BARITO TIMUR, MNP – Aktivitas pertambangan PT Bartim Coalindo yang beroperasi di wilayah Desa Muara Awang Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur diduga berdampak serius terhadap sektor pertanian warga.
Pendapatan petani di wilayah terdampak dilaporkan menurun akibat tanaman pertanian mereka terendam air bercampur lumpur tambang.
Hal tersebut diungkapkan Nurjani (55), seorang petani warga Batu Putih, Desa Netampin, Kecamatan Dusun Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebut kondisi lahan pertanian tidak lagi produktif seperti sebelumnya sejak air berlumpur dari aktivitas tambang mengalir ke area persawahan dan kebun warga.
Tak hanya itu Nurjani juga mengungkspkan bahwa dirinya pernah memelihara ikan nila dan mengambil air daei bendung karau, ikan-ikannya perlahan-lahan mati akibat air keruh berwarna kecoklatan bercpur lumpur.
“Ya selain gagal memelihara ikan, tanaman pertanian kami banyak yang rusak karena kemasukan air lumpur tambang. Hasil panen menurun drastis, otomatis pendapatan petani juga ikut turun,” ujar Nurjani, Selasa (10//2/2026).
Menurutnya, air berlumpur tersebut kerap masuk ke lahan saat hujan turun, sehingga tanaman padi dan komoditas lainnya tidak dapat tumbuh dengan baik. Kondisi ini, kata Nurjani, sudah terjadi berulang kali, namun belum mendapat penanganan yang memadai.
Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan menindaklanjuti keluhan petani dan melakukan evaluasi terhadap aktivitas pertambangan di sekitar wilayah pertanian warga.
“Kalau dibiarkan terus, kami khawatir lahan pertanian akan rusak permanen dan petani kehilangan sumber penghidupan,” tukasnya.
![]()
Penulis : Yulius Yartono
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan