Bogor, MNP – Diduga karena kondisinya yang sudah mengkhawatirkan bagi keselamatan warganya dan beberapa bangunan sekitar bantaran Kali Ciapus, pihak pemdes Babakan-Dramaga Kabupaten Bogor, terkesan nekad membangun Talud di bantaran kali tersebut, yang berada di Kp. Cangkurawok RT 002 RW 003 Ds Babakan Kec Dramaga Kab Bogor, di hari Rabu (30/7/2025).
Dinilai nekadnya itu, mengingat tampak dari bentangan panjang bakal Taludnya saja lebih dari 50 meteran, ketinggiannya variatif antara 6 hingga ada yang 8 meter (dari permukaan Air – di kondisi Debit Air normal) di atasnya berdiri beberapa bangunan, yang secara kasad mata saja memang sangat mengkhawatirkan, terhadap keselamatan siapa pun. Terlebih bagi warga sekitar lokasi bakal Taludnya tersebut.
Sekedar untuk diketahui, Talud sungai atau Tembok Penahan Tanah (TPT) ialah struktur bangunan yang dibangun di tepi sungainya, biasanya itu berupa dinding penahan tanah berfungsi untuk mencegah erosi atau longsor, juga buat menjaga stabilitas dari tanah sekitar sungai itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Talud juga dapat mengarahkan aliran sungai, guna mencegah meluapnya sungai ke area pemukiman, atau lahan pertanian. Itulah beberapa fungsi dari Talud, itu berarti membangunnya harus dijamin benar² kokoh untuk waktu yang panjang. Dan jika tidak proporsional dengan fungsinya itu, lebih baik tak perlu dibangunkan Talud.
Proses pembangunannya sudah berjalan beberapa hari ini, dengan durasi 90 hari kalender, terhitung dari saat dimulainya pekerjaan. Dengan sumber anggaran Bantuan Keuangan Desa, dari APBD Kab Bogor, periode Tahun Anggaran 2025, yang nilainya sebesar Rp 1 Miliar (termasuk pajak). Adapun Pelaksana pekerjaannya itu sendiri, TPK Desa Babakan alias Swakelola. Yang dipimpin oleh salah seorang Kepala Dusun.
Untuk kebutuhan informasi terkait hal tersebut, Media ini dan beberapa media lain sudah mengupayakan pada hari Rabu lalu, pada Kepala Desanya, sayangnya gagal bertemu. Dan hanya terima balasan sangat singkat, via pesan teks What’s App nya, sebagai berikut.
“Wa’alaikumussalaam… siap,” jawabnya singkat.
Begitupun ketika Media ini mencoba konfirmasi hal itu pada Camat Dramaga pada keesokan harinya, karena di hari tersebut dari kabarnya, kondisinya tengah lakukan General Check Up (upgrade kesehatan : red) di Rumah Sakit, seraya mengirimkan photo sesuai kondisinya tersebut.
Terpisah, di malam harinya (di hari Rabu malam/30 Juli 2025 : red), Staf Pengawas Wilayah Kec Dramaga, UPT Sumber Daya Air Kelas A Wilayah IV Ciampea, Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Irwansyah, mengatakan via telepon What’s App pribadi nya kepada MNPotret, yang intinya menyayangkan atas pengerjaan pembangunan Talud tersebut.
“Waduh, gimana ya, Kang ? Terus terang ini jadi dilema bagi Saya, urusan tersebut Saya tak bisa berkomentar banyak. Karena Saya belum menerima informasi resmi, terkait realisasi program itu Kang,” kata Irwansyah.
“Apalagi dari PemDes terkaitnya, sebagai bentuk kordinasi kedinasan, untuk perizinan dan perintah kerja serta urusan administratif lainnya, yang menyangkut sinergi antar leading sector. Padahal terkait urusannya itu kan telah dilakukan DED bersama UPT~Dinas PUPR Kabupaten beberapa waktu lalu,” ungkapnya lagi.
Irwansyah menambahkan, menurutnya mungkin pihak PemDes tersebut memiliki rumusan perhitungan yang menurut mereka layak dan masuk untuk menggarap pekerjaannya itu, termasuk kalkulasi anggaran hingga proses pencairannya nanti.
“Bagus lah Kang, kalau mau dipublish mah publish saja, sebagai kritik membangun, serta edukatif bagi publik di wilayah tersebut,” pungkas Irwansyah malam itu.
Hingga berita ini diturunkan pun, belum ada penjelasan yang substantif, dari pihak PemDes Babakan dan yang terkait lainnya. Harapannya hanya satu, semoga segala upaya dalam proses hingga progress pembangunannya berjalan baik serta kondusif tanpa masalah berarti.
![]()
Penulis : Asep Didi
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan