Tasikmalaya, MNP – Rencana aksi demonstrasi besar-besaran yang akan digelar LSM SWAP bersama aliansi LSM Trinusa, Sajalur, Gapura, Berantas, dan Lakri resmi dibatalkan.
Pembatalan ini terjadi setelah pihak Maybank yang didampingi Aparat Penegak Hukum (APH) mendatangi langsung Sekretariat LSM SWAP di Jalan Cilembang, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya untuk melakukan upaya mediasi, Kamis (11/12/2025).
Ketua Umum LSM SWAP, H. Adang Mulyadi SE atau yang akrab disapa Apih, mengatakan, bahwa sejak awal pihaknya telah berupaya meminta kebijakan dari pihak perbankan agar persoalan antara debitur dan kreditur dapat diselesaikan tanpa merugikan salah satu pihak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari awal kami baik-baik meminta kebijakan kepada pihak perbankan. Permasalahan ini kan krusial, jadi kami ingin semua diselesaikan tanpa ada yang dirugikan, baik klien kami sebagai debitur maupun pihak bank sebagai kreditur,” ujar Apih.
Dia menjelaskan, debitur telah memperlihatkan itikad baik kepada Maybank, di antaranya memperkenalkan calon pembeli aset kepada pihak bank.
Pada pertemuan sebelumnya, calon pembeli menyatakan minat untuk membeli aset gudang debitur pada Februari mendatang.
Debitur bersedia mencicil angsuran Rp10 juta per bulan sejak September 2025 sembari menunggu proses penjualan aset yang diagunkan.
Namun, upaya tersebut tidak mendapat respons positif dari pihak Maybank. Bank tetap melakukan pemasangan plang, yang dinilai sebagai bentuk penolakan terhadap itikad baik debitur.
“Padahal kita sudah audiensi dan meminta mediasi agar ada titik terang. Tapi ada oknum pegawai Maybank Cabang Tasikmalaya yang menyatakan tidak bisa menerima tawaran tersebut,” ungkapnya.
Sekretaris Umum LSM SWAP, Dede Sukmajaya, menuturkan bahwa pihaknya sudah beberapa kali melakukan mediasi dengan bank dan disaksikan oleh pihak kepolisian. Namun pengajuan terakhir ditolak oleh perbankan pusat dari Jakarta.
“Penolakan itu membuat kami kecewa. Itikad baik klien kami tidak dianggap. Makanya kami geram dan berencana melakukan aksi demo besar-besaran di kantor Maybank,” ujarnya.
Namun kedatangan perwakilan Maybank ke Sekretariat SWAP bersama APH hari ini dianggap sebagai langkah positif.
“Alhamdulillah pihak Maybank datang kembali untuk mediasi ulang. Kami menilai tuntutan klien kami sudah disepakati sehingga aksi demo dibatalkan,” jelas Dede.
Dede juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh aliansi LSM dan media yang sebelumnya sudah bersiap untuk aksi.
Saat awak media mencoba meminta keterangan dari perwakilan Maybank, Ginanjar Sugiharto, selaku Secured Loan Collection, ia menolak memberikan pernyataan dan meminta media untuk langsung menemui Branch Manager Maybank Tasikmalaya, Rita Rahmawati.
Namun saat dikonfirmasi di kantor Maybank Cabang Tasikmalaya, Rita juga enggan memberikan komentar. Ia menyebutkan bahwa seluruh urusan klarifikasi sudah diserahkan ke kantor pusat.
Maybank kemudian memberikan kontak Arvy Priyasajjana, Media Relation Engagement Specialist Maybank. Saat dihubungi melalui WhatsApp, Arvy menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan tanggapan resmi melalui email.
Sementara itu, Redaksi media ini menerima pesan email dari Corporate Communications PT Bank Maybank Indonesia Tbk.
“Terkait proses permohonan yang diajukan oleh nasabah, Bank menegaskan bahwa setiap proses
akan ditangani melalui mekanisme dan prosedur yang berlaku serta menerapkan prinsip kehatihatian,” tandas Corporate Communications Maybank Indonesia dalam pernyataan emailnya.
![]()
Penulis : DK
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan