Banjar, MNP – Tradisi Siraman Mandi dalam pernikahan adat Banjar terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya leluhur yang sarat makna spiritual dan nilai-nilai kehidupan.
Prosesi ini menggambarkan pembersihan diri lahir dan batin sebelum memasuki gerbang kehidupan rumah tangga, Rabu (5/11/2025).
Di Desa Jalan Karang Tengah Balokang RT 25 RW 09, Kecamatan Banjar, sepasang calon pengantin menjalani ritual sakral tersebut dengan khidmat. Tradisi siraman menjadi tahap penting sebelum pelaksanaan akad dan resepsi pernikahan adat Banjar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dewi, orang tua dari calon pengantin wanita Yayang Salsabila Permata, mengungkapkan,tradisi siraman mandi merupakan warisan budaya dari nenek moyang yang memiliki makna mendalam.
“Siraman ini bertujuan untuk membersihkan jiwa calon pengantin agar menjadi pribadi yang lebih baik dan mendapatkan keberkahan dalam mengarungi kehidupan rumah tangga,” ujarnya.
Prosesi berlangsung lancar, dimulai dengan sungkeman calon pengantin kepada kedua orang tua sebagai simbol bakti dan permohonan restu.
Setelah itu, air siraman dipercikkan oleh orang tua dan anggota keluarga sebagai tanda doa serta harapan untuk kehidupan baru yang penuh keberkahan.
Usai prosesi siraman, acara dilanjutkan dengan tradisi saweran, di mana uang yang disebar pada warga sekitar diberi nomor dan di tukarkan dengan hadiah.
Suasana kian meriah saat salah satu warga, Teh Nyinyi (41), mendapatkan hadiah utama berupa jam dinding kaligrafi bertuliskan huruf Arab.
“Saya sangat senang dan bersyukur, semoga Yayang Salsabila Permata dan Mohammad Ikbal Fahrezi menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah,” tutur Teh Nyinyi penuh haru.
Tradisi siraman seperti ini menjadi bukti nyata bahwa adat Banjar tidak hanya kaya akan simbol dan nilai spiritual, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar warga.
Pelestarian budaya ini patut dijaga agar tetap menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Banjar di tengah arus modernisasi.
![]()
Penulis : DHS
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan