Misteri Hilangnya Pemanen Kemenyan di Delleng Lae Oncim, Tim Gabungan Perluas Pencarian

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAKPAK BHARAT, MNP – Upaya pencarian terhadap Suraman Cibro (38), warga Desa Silima Kuta, Kecamatan Sitellu Tali Urang (STTU) Julu yang hilang di kawasan hutan, kini memasuki hari kelima.

Hingga Jumat (06/02/2026), tim gabungan yang menyisir kawasan Hutan Delleng Lae Oncim belum menemukan titik terang keberadaan korban.

Suraman dilaporkan hilang sejak Minggu, 1 Februari 2026, saat melakukan aktivitas memanen kemenyan (merkemenjen) bersama tiga orang rekannya di perbatasan Desa Siempat Rube I.

Aktivitas memanen kemenyan merupakan tradisi dan mata pencaharian turun-temurun masyarakat Pakpak Bharat.

Tinggal berhari-hari di hutan adalah hal lumrah bagi para pemanen karena lokasi ladang kemenyan yang jauh dari permukiman.

Meskipun berangkat berkelompok, para pemanen biasanya berpencar saat bekerja dan hanya berkumpul di pondok pada malam hari.

Namun, pada hari kejadian, Suraman tidak kunjung kembali ke pondok untuk makan siang. Rekan-rekannya sempat melakukan pencarian mandiri sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Pakpak Bharat, TNI, Polri, Tagana, Pemerintah Kecamatan STTU Julu, serta masyarakat Desa Silima Kuta dan Siempat Rube I terus bergerak menyisir medan hutan yang lebat.

Kepala Pelaksana BPBD Pakpak Bharat, Augusman Harapan Padang, ST., M.Si, menjelaskan bahwa tim telah disebar untuk mengoptimalkan penyisiran di titik-titik krusial.

“Belum ada tanda-tanda keberadaan korban hingga hari kelima ini. Tim pencari sudah dibagi dan disebar hingga area radius 7 kilometer dari titik diduga aktivitas terakhir korban. Kami akan terus memperluas area pencarian, mudah-mudahan segera ada kabar baik,” jelas Augusman.

Hilangnya Suraman menjadi perhatian besar bagi warga Desa Silima Kuta. Doa dan dukungan terus mengalir agar tim gabungan diberikan kemudahan dalam menyisir hutan kemenyan yang dikenal memiliki medan cukup menantang.

Masyarakat setempat berharap koordinasi yang solid antara instansi terkait dan warga yang lebih memahami medan hutan dapat segera membuahkan hasil dalam menemukan korban.

Loading

Penulis : Benny Solin

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Respons Cepat Polsek Malangbong, Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Nasional Limbangan
Polsek Malangbong Tanggap Bencana, Rumah Warga Ambruk Diterjang Hujan
Bawa Kabur Mobil dan Ratusan Gas LPG, Dua Begal Perusahaan di Karangpawitan Masuk Sel
Ketua DPD PAN Bartim Soroti Kesejahteraan Buruh di Tengah Tekanan Global
Perangi Narkoba, Satresnarkoba Polres Pakpak Bharat Ringkus Seorang Petani Pemilik Sabu
Dibalik Gemuruh May Day: Suara Sunyi Buruh Masih Terpinggirkan
Kapolres Pakpak Bharat Tegaskan Personel Siap Siaga Amankan May Day: Jangan Underestimate!
Tiga Dekade PAD Karang Resik “Gelap”, Inspektorat Didorong Bongkar Dugaan Kongkalikong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:23 WIB

Respons Cepat Polsek Malangbong, Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Nasional Limbangan

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:15 WIB

Polsek Malangbong Tanggap Bencana, Rumah Warga Ambruk Diterjang Hujan

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:21 WIB

Bawa Kabur Mobil dan Ratusan Gas LPG, Dua Begal Perusahaan di Karangpawitan Masuk Sel

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:32 WIB

Ketua DPD PAN Bartim Soroti Kesejahteraan Buruh di Tengah Tekanan Global

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:24 WIB

Perangi Narkoba, Satresnarkoba Polres Pakpak Bharat Ringkus Seorang Petani Pemilik Sabu

Berita Terbaru

Berita terbaru

Polsek Malangbong Tanggap Bencana, Rumah Warga Ambruk Diterjang Hujan

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:15 WIB