Tasikmalaya, MNP – Kelurahan Cigantang Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, tengah menjadi sorotan warga.
Pasalnya, sejumlah masyarakat menilai pihak kelurahan terkesan lamban dan tidak tanggap terhadap laporan warga yang membutuhkan bantuan, terutama yang berkaitan dengan kondisi rumah tidak layak huni (rutilahu).
Di tengah maraknya penyaluran berbagai bantuan sosial dan program sarana prasarana (sapras) pemerintah, masyarakat berharap pemerintah kelurahan dapat lebih aktif menindaklanjuti keluhan warga yang benar-benar membutuhkan perhatian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, harapan tersebut tampaknya belum dirasakan oleh sebagian warga Cigantang. Salah satunya adalah Nana, warga Kampung Nanggela RT 01 RW 06 Kelurahan Cigantang, yang kini hidup dalam kekhawatiran.
Rumah yang ia tempati bersama keluarga sudah dalam kondisi sangat memprihatinkan dan nyaris ambruk. Nana mengaku sudah melaporkan kondisi rumahnya sejak bulan Februari 2025, namun hingga kini belum ada realisasi bantuan.
“Hal ini sudah saya laporkan langsung ke pihak kelurahan dan diketahui RT serta RW setempat. Bahkan sempat ada kunjungan dari pihak Dinas Sosial bersama pihak kelurahan, tapi sampai hari ini belum ada tindak lanjut apa pun,” ungkap Nana, Selasa (14/10/2025).
Ia menambahkan, setiap kali menanyakan perkembangan laporannya, jawabannya selalu menggantung tanpa kejelasan. Padahal, kondisi rumahnya sudah sangat membahayakan dan dapat mengancam keselamatan keluarganya kapan saja.
Senada dengan itu, Yanti , kakak ipar Nana yang tinggal tidak jauh dari lokasi, juga mengungkapkan kekecewaannya. Ia mengaku telah berupaya membantu mengawal proses laporan tersebut agar masuk ke dalam sistem informasi pembangunan daerah (SIPD) melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Cigantang.
“Saya sudah sempat melaporkan dan menurut pihak LPM Cigantang, kasus ini akan dikawal hingga masuk ke SIPD. Tapi setelah saya cek langsung ke Dinas Perwaskim, ternyata tidak ada data laporan apa pun terkait nama atau alamat tersebut. Lalu apa gunanya saya mengawal kalau data dasarnya saja tidak ada?” ujar Yanti dengan nada kecewa.
Ia pun menilai bahwa pihak kelurahan seolah hanya memberikan janji tanpa tindakan nyata. “Apakah ini hanya sekadar ‘ngaprank’ masyarakat atau sekadar meninabobokan warga agar diam? Kalau begitu, kepercayaan masyarakat terhadap aparatur pemerintah bisa hilang,” tambahnya.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan warga sekitar. Mereka menilai pihak kelurahan terlalu sibuk dengan kegiatan seremonial dan promosi program bantuan sosial, namun lalai terhadap permasalahan yang sifatnya mendesak.
Warga berharap agar pemerintah kota melalui dinas terkait segera turun tangan memverifikasi dan menindaklanjuti laporan tersebut sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tindakan nyata atau klarifikasi dari pihak Kelurahan Cigantang terkait laporan rumah tidak layak huni milik Nana.
Warga pun berharap agar pemerintah tidak hanya sibuk menebar citra, tetapi juga benar-benar hadir memberikan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan nyata.
![]()
Penulis : SN
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan