Dorong Reintegrasi Sosial, Rutan Pemalang Gelar Sidang TPP Bahas Usulan Integrasi dan Angkat Tamping Pekerja

Selasa, 14 Oktober 2025 - 15:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang, MNP – Dalam rangka menjalankan fungsi pembinaan yang terukur dan akuntabel, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pemalang mengadakan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) pada Selasa, 14 Oktober 2025, pukul 10.00 WIB hingga selesai, bertempat di aula Rutan Pemalang.

Sidang dipimpin oleh Ketua TPP (Tim Pengamat Pemasyarakatan), Akbar Priambodo, serta diikuti oleh seluruh anggota TPP Rutan Pemalang.

Agenda utama sidang kali ini adalah pembahasan usulan program integrasi bagi 20 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), serta usulan penempatan tamping dan pekerja untuk mendukung kegiatan pembinaan di Rutan Pemalang.

Dalam sidang tersebut, masing-masing WBP yang diusulkan untuk integrasi dievaluasi secara menyeluruh berdasarkan pemenuhan syarat administratif dan substantif, sebagaimana diatur dalam regulasi pemasyarakatan. Tidak hanya itu, aspek perubahan perilaku dan penurunan tingkat risiko juga menjadi fokus utama penilaian tim TPP.

“Kami tidak hanya melihat kelengkapan berkas, tetapi juga perkembangan perilaku sehari-hari, kedisiplinan, dan partisipasi warga binaan dalam program pembinaan. Penurunan risiko juga menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan usulan integrasi,” ujar Akbar Priambodo dalam arahannya.

Penilaian objektif terhadap indikator risiko dan perilaku ini penting untuk memastikan bahwa WBP yang diusulkan benar-benar siap untuk menjalani integrasi sosial melalui program Pembebasan Bersyarat (PB) maupun Cuti Bersyarat (CB).

Sidang TPP juga membahas penempatan tamping dan pekerja, yang dipilih berdasarkan kemampuan kerja, sikap, dan loyalitas WBP dalam mendukung kegiatan rutan sehari-hari.

Melalui sidang ini, Rutan Pemalang menegaskan komitmennya dalam menjalankan pembinaan secara profesional dan humanis, serta memberikan ruang bagi WBP untuk tumbuh, berubah, dan kembali menjadi bagian yang produktif dalam masyarakat.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Ancam Lapor Polisi, Pembeli Desak Fellena Selesaikan Sengketa Jual Beli Tanah di Gunung Cihcir
Mengungkap Dugaan Praktik Culas di SPBU 34-16805 Cileungsi, Tabrak Aturan Demi Keuntungan?
Api Berkobar di Enam Titik Desa Rancabango, Polisi dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla
BJB Pusat Setujui Potong Bunga 50%, LBH PKGI Minta Cabang Tasikmalaya Segera Eksekusi
Jelang Pilkades Serentak Pemalang 2026, Nama Waindun Mencuat di Desa Sungapan
Pelukan Hangat di Balik Jeruji: Kunjungan Khusus Anak di Rutan Kelas I Jakarta Pusat
Ramai Isu ‘Orang Dalam’ Atlet POPDA Pemalang, Ini Penjelasan Dindikpora Pemalang
Tepis Isu Pencemaran Lingkungan, SPPG Beji 2 Pemalang Tegaskan Limbah Dapur Disaring Ketat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 10:20 WIB

Ancam Lapor Polisi, Pembeli Desak Fellena Selesaikan Sengketa Jual Beli Tanah di Gunung Cihcir

Sabtu, 5 September 2026 - 21:31 WIB

Mengungkap Dugaan Praktik Culas di SPBU 34-16805 Cileungsi, Tabrak Aturan Demi Keuntungan?

Sabtu, 5 September 2026 - 20:44 WIB

Api Berkobar di Enam Titik Desa Rancabango, Polisi dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla

Sabtu, 5 September 2026 - 19:46 WIB

BJB Pusat Setujui Potong Bunga 50%, LBH PKGI Minta Cabang Tasikmalaya Segera Eksekusi

Sabtu, 5 September 2026 - 16:07 WIB

Jelang Pilkades Serentak Pemalang 2026, Nama Waindun Mencuat di Desa Sungapan

Berita Terbaru