Angkat Tema Ekosida, Garut Zero Waste Ajak Masyarakat Konsisten Pilah Sampah dari Rumah

Senin, 19 Januari 2026 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUT, MNP – Komunitas Garut Zero Waste (GZW) kembali menggelar agenda edukasi bulanan bertajuk “Ngobrolin Plastik dan Isu Lingkungan” (Ngopi).

Kali ini, kegiatan yang berlangsung di Sekretariat GZW, Perum Abdi Negara 1, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Minggu (18/1/2026), dengan mengangkat tema kritis: “Ekosida: Ketika Alam Dibantai Secara Sistematis”.

Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pegiat lingkungan muda hingga perwakilan pemerintah, guna membedah ancaman kerusakan ekosistem dan mencari solusi nyata dari lingkup terkecil, yakni rumah tangga.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, Edy Kuntoro, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif GZW.

Menurutnya, keberadaan komunitas yang diisi oleh anak-anak muda ini merupakan aset berharga bagi masa depan lingkungan di Garut.

“Jadi tanggapan hari ini tentunya Pemerintah Kabupaten Garut sangat mengapresiasi karena ternyata disini berkumpul lah para pegiat lingkungan yang sangat peduli terhadap lingkungan Kabupaten Garut, termasuk juga sampah di dalamnya,” ucapnya

Ia berharap gerakan ini tidak hanya dilaksanakan pada hari ini saja, namun terus berlanjut dengan melibatkan berbagai stakeholder.

“Dan mudah-mudahan diharapkan bahwa kegiatan ini tidak berhenti hari ini, tapi akan berlanjut dan lebih luas lagi dengan melibatkan berbagai pihak untuk berkolaborasi bersama,” ujar Edy.

Co-Founder sekaligus Ketua Garut Zero Waste, Krismiyati, menjelaskan bahwa program “Ngopi” merupakan bagian dari kampanye masif GZW untuk memberikan edukasi yang konsisten kepada masyarakat.

Pemilihan tema “Ekosida” sengaja dilakukan untuk memberikan kesadaran tentang betapa ngerinya dampak kerusakan alam jika tidak segera ditangani secara sistematis.

“Jadi agenda ngopi ini dilaksanakannya sebulan sekali, karena seperti tujuan dari Garut Zero Waste kampanye utama kami adalah untuk mengajak sebanyak-banyaknya orang memilah sampah dari rumah,” katanya.

Ia menambahkan, edukasi harus dilakukan secara konsisten karena luasnya wilayah dan banyaknya populasi di Garut. Sejak dideklarasikan pada tahun 2019, GZW lahir dari keresahan para pendirinya terhadap persoalan sampah yang tak kunjung usai.

“Karena itu kami akhirnya berkumpul untuk bisa dapat kekuatan yang lebih besar, karena kalau mikirin sampah, menyelesaikan sampah sendiri-sendiri itu tidak mungkin. Jadi harus bareng-bareng, harus berkolaborasi, pemerintah, masyarakatnya, komunitas, kemudian juga swasta, semuanya harus bekerja bersama, harus memikirkan bertanggung jawab terhadap sampai yang dihasilkan,” ungkapnya.

Sebagai wadah edukator, GZW memiliki berbagai program unggulan, di antaranya GZW Goes to School yaitu edukasi dari jenjang PAUD hingga Kampus, GZW Goes to Office yaitu edukasi menyasar instansi pemerintahan dan desa.

Selain itu, GZW Goes to Kampung yaitu sosialisasi langsung kepada ibu-ibu PKK, Posyandu, dan karang taruna, dan Ngopi (Ngobrolin Plastik & Isu Lingkungan) yaitu diskusi rutin bulanan yang dimulai sejak 2025.

Menutup keterangannya, Krismiyati berharap para peserta yang hadir dapat menjadi agen perubahan di lingkungan terkecil mereka.

“Harapan kami kegiatan Ngopi ini bisa konsisten kami lakukan walaupun baru bisa sebulan sekali, kemudian semoga semakin banyak orang yang tertarik dengan kegiatan-kegiatan bertema go green, lingkungan, seperti itu,” tutupnya.

Garut Zero Waste sendiri merupakan komunitas lingkungan yang berdiri sejak 2019 di Kabupaten Garut. Berfokus pada edukasi pengelolaan sampah berkelanjutan, GZW berkomitmen untuk menciptakan ekosistem masyarakat yang sadar lingkungan melalui aksi nyata pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Loading

Penulis : M.Karno

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H
Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026
PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup
MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan
Banyak Sekolah Direvitalisasi, Mengapa SDN 3 Puspahiang Malah Terlewat?
Desak Penegakan Hukum, Tokoh Pendiri Barito Timur Tuntut Investigasi Tuntas Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum
Arga Hot Spring Hadirkan Wahana Fantastis, Diburu Wisatawan Lokal dan Luar Daerah
Sikap Tertutup Camat Baru Ciampea Terhadap Kiprah Jurnalis, Picu Spekulasi Miring Insan Pers 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:09 WIB

Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:36 WIB

Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:34 WIB

PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:58 WIB

MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:45 WIB

Banyak Sekolah Direvitalisasi, Mengapa SDN 3 Puspahiang Malah Terlewat?

Berita Terbaru

Sampai Kapan Rakyat Menjadi Kelinci Percobaan Kebijakan?

Berita terbaru

MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan

Jumat, 19 Jun 2026 - 15:58 WIB