Tasikmalaya, MNP – Rika Yuni Asari calon pengantin wanita melakukan upacara siraman yang berlangsung dikediamannya jalan Bojong Tritura kelurahan Cipedes Kota Tasikmalaya Sabtu (13/05).
Prosesi adat tersebut dilakukan sebelum yang calon mempelai akan melangsungkan pernikahan dengan Aliyudin pada Minggu (14/05/2023).
Diketahui, upacara siraman sebelum melangsungkan pernikahan memiliki nilai makna filosofis lebih dari sekedar membersihkan diri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dengan prosesi siraman ini semoga pernikahanya ini lancar dan selamat,” demikian dikatakan Yuni kepada MNP
Menurutnya, kata orangtua upacara siraman merupakan sebuah simbol dari penyucian yang dimaksudkan agar untuk membangun mahligai pernikahan yang suci.
“Maka calon mempelai harus memulainya dari keadaan yang suci pula,” kata Rika.
Calon pengantin yang ingin pernikahannya bahagia ini menyebutkan, ia dan calon suaminya ingin membangun keluarga harmonis.
“Namun harus dimulai saling percaya harus terbuka dan saling saling menghormati dan adalah saling menciptakan suasana yang menyenangkan,” sebutnya.
Menurut Rika, karena keluarga bisa menjadi sumber kebahagiaan paling utama dan untuk menciptakan suasana itu bisa dilakukan bersama meskipun karakter setiap anggota keluarga bisa berbeda-beda.
“Jadi dengan melakukan siraman selain merupakan tradisi leluhur juga memiliki tujuan luhur dari pelaksanaannya. Intinya memohon berkah dan rahmat Tuhan agar kedua mempelai dibersihakan dari segala keburukan,” tutup Rika. (Gobreg)
![]()









Tinggalkan Balasan