk Pelaku Pembacokan Bobotoh
Tiga Isu Dugaan Korupsi DLH, CSR Bank Sulselbar dan Sumur Bor, MNP Tantang Kejari Enrekang Buka Suara: Ada atau Tidak Ada?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:16 WIB

Warga Keluhkan Proyek Drainase di Kelurahan Sukamenak, Pejabat Pemkot dan Pelaksana Bungkam

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Kemendikdasmen Dorong Terwujudnya Sekolah Aman dan Berintegritas di Tasikmalaya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:05 WIB

Dugaan Pungli di Jembatan Ciloa Jadi Sorotan, Pemkab Tasikmalaya Siapkan CCTV dan Penerangan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Berlaku Hingga 17 November, Ini Syarat Manfaatkan Program Keringanan PBB-P2 Kota Tasikmalaya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Kopi Cakbrun, Hadirkan Aroma Khas Lereng Gunung Cakarabuana, Siap Tembus Pasar Internasional

Berita Terbaru