Pemalang, MNP – Aksi Demonstrasi gelombang massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pemalang Bersatu( AMPB) menggelar aksi damai di depan pintu gerbang kantor Bupati Pemalang, berlangsung aman dan tertib.
Ratusan aparat gabungan dari TNI- Polri dan beberapa kelompok organisasi Massa, ikut mengamankan jalannya demontrasi dengan berjaga -jaga di lingkungan pendopo kantor bupati Pemalang.
Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pemalang Bersatu memilih duduk melingkar bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pemalang untuk menyampaikan tuntutannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setidaknya ada 10 tuntutan yang disampaikan massa aksi. Dua diantaranya soal jalan rusak dan penanganan banjir rob.
Ajakan warga masyarakat Kabupaten Pemalang untuk mengikuti aksi unjuk rasa melalui media sosial gagal setelah aparat gabungan bersiaga.
Padahal, AMPB telah membuka donasi dan ratusan dus air mineral telah terkumpul di sekretariat AMPB di komplek alun-alun Pemalang.
Kordinator aksi, Eky Dirgantara menyebut sedikitnya ada 10 poin tuntutan diantaranya segera melaksanakan pembangunan jalan Wisnu-Watukumpul yang sebelumnya hancur akibat longsor.
Selain itu minta Pemkab Pemalang memprioritaskan penanganan banjir Rob di pesisir pantai Desa Blendung Kecamatan Ulujami dan sekitarnya.
“Kami mempertanyakan pungli dan memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan khusunya jalan Wisnu- Watukumpul hingga batas waktu bulan Desember 2025,” kata Eky Dirgantara, Jumat (5/9/2024).
Ia mengancam, jika batas waktu yang ditentukan, Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang tidak merespon, pihaknya akan kembali mengerahkan massa lebih besar pada bulan Januari 2026.
Secara simbolis, aksi demontrasi membawa patung raksasa berwujud manusia berkepala tikus yang menenteng sebuah tas bertuliskan Hasil Pungli. Massa aksi juga membekali pengeras suara sound sistem horeg untuk berorasi.
Perwakilan massa aksi, ditemui oleh Kabupaten Pemalang, diantaranya Bupati dan wakil Bupati Pemalang Anom Widiyantoro-Nurkholes, Kapolres Pemalang, Dandim 0711 Pemalang, dan pimpinan DPRD Kabupaten Pemalang.
Adapun perwakilan massa aksi duduk melingkar secara bergantian menyampaikan tuntutan.
Dalam kesempatan itu, Dandim 011 Pemalang Letkol Inf. Mohammad Arif mengingatkan pentingnya keamanan dan kenyamanan dalam menyuarakan aksi demonstrasi sebagaimana kesepakatan bersama yang telah tertuang.
“Kami berharap pulang dengan tertib sebagaimana kesepakatan pada poin 11 terkait kondisi keamanan dan ketertiban dalam menyuarakan aksi demonstrasi,” tegas Arif.
Dari pantauan, jalan batas kota wilayah selatan Pemalang, Jalan Jenderal Sudirman Timur, dan perbatasan Pemalang Tegal dijaga ketat oleh pihak keamanan polisi dan TNI.
Di lokasi aksi demontrasi, tampak polisi berseragam lengkap pengurai massa disiagakan dan mobil water canon, barakuda juga disiagakan di area pendopo kantor bupati Pemalang.
![]()
Penulis : Ragil
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan