Dibalik Gemuruh May Day: Suara Sunyi Buruh Masih Terpinggirkan

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day kembali menjadi momentum refleksi bagi berbagai kalangan, termasuk Arrie Haryadi, Wakil Ketua DPD PWRI Kota Tasikmalaya.

Dalam suasana yang diwarnai semangat solidaritas dan perayaan, ia justru menyoroti sisi lain yang kerap luput dari perhatian: realitas pahit yang masih dihadapi banyak buruh di tengah perubahan sistem ketenagakerjaan saat ini.

Arrie menyampaikan bahwa meskipun peringatan Hari Buruh identik dengan semangat perjuangan dan kebersamaan, tidak sedikit buruh yang masih merasa dirugikan, bahkan tertindas oleh sistem kerja yang berkembang dewasa ini.

Salah satu sorotan utama adalah maraknya penggunaan sistem kerja berbasis agensi atau outsourcing, yang dinilai telah menggeser pola hubungan kerja konvensional antara buruh dan perusahaan.

“Dahulu, buruh berada langsung di bawah naungan perusahaan, sehingga hak-hak seperti gaji, tunjangan, dan jaminan kerja relatif lebih terjamin. Namun kini, banyak buruh harus melalui pihak ketiga atau agensi, yang dalam praktiknya seringkali memotong penghasilan mereka,” ujar Arrie.

Menurutnya, sistem ini tidak hanya berdampak pada besaran pendapatan yang diterima buruh, tetapi juga pada kepastian kerja.

Kontrak kerja yang terbatas waktu membuat buruh berada dalam posisi yang tidak stabil. Ketika masa kontrak berakhir, mereka harus kembali berjuang mencari pekerjaan baru tanpa kepastian, bahkan tanpa hak atas pesangon.

Arrie menyoroti masih adanya buruh yang menerima upah di bawah standar Upah Minimum Regional (UMR), serta tidak mendapatkan tunjangan kesehatan yang layak.

Kondisi ini, menurutnya, terjadi bukan karena ketidaktahuan, melainkan keterpaksaan akibat sempitnya lapangan pekerjaan.

“Banyak buruh yang menerima kondisi tersebut karena tidak memiliki pilihan lain. Ini adalah realitas yang harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama pemerintah,” tegasnya.

Ia berharap, peringatan Hari Buruh tahun ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi benar-benar menjadi momentum untuk mendengar dan menindaklanjuti aspirasi para buruh.

Pemerintah diharapkan dapat menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada pekerja, serta melakukan pengawasan ketat terhadap praktik ketenagakerjaan yang merugikan.

Di tengah geliat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan buruh seharusnya menjadi fondasi utama yang tidak boleh diabaikan.

Sebab, di balik setiap roda industri yang berputar, terdapat keringat dan harapan para buruh yang mendambakan kehidupan yang lebih layak dan berkeadilan.

May Day tahun ini menjadi pengingat bahwa perjuangan buruh belum usai. Di balik gemuruh perayaan, masih ada suara-suara sunyi yang menanti untuk didengar dan diperjuangkan.

Loading

Penulis : Soni

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Haol Ke-36 Pendiri Gadjah Putih, Bupati Garut Ajak Generasi Muda Lestarikan Pencak Silat
Dukung Akses Pendidikan, Mohamad Sohibul Iman Serahkan Bantuan PIP di SDN Panglayungan
PEMDA DIKEPUNG KRITIK! “Jangan Hanya Ramah ke Masyarakat, Ramah Lingkungan Juga Dong”
Doa Warga Parungponteng Kuatkan Langkah Pengabdian TMDD Kodim 0612/Tasikmalaya
Camat Batang Asam Bungkam, Polemik BUMDes Desa Lubuk Bernai Kembali Disorot
Stadion Wiradadaha Tak Layak, Tasikmalaya Batal Jadi Tuan Rumah Liga Suratin Jawa Barat 2026
Ikhtiar Hadapi Kemarau, Satgas TMMD dan Warga Parungponteng Siapkan Shalat Istisqa
JANGAN BIASAKAN PLT! Mantan Ketua DPRD Tampar Bupati: Segera Anggarkan Pilkades, Jangan Langgar Aturan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Haol Ke-36 Pendiri Gadjah Putih, Bupati Garut Ajak Generasi Muda Lestarikan Pencak Silat

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Dukung Akses Pendidikan, Mohamad Sohibul Iman Serahkan Bantuan PIP di SDN Panglayungan

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:35 WIB

PEMDA DIKEPUNG KRITIK! “Jangan Hanya Ramah ke Masyarakat, Ramah Lingkungan Juga Dong”

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:06 WIB

Doa Warga Parungponteng Kuatkan Langkah Pengabdian TMDD Kodim 0612/Tasikmalaya

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:49 WIB

Camat Batang Asam Bungkam, Polemik BUMDes Desa Lubuk Bernai Kembali Disorot

Berita Terbaru