Sungai Cikunten 2 Sering Mengering, Petani Ikan di Cigantang Terancam Gulung Tikar

Minggu, 11 Januari 2026 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

TASIKMALAYA, MNP – Kondisi aliran Sungai Cikunten 2 di wilayah Kelurahan Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, kini memprihatinkan.

Sungai kecil yang dahulu dikenal tak pernah kering meski tanpa hujan, kini justru sering kehilangan aliran air secara tiba-tiba saat musim kemarau atau ketika hujan tidak turun beberapa hari.

Pantauan di lokasi menunjukkan, dasar sungai tampak dangkal dengan genangan air keruh di beberapa titik. Rumput liar tumbuh lebat di bantaran sungai, sementara aliran air yang seharusnya mengalir tampak tersendat bahkan terputus.

Kondisi ini jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu, ketika Cikunten 2 masih menjadi sumber air andalan warga, terutama bagi petani ikan.

“Dulu walaupun tidak hujan, air di Cikunten 2 tetap mengalir. Sekarang, kalau tidak hujan beberapa hari saja, airnya bisa langsung habis,” ujar salah seorang petani ikan setempat, Ubad Minggu (11/01/2026).

Ia mengaku kesulitan mempertahankan kolam ikan miliknya karena pasokan air yang tidak menentu.

Cikunten 2 selama ini berfungsi sebagai saluran air penting bagi warga Cigantang, khususnya pembudidaya ikan air tawar.

Puluhan kolam ikan yang berada di sekitar aliran sungai sangat bergantung pada debit air alami. Namun dengan kondisi sungai yang kerap mengering, para petani terpaksa mengurangi jumlah tebar benih, bahkan sebagian menghentikan sementara aktivitas budidaya.

Menurut warga, perubahan kondisi aliran sungai diduga akibat beberapa faktor, mulai dari pendangkalan, berkurangnya daerah resapan air, hingga alih fungsi lahan di sekitar hulu.

Pembangunan permukiman dan berkurangnya vegetasi hijau disinyalir membuat air hujan tidak lagi tersimpan dengan baik, sehingga debit sungai cepat turun saat hujan berhenti.

“Kami khawatir kalau ini terus dibiarkan. Sungai ini bukan hanya untuk ikan, tapi juga untuk lingkungan sekitar. Kalau kering, dampaknya ke mana-mana,” kata warga lainnya.

Selain berdampak pada ekonomi petani ikan, mengeringnya Cikunten 2 juga memunculkan kekhawatiran lingkungan.

Sungai yang tidak mengalir berpotensi menjadi sarang sampah dan menimbulkan bau tidak sedap. Dalam jangka panjang, kondisi ini dikhawatirkan memperparah kerusakan ekosistem sungai.

Warga dan petani ikan berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah. Mereka meminta dilakukan normalisasi sungai, penataan bantaran, serta upaya pelestarian daerah hulu agar fungsi Cikunten 2 dapat kembali seperti semula.

“Harapannya ada solusi jangka panjang, bukan hanya sementara. Sungai ini sangat vital bagi kami,” pungkas seorang petani ikan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai langkah penanganan kondisi Cikunten 2.

Namun warga berharap keluhan ini segera ditindaklanjuti demi keberlangsungan usaha perikanan dan kelestarian lingkungan di wilayah Cigantang.

Loading

Penulis : SN

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya Ajak Masyarakat Bersinergi Berantas Koperasi Liar
Memasuki Musim Kemarau, Camat Paku Paskahariadi Imbau Masyarakat Cegah Karhutla
Pelantikan MWC NU se-Jeneponto, Bupati Dorong Sinergi Organisasi Keagamaan dan Pemda
Wakil Sulsel di Ajang Nasional! Enrekang Raih Sertifikat Nominasi Jamsostek Award 2026
Pemerintah Pusat Gelar PKM Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Karau di Barito Timur
DLH Kota Tasikmalaya Tutup TPS Dadaha, Tekankan Pentingnya Kesadaran Warga
Tekan Angka Kemiskinan, Pemkab Garut Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
Lolos Berkali-kali, Dua Residivis Curanmor Akhirnya Tersungkur Digerebek Tengah Malam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:16 WIB

Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya Ajak Masyarakat Bersinergi Berantas Koperasi Liar

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:02 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Camat Paku Paskahariadi Imbau Masyarakat Cegah Karhutla

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:49 WIB

Pelantikan MWC NU se-Jeneponto, Bupati Dorong Sinergi Organisasi Keagamaan dan Pemda

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:27 WIB

Wakil Sulsel di Ajang Nasional! Enrekang Raih Sertifikat Nominasi Jamsostek Award 2026

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:38 WIB

Pemerintah Pusat Gelar PKM Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Karau di Barito Timur

Berita Terbaru