Tasikmalaya, MNP – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya mendapatkan sorotan dari sejumlah elemen. Salah satunya LSM Berantas yang menyoal pengelolaan terminal tipe C, karena dinilai tidak jelas.
Heri Ketua Berantas mengatakan, yang dimaksud dengan tidak jelas yaitu jumlah terminal tipe C menurut pengakuan Dishub itu ada lima, termasuk Batunungku Kecamatan Mangkubumi.
Sementara hasil survei di lapangan itu tidak ada fasilitas utama dan fasilitas pendukung yang memenuhi syarat untuk dikategorikan sebagai terminal type C.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
LSM Berantas mempertanyakan terkait dengan penggunaan anggaran untuk pengelolaan terminal, namun pihak Dishub menjawab dengan hal hal yang tidak masuk akal.
“Sementara penganggaran tiap tahun untuk terminal tipe C luar biasa fantastis rata rata di atas Rp 200 Juta,” kata Heri pasca Audiens dengan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya. Jum’at (24/01/2025).
Heri melanjutkan, dari sejumlah pertanyaan, pihak Dishub hanya mampu menjawab beberapa saja, salah satunya ada untuk honor tenaga harian lepas (THL) sebanyak 8 orang.
“Itu di angka Rp 145 juta, kalau tidak salah dan lain lainnya termasuk pembelian kursi, fasilitas lainnya sekitar Rp 14 juta. Padahal di situ ada penambahan anggaran sekitar Rp 29 juta,” ucapnya.
Ada beberapa kegiatan di tahun 2021 yang Dishub juga terlihat kebingungan, karena temuan yang dibawa LSM Berantas datanya bisa dikatakan benar, yang bisa dipertanggungjawabkan.
“Mereka (Dishub, red) menyampaikan hal hal yang sampaikan tadi benar benar tidak masuk logika, sehingga mereka kebingungan untuk menjawab,” cetus Heri.
Dari beberapa poin yang LSM Berantas pertanyakan yaitu kegiatan dari mulai Anggaran 2021 sampai dengan 2023.
“Kami minta untuk di jawab secara tertulis dengan by data yang baik dan benar, dan mereka menyanggupi bahwa pada hari Kamis depan permintaan kami akan di penuhi,” sebutnya.
Di singgung dengan ketidakhadiran Sekdis Dishub dalam audiens, Heri sendiri menyayangkan hal tersebut, pasalnya Sekdis ada di Wilayah Kantor Dishub lagi melakukan aktivitas tenis meja.
Heri sendiri mengetahui, karena menurut informasi Sekdis itu ada di atas lagi tenis meja, bahkan sempat ketemu dengan Sekjen LSM Berantas.
“Sekdis terkesan tidak mau menerima kami, hanya ada Kabid Angkutan dan jajarannya, sehingga kami menganggap Dishub Kota Tasikmalaya kurang baik dalam menerima audiensi dari masyarakat,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan