Pemkot Tasikmalaya Survei Lokasi untuk Pembangunan Sekolah Rakyat di Bungursari

Kamis, 11 Desember 2025 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Pemerintah Kota Tasikmalaya melakukan survei awal terhadap sejumlah titik yang diusulkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, sebuah program pendidikan dari pemerintah pusat yang ditujukan untuk masyarakat kurang mampu.

Survei dilakukan oleh berbagai unsur, mulai dari BPBD, Dinas Lingkungan Hidup (LH), Dinas PUTR, Dinas Pertanian, hingga Dinas Sosial sebagai koordinator utama, Kamis (11/12/2025).

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Chandra, menjelaskan bahwa kegiatan hari ini bersifat survei lapangan untuk mengumpulkan data teknis secara lengkap sebelum keputusan final ditentukan oleh pemerintah pusat maupun provinsi.

“Ini lebih kepada survei dari berbagai elemen. Ada BPBD untuk melihat potensi kebencanaan, LH untuk kondisi lingkungan dan ketersediaan air, PUTR untuk akses jalan, dan Dinas Pertanian untuk memastikan tidak berada di lahan sawah abadi yang dilindungi. Dinas Sosial menjadi pimpinan utamanya bersama camat setempat,” ujar Dicky.

Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota hanya bertugas menyediakan alternatif lahan sesuai kebutuhan, sementara penentuan lokasi pembangunan sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat atau provinsi.

Wali kota sudah menggagas hal ini karena banyak masyarakat tidak mampu yang berhak mendapat pendidikan layak.

“Maka kami menerima tawaran dari pusat untuk membangun Sekolah Rakyat. Otomatis kami harus menyediakan lahannya. Tapi kami hanya penerima manfaat—penentuannya nanti tetap pusat atau provinsi,” jelas Dicky.

Saat ini terdapat 4–5 titik lokasi dari 10 kecamatan yang menawarkan, termasuk Tamansari, Kawalu, Bungursari, dan beberapa wilayah lainnya. Semua titik ini sedang dikaji oleh tim Pemkot untuk memastikan kelayakan lahan dari berbagai aspek.

Dicky menambahkan bahwa kebutuhan lahan yang diminta oleh kementerian berkisar 5 hingga 7 hektare. Luasan lebih dari 7 hektare biasanya mencakup fasilitas tambahan seperti lapangan sepak bola. Namun kemampuan anggaran daerah kemungkinan hanya memungkinkan menyediakan lahan sekitar 5 hektare.

“Kita hanya mengecek dan memastikan kemampuan lahan. Mulai dari keamanan bencana, ketersediaan air, sanitasi, akses jalan, hingga kenyamanan. Kita tidak mau sekadar membangun, tapi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat tidak mampu,” tegasnya.

Pemkot juga masih menunggu penyelesaian dokumen LDTR terbaru sebagai dasar penetapan lokasi strategis.

“Walaupun LDTR masih berlaku sampai 2030, kami menunggu yang terbaru. Jadi kami belum bisa menentukan mana yang paling cocok. Setelah data survei lengkap, semuanya akan kita rujuk ke pusat dan provinsi,” kata Dicky.

Hasil survei dari BPBD, LH, PUTR, Pertanian, serta Dinas Sosial ini nantinya menjadi acuan utama agar lokasi Sekolah Rakyat benar-benar memenuhi standar kelayakan, keamanan, dan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, H.Dadan Azhar Perwakilan CV B3 menyebut, kunjungan Wakil Walikota untuk mengecek/survei lokasi yang akan di jadikan Sekolah Rakyat.

“Seperti yang sudah di sampaikan barusan oleh Dinas Sosial untuk luas 7,6 hektar, mudah mudahan ada kecocokan sehingga bisa terlaksana pembangunan Sekolah Rakyat di Wilayah Bungursari, sesuai harapan warga Bungursari,” harap Dadan.

Loading

Penulis : Hendrik

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bupati Inhu Pimpin Penanaman Padi Bersama di Kuala Cenaku, Dukung Ketahanan Pangan
PT BCL Diduga Abaikan Kewajiban Plasma 20 Persen, DPRD: Jelas Melanggar Aturan
Tebing Longsor Cinekol Desa Petir Kab Bogor Makan Korban
GEGER BAZNAS ENREKANG: Dalih ‘Bukan Uang Negara’ Dibongkar LBH Ansor! Logika Sesat, Amanah Zakat Lebih Suci dari APBN
Ratusan Personel Gabungan Amankan Kirab Budaya dan Karnaval Berkuda di Garut
Ribuan Warga Bogor Barat Menagih Utang Gubernur Jabar, di Hadapan PemKab Bogor
Kunjungi Koramil Manonjaya, Dandim 0612/Tasikmalaya: Hidup Tenang Itu Tanpa Hutang
Dr. Aspa Muji Resmi Menjabat Pj Sekda, Pemkab Jeneponto Perkuat Kinerja Birokrasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:21 WIB

Bupati Inhu Pimpin Penanaman Padi Bersama di Kuala Cenaku, Dukung Ketahanan Pangan

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:01 WIB

PT BCL Diduga Abaikan Kewajiban Plasma 20 Persen, DPRD: Jelas Melanggar Aturan

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:47 WIB

Tebing Longsor Cinekol Desa Petir Kab Bogor Makan Korban

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:44 WIB

GEGER BAZNAS ENREKANG: Dalih ‘Bukan Uang Negara’ Dibongkar LBH Ansor! Logika Sesat, Amanah Zakat Lebih Suci dari APBN

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:31 WIB

Ratusan Personel Gabungan Amankan Kirab Budaya dan Karnaval Berkuda di Garut

Berita Terbaru

Berita terbaru

Tebing Longsor Cinekol Desa Petir Kab Bogor Makan Korban

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:47 WIB