BARITO TIMUR, MNP – Warga di sejumlah desa di Kabupaten Barito Timur mengeluhkan kondisi air Sungai Takuam yang diduga tercemar akibat aktivitas penambangan emas ilegal di bagian hulu sungai tersebut.
Keluhan tersebut disampaikan salah seorang warga Desa Batuah yang meminta identitasnya dirahasiakan .Ia mengungkapkan bahwa kondisi air sungai saat ini sangat keruh dan tidak lagi layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kami dari Desa Batuah, Puri, dan Lenggang sangat kecewa dengan adanya penambangan emas di hulu Sungai Takuam. Akibatnya kami sangat kesulitan untuk mandi, mencuci, bahkan sekarang tidak bisa lagi mengonsumsi air sungai karena sudah sangat kotor,” ujarnya kepada awak media ini, Sabtu (14/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, selama ini Sungai Takuam menjadi sumber utama air bagi masyarakat di beberapa desa di wilayah tersebut. Namun sejak adanya dugaan aktivitas tambang emas ilegal kondisi air berubah menjadi keruh pekat dan dikhawatirkan membahayakan kesehatan warga.
Selain itu, warga pun berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dapat segera turun tangan untuk menindak aktivitas penambangan yang diduga ilegal tersebut.
Selain merusak lingkungan, kegiatan tersebut juga dinilai telah merugikan masyarakat yang menggantungkan kebutuhan air dari Sungai Takuam.
“Kami berharap ada tindakan tegas dari pemerintah dan aparat. Sungai ini adalah sumber kehidupan masyarakat di sini,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan aktivitas penambangan emas ilegal di hulu Sungai Takuam tersebut.
Warga pun berharap persoalan ini segera mendapat perhatian agar kondisi sungai dapat kembali normal dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
![]()
Penulis : Yulius Yartono
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan