Sarat Makna Spiritual, Tradisi Siraman Mandi Adat Banjar Bersihkan Calon Pengantin Lahir Batin

Rabu, 5 November 2025 - 21:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjar, MNP – Tradisi Siraman Mandi dalam pernikahan adat Banjar terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya leluhur yang sarat makna spiritual dan nilai-nilai kehidupan.

Prosesi ini menggambarkan pembersihan diri lahir dan batin sebelum memasuki gerbang kehidupan rumah tangga, Rabu (5/11/2025).

Di Desa Jalan Karang Tengah Balokang RT 25 RW 09, Kecamatan Banjar, sepasang calon pengantin menjalani ritual sakral tersebut dengan khidmat. Tradisi siraman menjadi tahap penting sebelum pelaksanaan akad dan resepsi pernikahan adat Banjar.

Dewi, orang tua dari calon pengantin wanita Yayang Salsabila Permata, mengungkapkan,tradisi siraman mandi merupakan warisan budaya dari nenek moyang yang memiliki makna mendalam.

“Siraman ini bertujuan untuk membersihkan jiwa calon pengantin agar menjadi pribadi yang lebih baik dan mendapatkan keberkahan dalam mengarungi kehidupan rumah tangga,” ujarnya.

Prosesi berlangsung lancar, dimulai dengan sungkeman calon pengantin kepada kedua orang tua sebagai simbol bakti dan permohonan restu.

Setelah itu, air siraman dipercikkan oleh orang tua dan anggota keluarga sebagai tanda doa serta harapan untuk kehidupan baru yang penuh keberkahan.

Usai prosesi siraman, acara dilanjutkan dengan tradisi saweran, di mana uang yang disebar pada warga sekitar diberi nomor dan di tukarkan dengan hadiah.

Suasana kian meriah saat salah satu warga, Teh Nyinyi (41), mendapatkan hadiah utama berupa jam dinding kaligrafi bertuliskan huruf Arab.

“Saya sangat senang dan bersyukur, semoga Yayang Salsabila Permata dan Mohammad Ikbal Fahrezi menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah,” tutur Teh Nyinyi penuh haru.

Tradisi siraman seperti ini menjadi bukti nyata bahwa adat Banjar tidak hanya kaya akan simbol dan nilai spiritual, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar warga.

Pelestarian budaya ini patut dijaga agar tetap menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Banjar di tengah arus modernisasi.

Loading

Penulis : DHS

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Dampak Koalisi Gemuk, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Enggan Dukung Petisi 26
Polsek Malangbong Serahkan Tersangka Kasus Curas ke Polres Tangerang
Menolak Lupa G30S: Belajar Sejarah Secara Utuh untuk Menjaga Persatuan Bangsa
Tinggal di Gubuk Reyot Dekat Pusat Pemerintahan, Kasus Siti Nuraenun Jadi Cermin Evaluasi Data Bansos
TBBR Ultimatum Polres Bartim: Bebaskan Dua Peladang Hayaping, Buka Sumber Data 11 Hektare
Saat Air Datang, Harapan Kembali Mengalir: TNI Salurkan Air Bersih untuk 450 Warga Sukarame
Rebutan Lapak Kerja Tambang di Inhu Memanas, Sekretaris Buruh Bongkar Muat Lapor Polisi 
Api Tiba-Tiba Membesar, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran 6 Rumah di Pakpak Bharat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 13:00 WIB

Dampak Koalisi Gemuk, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Enggan Dukung Petisi 26

Rabu, 30 September 2026 - 10:40 WIB

Polsek Malangbong Serahkan Tersangka Kasus Curas ke Polres Tangerang

Rabu, 30 September 2026 - 10:33 WIB

Menolak Lupa G30S: Belajar Sejarah Secara Utuh untuk Menjaga Persatuan Bangsa

Rabu, 30 September 2026 - 10:21 WIB

Tinggal di Gubuk Reyot Dekat Pusat Pemerintahan, Kasus Siti Nuraenun Jadi Cermin Evaluasi Data Bansos

Rabu, 30 September 2026 - 06:49 WIB

TBBR Ultimatum Polres Bartim: Bebaskan Dua Peladang Hayaping, Buka Sumber Data 11 Hektare

Berita Terbaru

Berita terbaru

Polsek Malangbong Serahkan Tersangka Kasus Curas ke Polres Tangerang

Rabu, 30 Sep 2026 - 10:40 WIB