Batal Hadiri Acara HIMAS, KDM Berhasil Kecewakan Ribuan Masyarakat Adat, Diingatkan Simpatisannya

Selasa, 19 Agustus 2025 - 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banten, MNP – Rangkaian acara HIMAS 2025 berjalan cukup meriah serta lancar dan kondusif. Antusiasme para warga sekitar hingga yang dari luar wilayah, juga turut menambah semarak berlangsungnya acara.

Acara digelar di Kasepuhan Masyarakat Adat Guradog, Kecamatan Curug Bitung, Kab Lebak-Provinsi Banten. Yang mengundang peserta (tamu undangan) beragam latar belakang, sebanyak 500 tamu undangan resmi.

Meski fakta yang terlihat di lokasinya mencapai ribuan orang, yang turut memadati lapangan tempat acaranya digelar. Pada puncak acara HIMAS (Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia) di Lapangan Kasepuhan Guradog, hari ini. Sabtu (9/8/2025).

Membludaknya pengunjung selain tamu undangan tadi, disertai antusiasme warga beragam latar belakang itu, bukan tanpa alasan.

Tetapi didasari informasi, tentang akan dihadirinya acara HIMAS tersebut oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, didampingi Bupati dan Wakil Bupati Bogor.

Ya, KDM beserta dua tokoh sentral Pemda Kab Bogor tersebut, sebagai Tamu Kehormatan dalam acara tersebutlah, yang menjadi magnit dari membludaknya ribuan pengunjung di acara tersebut, termasuk puluhan simpatisan dari KDM (Kang Dedi Mulyadi : red).

Tetapi sangat disayangkan, antusiasme mereka semua seketika memudar, begitu mendengar kabar idolanya itu batal menghadiri acara tersebut, alasannya karena bentrokan agenda, sedang menghadiri Sapa Warga di Cianjur. Yang dihadiri oleh ketiganya tadi pasca hadiri Kirab Bendera pusaka, di Desa Malasari – Nanggung pada Pagi harinya tadi.

Sebagaimana disampaikan ke para Jurnalis, oleh salah seorang Kepala Desa dari wilayah setempatnya. Yang ekspresinya juga nampak memendam kekecewaan serupa dengan kecewanya para tamu undangan, serta ribuan pengunjung lainnya diluar tamu undangan itu.

Sebagaimana diungkapkan Kang Asep pengunjung dari Petir, Cibeureum-Dramaga Kabupaten Bogor misalnya. Dirinya mengaku, bersama beberapa orang temannya, sudah ada dua hari sengaja datang ke Guradog, tempat digelarnya kegiatan HIMAS 2025 yang diselenggarakan pengurus dan anggota dari AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara) di sana.

Selain untuk menghadiri dinamika kegiatan HIMAS tersebut, dirinya mengaku sengaja ingin bertemu dan jabatan Tangan lagi dengan KDM, pasca terakhir kalinya sempat bertemu KDM saat di Acara Safari Kampanye pilkadanya, pada 5 hingga 6 November tahun 2024 yang lalu di Desa Setu-Jasinga.

Tapi sejak saat itu, terlebih setelah KDM jadi Gubernur Jabar, jangankan bertemu, untuk sekedar komunikasi saja sangatlah sulit. Kang Asep (sapaan akrabnya), bersama teman temannya sudah dua hari hadir di sini, sejak Jum’at Pagi kemarin.

“Kami telah sengaja datang jauh-jauh, itu karena saking ingin bertemu KDM, syukur syukur bisa bertatap muka langsung dengan Beliau itu.
Wajar, sebagai simpatisan dan pendukung Beliau di 27 November 2024,” ucap Kang Asep.

“Terakhir kali Kami bertemu, di acara safari kampanye Beliau, di lapangan Desa Setu, Kec Jasinga, hari Selasa-Rabu 5 hingga 6 November tahun 2024 lalu. Ya, kalau ditanya kecewa sangat kecewa lah Kami semua,” ungkapnya lagi dengan nada datar.

Namun, lanjut Kang Asep, justru di sini letak sebuah konsekuensi dari tanggung jawab moral saya dan Kita semua, sebagai simpatisan dan pendukung sejati untuk Beliau, jelas harus mau dan mampu mengingatkan saat Beliau mulai khilaf, sebagai sesama manusia biasa dan sebagai bentuk kepedulian, serta kasih sayang Kita ada buat Beliau.”

Agar KDM tidak dijerumuskan dan dirugikan orang-orang, terutama yang tidak suka pada Beliau, dari eks Lawan-lawan politiknya misalnya. Caranya, dengan membuat KDM tersanjung hingga terlena, setelah gitu mungkin menjatuhkan dan menghancurkan Beliau.

“Itu tujuan utama yang penting untuk selalu Kita jaga, demi kebaikan Beliau, Nota Bene demi kebaikan Kita sebagai Rakyat/warga Jawa Barat,” pungkas Kang Asep tegas.

Loading

Penulis : Tim

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Cetak Lulusan Siap Kerja, SMK KBU Balubur Limbangan Garut Perkuat Persiapan SPMB
Aklamasi di Graha Pena: Amrullah Mundur, Suwardi Tahir Nahkodai PWI Sulsel 2026–2031
Kantongi 3 Suara di Konferprov Sulsel, PWI Enrekang Sepakat Pilih Ketua Visioner
Lalui Masa Pasca-Pandemi dan Perubahan Kurikulum, Angkatan Hebat SDN 1 Lewo Lulus 100 Persen
Jeneponto Kembali Raih WTP, Bupati Paris Yasir: Bukti Komitmen Transparansi Tata Kelola Keuangan
Bangkit dari WDP, Enrekang Sabet WTP BPK 2025: Energi Baru Tata Kelola Keuangan Daerah
Bantu Warga Penderita Asma, Baznas Kota Tasikmalaya Salurkan Bantuan Alat Kesehatan Nebulizer
Polisi Turun ke Ladang, Polsek Kuala Cenaku Tanam ‘Harapan’ bersama Petani 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:09 WIB

Cetak Lulusan Siap Kerja, SMK KBU Balubur Limbangan Garut Perkuat Persiapan SPMB

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:52 WIB

Aklamasi di Graha Pena: Amrullah Mundur, Suwardi Tahir Nahkodai PWI Sulsel 2026–2031

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:44 WIB

Kantongi 3 Suara di Konferprov Sulsel, PWI Enrekang Sepakat Pilih Ketua Visioner

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:22 WIB

Lalui Masa Pasca-Pandemi dan Perubahan Kurikulum, Angkatan Hebat SDN 1 Lewo Lulus 100 Persen

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:42 WIB

Jeneponto Kembali Raih WTP, Bupati Paris Yasir: Bukti Komitmen Transparansi Tata Kelola Keuangan

Berita Terbaru