Lapas dan Wajah Gelap Penjara: Ketika Sistem Pemasyarakatan Gagal Menjadi Tempat Pembinaan

Sabtu, 5 Juli 2025 - 00:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Lembaga Pemasyarakatan seharusnya menjadi tempat terakhir bagi terpidana untuk menjalani proses pembinaan, refleksi, dan rehabilitasi sosial.

Namun, di balik tembok tinggi dan kawat berduri, kenyataan justru menunjukkan sebaliknya: banyak Lapas hari ini justru menjelma menjadi pusat kendali kejahatan yang tak tersentuh.

Hal itu diungkapkan Hari Nurdin Bendahara Sapma pp Kota Tasikmalaya kepasa wartawan, Jumat (04/07/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dirinya menyebut, data Badan Narkotika Nasional (BNN RI) secara terang menyebutkan bahwa lebih dari 50% peredaran narkoba di Indonesia dikendalikan dari balik Lapas.

“Artinya, Lapas bukan lagi sekadar ruang tahanan, tapi telah bermetamorfosis menjadi ruang operasional gelap yang dilindungi sistem—baik karena pembiaran, kelengahan, atau kolusi,” jelasnya.

Kasus yang mencuat di Lapas IIB Kota Tasikmalaya menambah panjang daftar kekhawatiran itu.

Indikasi adanya alat komunikasi (ponsel) yang digunakan oleh narapidana untuk menjalankan jaringan kejahatan dari dalam penjara adalah sinyal serius bahwa ada sistem yang tidak bekerja.

“Bahkan, jika indikasi ini benar, maka kita sedang menyaksikan potret mini dari “negara di dalam negara”, dimana aturan negara tak lagi berlaku dan dikalahkan oleh kekuasaan informal narapidana kelas kakap,” beber Hari Nurdin.

Menurut dia, masalahnya bukan hanya pada siapa yang menggunakan, tapi siapa yang membiarkan. Masuknya alat komunikasi ke dalam Lapas bukan perkara kecil.

“Ia adalah bentuk kegagalan sistemik pengawasan, dan membuka ruang bagi maraknya pemerasan online, penyebaran informasi kriminal, hingga pengendalian sindikat narkotika lintas wilayah,” katanya.

Dalam perspektif pemasyarakatan, kondisi ini bukan hanya melanggar aturan, tapi membatalkan total filosofi “pembinaan” yang menjadi dasar keberadaan Lapas.

Bagaimana mungkin rehabilitasi dapat terjadi jika narapidana tetap menjalankan kejahatan dari balik jeruji? Bagaimana bisa masyarakat percaya pada keadilan, jika Lapas menjadi tempat nyaman para pengendali bisnis ilegal?

Hari Nurdin menilai, perlu menyatakan dengan tegas, Penjara yang membiarkan alat kejahatan beroperasi adalah penjara yang ikut berkontribusi atas kejahatan itu sendiri.

“Ini bukan soal satu oknum, tapi soal struktur yang perlu dibongkar. Perlu ada audit menyeluruh, investigasi independen, serta pembenahan menyeluruh terhadap rantai pengawasan dan integritas petugas,” tegasnya.

“Lapas bukan benteng kejahatan, dan jika negara ingin tetap disebut berdaulat hukum, maka penjara tidak boleh jadi pelindung para mafia,” tutup Hari Nurdin.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Dony Oekon Bekali Masyarakat Cara Urus Rekomendasi BBM Subsidi Non-Barcode di Tasikmalaya
Diduga Pungli! Poswaspal Enrekang Tarik Retribusi di Jalan Nasional, LMR-RI: Perbup Tak Punya Kewenangan
Hadiri Pisah Sambut Dandenpom III/2 Garut, Bupati Harapkan Sinergi dan Kolaborasi Terus Terjalin
Sidak ke Rutan Kelas II B Tamiang Layang, Anggota Komisi XIII DPR RI, Bias Layar Motivasi Warga Binaan
Pecah Rekor Nasional! Enrekang Amankan Revitalisasi 10 SMP Sekaligus, Target 100 Sekolah Menanti
Ukur Hasil Belajar, Siswa Kelas VI SDN 2 Tambaksari Jalani Tes Kemampuan Akademik
Imbauan: Kebocoran Pipa Utama PDAM Tirta Sukapura, Pelanggan Diminta Segera Menampung Air
Hadir di Forum Akselerator Negeri, Bupati Pakpak Bharat Siap Pacu Inovasi dan Optimalisasi Kinerja Daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 09:22 WIB

Dony Oekon Bekali Masyarakat Cara Urus Rekomendasi BBM Subsidi Non-Barcode di Tasikmalaya

Selasa, 28 April 2026 - 09:13 WIB

Diduga Pungli! Poswaspal Enrekang Tarik Retribusi di Jalan Nasional, LMR-RI: Perbup Tak Punya Kewenangan

Senin, 27 April 2026 - 22:12 WIB

Hadiri Pisah Sambut Dandenpom III/2 Garut, Bupati Harapkan Sinergi dan Kolaborasi Terus Terjalin

Senin, 27 April 2026 - 22:05 WIB

Sidak ke Rutan Kelas II B Tamiang Layang, Anggota Komisi XIII DPR RI, Bias Layar Motivasi Warga Binaan

Senin, 27 April 2026 - 21:22 WIB

Pecah Rekor Nasional! Enrekang Amankan Revitalisasi 10 SMP Sekaligus, Target 100 Sekolah Menanti

Berita Terbaru