Tercium Bau Korupsi, Diduga Ada Penyimpangan Anggaran 5 Terminal Tipe C di Kota Tasikmalaya

Kamis, 2 Oktober 2025 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Empat LSM yang tergabung dalam Aliansi FAKTA (Forum Anti Korupsi Tasikmalaya), yaitu LSM Berantas, Trinusa, Lakri, dan Sipatutat, menggelar audiensi di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya.

Audiensi ini membahas dugaan penyimpangan anggaran terkait keberfungsian 5 terminal penumpang Tipe C di Kota Tasikmalaya, yakni Terminal Cibereum Awipari, Pancasila, Padayungan, Cikurubuk, dan Batu Nungku, Kamis (02/10/2025).

Audiensi tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Heri Ahmadi, S.Pd.I, anggota DPRD Drs. H. Ate Tachjan, serta Kepala Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya H. Iwan Kurniawan, S.IP., S.H., M.Si.

Ketua Umum LAKRI, Rino Lesmana, mempertanyakan sejauh mana keberfungsian lima terminal tersebut.

Menurutnya, sejak tahun 2021 hingga 2023, anggaran untuk terminal Tipe C terus dikucurkan, namun di lapangan hanya Terminal Cibereum Awipari yang masih berfungsi.

“Yang empat terminal lainnya bagaimana? Padahal dari open data pemerintah, dana APBD masih turun,” ujarnya.

Ketua Umum LSM Berantas, Heri Ferianto, juga menyoroti besarnya nilai anggaran dalam tiga tahun terakhir.

Tahun 2021: Rp232.252.000 untuk pengelolaan terminal, Rp1.270.000.000 (bertambah menjadi Rp1.430.249.000) untuk penertiban izin fasilitas parkir, dan Rp55.300.000 untuk penyediaan angkutan.

Tahun 2022: Rp596.617.500 (bertambah Rp720.856.064) untuk pengelolaan, Rp165.300.000 untuk penyediaan angkutan umum, dan Rp502.567.200 untuk penertiban izin.

Tahun 2023: Rp358.320.000 untuk penertiban izin, Rp213.930.000 untuk pengelolaan, serta Rp289.316.000 untuk penyediaan angkutan.

“Anggaran sebesar itu dialokasikan ke terminal yang mana? Sedangkan yang aktif hanya di Awipari. Belum lagi soal anggaran THL (Tenaga Harian Lepas), fungsinya apa? Sistem kerjanya bagaimana?,” tegas Heri.

Menanggapi hal tersebut, Kadishub H. Iwan Kurniawan menyatakan dirinya baru satu bulan menjabat dan berjanji akan mengevaluasi seluruh program agar sesuai dengan aturan dan fungsi terminal Tipe C sebagaimana mestinya.

Sementara itu, perwakilan LAKRI, Dicky Atmaja, mempertanyakan kepastian hukum anggaran tersebut.

“Apakah ini anggaran nyata atau hanya anggaran kiasan? Karena setiap tahun ada, tapi realitanya terminal terbengkalai,” katanya.

Senada, Irwan Supriyadi (Iwok) menyoroti kejelasan anggaran penyediaan armada dan penertiban izin parkir. “Armada itu harus disewa atau bagaimana? Dan izin parkir ini targetnya berapa persen?” tanyanya.

Ketua Umum TRINUSA, Dede Sukmajaya, menegaskan bahwa kelima terminal Tipe C di Kota Tasikmalaya tidak efektif dan cenderung mati suri.

“Yang benar-benar eksis hanya Terminal Primajasa dan Terminal Budiman. Bahkan Terminal Indihiang Tipe A pun kini mulai sepi,” ujarnya.

Dede mendesak Walikota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan untuk tegas dalam memulihkan kembali terminal-terminal yang ada.

“Apakah beliau berani menertibkan Terminal Primajasa dan Terminal Budiman? Jangan hanya seremonial saja. Rakyat butuh tindakan nyata untuk membangkitkan perekonomian,” tegasnya.

Wakil Ketua DPRD, H. Heri Ahmadi, mengapresiasi Aliansi FAKTA atas perannya sebagai sosial kontrol.

“Mudah-mudahan dengan adanya audiensi ini, OPD terkait dapat mengevaluasi kinerjanya. Kami di DPRD pun akan turut mengawasi agar ada perubahan signifikan kedepan,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Lex/DK

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Polemik Pembangunan Tower Telekomunikasi di Karikil, Warga Pertanyakan Perizinan dan Kepatuhan Hukum
Diduga Belum Lengkap Izin, Proyek Tower Telekomunikasi di Cisalam Kembali Disorot
PSU Soroti Polemik TNI dan Begal, Minta Negara Perkuat Sistem Keamanan Terpadu
Kapolres Bartim Pimpin Penyembelihan dan Pembagian Hewan Kurban
Polisi Ungkap Kasus Pencurian Rumah di Candipuro, Dua Pelaku Ditangkap, Satu Berstatus Pelajar
Penuhi Syarat Klaim, BPJS Ketenagakerjaan Nias Salurkan Manfaat Rp31 Miliar
Syarat Dipenuhi, Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tidak Ada Kendala
Tipikor Polres Bartim Usut Dugaan Proyek Fiktif Desa Pangkan, Sejumlah Pejabat dan Pengawas Mulai Dipanggil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:23 WIB

Polemik Pembangunan Tower Telekomunikasi di Karikil, Warga Pertanyakan Perizinan dan Kepatuhan Hukum

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:11 WIB

Diduga Belum Lengkap Izin, Proyek Tower Telekomunikasi di Cisalam Kembali Disorot

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:58 WIB

PSU Soroti Polemik TNI dan Begal, Minta Negara Perkuat Sistem Keamanan Terpadu

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:48 WIB

Kapolres Bartim Pimpin Penyembelihan dan Pembagian Hewan Kurban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:48 WIB

Polisi Ungkap Kasus Pencurian Rumah di Candipuro, Dua Pelaku Ditangkap, Satu Berstatus Pelajar

Berita Terbaru

Barito Timur

Kapolres Bartim Pimpin Penyembelihan dan Pembagian Hewan Kurban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:48 WIB