Kader NU Somasi Terbuka Akun Facebook Abu Kautsar, Diduga Sebar Hoax dan Fitnah Ketum PBNU

Senin, 30 Juni 2025 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Septyan Hadinata, kader Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus menjabat sebagai A’wan di Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan somasi terbuka kepada pemilik akun Facebook bernama “Abu Kautsar”.

Berdasarkan identifikasi publik diketahui pemilik akun tersebut bernama asli Abdul Latif, seorang pengajar di salah satu SMA Islam Terpadu (SMAIT) di Kecamatan Cikalong serta merupakan salah satu pengurus partai politik tingkat kecamatan.

Pada tanggal 28 Juni 2025, akun tersebut telah melakukan penyebaran ulang sebuah unggahan provokatif dan mengandung unsur fitnah yang berasal dari akun M. Yusup.

Dalam gambar yang diposting ulang tersebut, terdapat foto sejumlah tokoh, salah satunya adalah Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, yang disandingkan dengan tulisan bersifat insinuatif dan sangat tendensius, yakni

SEJAUH MANA AGEN ZIONIS ISRAHELL BEROPERASI DI INDONESIA”, serta ditambahkan komentar pribadi oleh akun “Abu Kautsar”: “anjink… anjink Israel yang ada di Indonesia”.

Septyan Hadinata menyebut, tindakan tersebut telah mencemarkan nama baik dan menyerang kehormatan pribadi maupun institusi Nahdlatul Ulama secara keseluruhan, serta mengandung unsur ujaran kebencian (hate speech) yang dapat memicu perpecahan sosial dan kegaduhan publik.

“Berdasarkan hal tersebut, kami menyampaikan surat somasi terbuka sebagai bentuk peringatan resmi dan sebagai langkah awal menuju proses hukum,” tegas Septyan Hadinata.

Penyebaran informasi bohong, fitnah, dan ujaran kebencian ini berpotensi melanggar sejumlah ketentuan hukum, antara lain:

1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Pasal 27 ayat (3), yang mengatur tentang pencemaran nama baik melalui media elektronik.

2. Pasal 28 ayat (2) UU ITE, tentang penyebaran informasi yang menimbulkan kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok berdasarkan SARA.

3. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 310 dan 311, tentang penghinaan dan pencemaran nama baik.

Lantaran itu, Septyan memberikan batas waktu 2 x 24 jam sejak press release ini dipublikasikan, agar pihak bersangkutan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka serta memberikan klarifikasi secara tertulis.

“Jika dalam tenggat waktu tersebut tidak ada respons atau itikad baik, maka kami akan melanjutkan proses ini ke jalur hukum, baik secara pidana maupun perdata, sebagai bentuk perlindungan terhadap marwah organisasi, pribadi, dan kehormatan para tokoh Nahdlatul Ulama,” tegas Septyan.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi kebencian yang tidak berdasar, serta menghormati peran dan kontribusi tokoh agama dalam membangun peradaban dan  kedamaian bangsa.

“Demikian press release ini kami sampaikan sebagai pernyataan resmi sekaligus bentuk tanggung jawab moral kami terhadap marwah Nahdlatul Ulama dan kehormatan tokoh-tokohnya,” pungkas Septyan.

Loading

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Ribuan Warga Meriahkan Jalan Santai Bahagia, Bupati Jeneponto Pimpin Semarak Hari Jadi ke-163
Judi “Gasper” Menggurita di Tanah Jawa: Aparat Diuji, Masyarakat Resah
Manfaatkan Potensi Alam, Situ Batu Mongot Digadang Jadi Ikon Wisata Baru di Kota Tasikmalaya
Pantura Pemalang Kembali Telan Korban Jiwa, Rizal Bawazier Desak Polisi Tindak Tegas Truk Sumbu 3
Otonomi Daerah Jangan Jadi Formalitas: Kendaraan Perusahaan, Pajak Kemana Mengalir?
Kawal Proses PK-2 di Mahkamah Agung, Usut Dugaan ‘Kongkalikong’ Mafia Tanah Tol Cisumdawu
Babak Baru Kasus Pelecehan Pedagang Bakso: Kuasa Hukum Hadirkan Saksi Kunci
Tergiur Imbalan, Karyawan Swasta di Garut Kota Nekat Jadi Perantara Narkoba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 21:25 WIB

Ribuan Warga Meriahkan Jalan Santai Bahagia, Bupati Jeneponto Pimpin Semarak Hari Jadi ke-163

Minggu, 26 April 2026 - 19:42 WIB

Judi “Gasper” Menggurita di Tanah Jawa: Aparat Diuji, Masyarakat Resah

Minggu, 26 April 2026 - 13:51 WIB

Manfaatkan Potensi Alam, Situ Batu Mongot Digadang Jadi Ikon Wisata Baru di Kota Tasikmalaya

Minggu, 26 April 2026 - 10:49 WIB

Pantura Pemalang Kembali Telan Korban Jiwa, Rizal Bawazier Desak Polisi Tindak Tegas Truk Sumbu 3

Minggu, 26 April 2026 - 10:28 WIB

Otonomi Daerah Jangan Jadi Formalitas: Kendaraan Perusahaan, Pajak Kemana Mengalir?

Berita Terbaru