TASIKMALAYA, MNP – Kegiatan kebersamaan menjelang bulan suci Ramadan kembali dilakukan masyarakat Kota Tasikmalaya melalui tradisi munggahan.
Kali ini, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bendahara DPC PWRI Kota Tasikmalaya, Cucu Darmayanti, bersama kader Posyandu Cempaka, Petir Kota Tasikmalaya, Rabu (11/02/2025).
Kegiatan berlangsung dalam suasana sederhana, hangat, dan penuh kekeluargaan, mencerminkan nilai gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Munggahan merupakan tradisi masyarakat Sunda yang dilakukan menjelang datangnya bulan Ramadan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ajang mempererat tali silaturahmi.
Dalam kegiatan ini, para peserta berkumpul, membawa makanan dari rumah masing-masing, kemudian disantap bersama.
Selain sebagai tradisi budaya, munggahan juga menjadi momentum untuk saling memaafkan sebelum memasuki bulan puasa.
Terlihat kegiatan digelar secara lesehan tersebut dengan berbagai hidangan khas rumahan tersaji, mulai dari aneka lalapan, lauk pauk tradisional, gorengan, hingga minuman hangat.
Suasana akrab tampak terbangun sejak awal kegiatan, di mana para kader posyandu dan tamu yang hadir saling berbincang santai sambil mempersiapkan makanan bersama.
Bendahara DPC PWRI Kota Tasikmalaya, Cucu Darmayanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar makan bersama, tetapi juga sebagai upaya memperkuat sinergi antara organisasi kewartawanan dengan masyarakat, khususnya kader kesehatan di tingkat kelurahan.
Menurutnya, kader posyandu memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama ibu dan anak.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti munggahan menjadi ruang komunikasi yang efektif untuk mempererat hubungan emosional sekaligus membangun solidaritas sosial.
Dengan kebersamaan yang terjalin, diharapkan berbagai program sosial dan kemasyarakatan ke depan dapat berjalan lebih optimal.
Sementara itu, kader Posyandu Cempaka menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai kehadiran unsur organisasi masyarakat dan insan pers dalam kegiatan kemasyarakatan menjadi bentuk dukungan moral yang sangat berarti.
Selain itu, kegiatan seperti ini dinilai mampu meningkatkan semangat kebersamaan dan kekompakan antar kader.
Kegiatan munggahan juga diisi dengan doa bersama agar masyarakat Kota Tasikmalaya diberikan kesehatan, keselamatan, serta kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Doa dipanjatkan agar kebersamaan dan kekompakan masyarakat terus terjaga di tengah berbagai tantangan sosial yang ada.
Tradisi munggahan sendiri hingga saat ini masih terus dilestarikan oleh masyarakat Tasikmalaya. Selain sebagai warisan budaya, tradisi ini juga memiliki nilai spiritual dan sosial yang tinggi.
Melalui kegiatan seperti ini, nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan kepedulian sosial dapat terus ditanamkan kepada generasi muda.
Dengan terselenggaranya kegiatan munggahan ini, diharapkan hubungan antara organisasi, kader kesehatan, dan masyarakat dapat semakin erat.
Semangat kebersamaan yang tercipta diharapkan menjadi modal sosial dalam membangun masyarakat Kota Tasikmalaya yang lebih solid, sehat, dan harmonis menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
![]()
Penulis : SN
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan