Isi Paket MBG di Sidomulyo Dipertanyakan, Camat: Masyarakat Bisa Menilai Sendiri Harganya

Selasa, 24 Februari 2026 - 22:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan: Kiri untuk kelas 4-6, kanan kelas 1-3

Keterangan: Kiri untuk kelas 4-6, kanan kelas 1-3

LAMPUNG SELATAN, MNP – Program Makan Bergizi (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat untuk meningkatkan asupan gizi peserta didik, kini menjadi sorotan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Paket MBG yang disalurkan oleh SPPG Sidomulyo diduga tidak sesuai dengan anggaran dan standar yang diharapkan, Selasa (24/02/2026).

Sejumlah wali murid mengaku kecewa atas paket makanan yang diterima anak-anak mereka yang menilai isi paket tidak mencerminkan program makan bergizi sebagaimana digaungkan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp, Kepala SPPG Sidomulyo, Ananda, membenarkan adanya pembagian paket rapelan untuk siswa kelas 1–3.

“Benar bang. Buat anggaran kelas berapa ya? Ini rapelan buat anak kelas 1–3,” tulisnya singkat.

Menurut penjelasan yang diterima media, paket rapelan untuk kelas 1–3 berisi Susu Milko/Milky, 1 buah jeruk, Roti UMKM dan Abon.

Namun di lapangan, wali murid menyebut tidak ada perbedaan signifikan antara paket kelas 1–3 dan kelas 4–6.

Padahal, berdasarkan keterangan Kepala SPPG, seharusnya terdapat perbedaan, di mana kelas 4–6 mendapatkan paket yang disebut sebagai “paket besar”.

Untuk kelas 4–6, isi paket yang diterima siswa pada hari Senin disebut terdiri dari Susu Milko/Milky, 1 buah jeruk, Roti dan Abon. Sekilas, komposisi tersebut tampak identik dengan paket kelas 1–3.

Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa. Ia menilai isi paket jauh dari ekspektasi program makan bergizi yang digadang-gadang sebagai upaya peningkatan kualitas gizi anak sekolah.

“Kalau dilihat dari harganya, ini seperti ladang bisnis yayasan,” ujarnya.

Berdasarkan perkiraan harga eceran yang beredar di masyarakat untuk paket hari Senin tersebut Susu: Rp2.500, Roti: Rp2.000, Jeruk: Rp1.500, Abon: Rp1.500. Total perkiraan nilai paket: Rp7.500.

Muncul pertanyaan publik: berapa sebenarnya anggaran per paket MBG yang dialokasikan pemerintah? Jika anggaran lebih tinggi dari nilai riil barang yang diterima siswa, selisihnya ke mana?

Hingga berita ini diturunkan, Kepala SPPG Sidomulyo belum memberikan rincian anggaran atau rekapitulasi (rapelan) resmi untuk kelas 1–3 maupun 4–6 meskipun telah diminta oleh awak media melalui pesan WhatsApp.

Awak media kemudian mendatangi Kantor Camat Sidomulyo guna meminta klarifikasi. Camat Sidomulyo, Frans Sinatra Adung, S.P., M.M., memberikan tanggapan.

Terkait kandungan gizi dalam paket MBG, ia menyatakan bahwa hal tersebut dapat dikonfirmasi langsung kepada ahli gizi dari dapur yang menyiapkan dan mendistribusikan paket.

“Sementara itu, terkait harga paket MBG yang dibagikan pada hari Senin, 23 Februari, secara umum masyarakat juga dapat menilai kisaran harganya, karena isi paket dapat dilihat secara langsung,” ujarnya.

Namun, ia juga mengakui tidak dapat memastikan apakah paket yang dibagikan sudah sepenuhnya sesuai dengan anggaran pemerintah.

“Khusus untuk paket MBG yang dibagikan oleh dapur MBG Sidomulyo, saya tidak dapat memastikan apakah sudah sepenuhnya sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan pemerintah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa bahan makanan kemungkinan dibeli dengan harga grosir, yang tentu berbeda dengan harga eceran di pasaran. Meski demikian, ia memahami masyarakat tetap dapat memperkirakan kisaran total nilai paket dari isi yang diterima.

Sebagai tindak lanjut atas polemik ini,  Camat Sidomulyo telah memanggil seluruh pengurus SPPG di Kecamatan Sidomulyo, termasuk kepala dapur dan akuntan, guna melakukan evaluasi menyeluruh.

“Seluruh pengurus dapur sudah kami panggil untuk membahas berbagai permasalahan yang muncul. Harapannya, ke depan pelaksanaan program dapat berjalan lebih baik dan transparan,” tegasnya.

Loading

Penulis : Jun

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Tekan Antrean Operasi Katarak, Primaya Hospital Group Kolaborasi Buka Baksos Operasi Gratis di RSUD Pasar Minggu
Kepedulian Sosial, CV Assalam Family Menyasar Lansia, Guru Ngaji hingga Anak Yatim di Bantarsari
CV Armey Jaya Mandiri Turun Tangan, Kakek 74 Tahun di Tawang Kini Punya Harapan Rumah Layak
Pura-Pura Pesan Ojol, Pria di Natar Dibekuk Polisi Usai Bawa Kabur Motor Maxim
Tanggapi Gelombang Penolakan, Owner Kings Family Karaoke: Asumsi Harus Dibuktikan Melalui Hukum
Pimpin DPC GAMKI Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi Fokus Konsolidasi Pemuda Lintas Komunitas
Tatap Indonesia Emas 2045, PMII STISIP Tasikmalaya Ingatkan Bonus Demografi Tak Cukup Sebatas Slogan
Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 17:11 WIB

Tekan Antrean Operasi Katarak, Primaya Hospital Group Kolaborasi Buka Baksos Operasi Gratis di RSUD Pasar Minggu

Minggu, 1 November 2026 - 14:34 WIB

Kepedulian Sosial, CV Assalam Family Menyasar Lansia, Guru Ngaji hingga Anak Yatim di Bantarsari

Minggu, 1 November 2026 - 10:00 WIB

CV Armey Jaya Mandiri Turun Tangan, Kakek 74 Tahun di Tawang Kini Punya Harapan Rumah Layak

Minggu, 1 November 2026 - 09:48 WIB

Pura-Pura Pesan Ojol, Pria di Natar Dibekuk Polisi Usai Bawa Kabur Motor Maxim

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Tanggapi Gelombang Penolakan, Owner Kings Family Karaoke: Asumsi Harus Dibuktikan Melalui Hukum

Berita Terbaru