Lumpuh dan Buta Pasca Ditinggal Istri, Wawan ‘Tongkat’ Warga Cikadu Tasikmalaya Menanti Uluran Tangan

Jumat, 3 Oktober 2025 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Kisah pilu datang dari Wawan Hermawan alias Wawan Tongkat (58), warga Kampung Cikadu RT 001/RW 002, Kelurahan Talagasari, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.

Pria paruh baya ini kini hidup sebatang kara di sebuah gubuk kecil berukuran 2×2 meter, dengan kondisi buta dan lumpuh pada kedua kakinya, Jumat (03/10/2025).

Saat ditemui awak media bersama Ketua RT setempat, Wawan hanya bisa pasrah dengan kehidupannya. Ia bercerita bahwa dahulu dirinya sehat, bisa melihat normal, dan mampu bekerja di sebuah konveksi.

Namun, setelah mengalami sakit yang membuat seluruh tubuhnya kejang-kejang, penglihatannya hilang dan kakinya tidak lagi berfungsi.

“Dulu saya masih bisa cari nafkah buat anak istri. Tapi setelah sakit ini, saya kehilangan semuanya. Lebih parahnya lagi, setelah saya sakit malah ditinggalkan anak dan istri. Saya bingung harus bagaimana, mungkin ini sudah takdir dari Allah SWT,” tutur Wawan dengan nada lirih.

Menurut Uhan, Ketua RT 01 Cikadu, kehidupan sehari-hari Wawan bergantung pada bantuan keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar.

Sesekali ia masih berusaha bertahan hidup dengan profesi sebagai tukang pijat tradisional, meski bayaran tidak dipatok harga.

Masyarakat setempat sekitar sering membantu seadanya. Bahkan menantunya pun kadang yang mengurus beliau.

“Kami sudah koordinasi ke kelurahan agar Abah Wawan bisa mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah, karena sangat kasihan melihat kondisinya,” ungkap Uhan.

Ia juga menegaskan, sampai saat ini Wawan belum tersentuh bantuan sosial apapun dari pemerintah.

“Harapan kami, pemerintah Kota Tasikmalaya dan dinas-dinas terkait bisa membuka mata, telinga, dan hati untuk membantu warganya. Abah Wawan butuh uluran tangan agar bisa bertahan hidup lebih layak,” tambahnya.

Kisah getir Wawan menjadi potret nyata penderitaan masyarakat kecil yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, agar mereka tidak terus hidup dalam keterbatasan dan kesepian.

Loading

Penulis : DK

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Saat Sang Merah Putih Berkibar, Semangat Pancasila Kembali Diteguhkan di Tasikmalaya
Semrawut dan Menjuntai, Kabel Fiber Optik di Depan Perum Andalusia Bahayakan Pengguna Jalan
Ketua BBC Kota Tasikmalaya Sampaikan Belasungkawa Mendalam atas Wafatnya Galih LS
Satu Laporan, Tiga Tersangka Tertangkap: 110 Polri Jadi Gerbang Pengungkapan Kasus Narkoba di Palas
Larangan Memulai Pekerjaan Mendahului Tahun Anggaran
Septyan Hadinata: Pancasila Bukan Sekadar Dasar Negara, Tetapi Tarekat Kebangsaan
Bupati Franc Bernhard Tumanggor Pimpin Upacara Harlah Pancasila 2026 Tingkat Kabupaten Pakpak Bharat
Konsisten Berbagi, CV Assalam Family Rutin Gelar Santunan di Bantarsari Tasikmalaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 22:36 WIB

Saat Sang Merah Putih Berkibar, Semangat Pancasila Kembali Diteguhkan di Tasikmalaya

Senin, 1 Juni 2026 - 19:40 WIB

Semrawut dan Menjuntai, Kabel Fiber Optik di Depan Perum Andalusia Bahayakan Pengguna Jalan

Senin, 1 Juni 2026 - 18:54 WIB

Ketua BBC Kota Tasikmalaya Sampaikan Belasungkawa Mendalam atas Wafatnya Galih LS

Senin, 1 Juni 2026 - 15:54 WIB

Satu Laporan, Tiga Tersangka Tertangkap: 110 Polri Jadi Gerbang Pengungkapan Kasus Narkoba di Palas

Senin, 1 Juni 2026 - 15:42 WIB

Larangan Memulai Pekerjaan Mendahului Tahun Anggaran

Berita Terbaru

Ilustrasi - AI

Barito Timur

Larangan Memulai Pekerjaan Mendahului Tahun Anggaran

Senin, 1 Jun 2026 - 15:42 WIB